-->

Notification

×

iklan

Iklan

FB-IMG-16165485030001093

Dukung Wirausaha Baru Bertumbuh, Kemenkop Gelar Indonesia Fund Festival 2021

Selasa, 14 Desember 2021 | 15.38 WIB Last Updated 2021-12-14T13:40:32Z
Pembukaan ajang Indonesia Fund Festival 2021.
JAKARTA(DN)
Kementerian Koperasi dan UKM melalui LPDB-KUMKM (Lembaga Pengelola dan Bergulir Koperasi dan UMKM) berkolaborasi dengan MNC Group, Orbit Future Academy, dan Siger Innovation Hub menggelar Indonesia Fund Festival 2021 yang diselenggarakan secara hybrid melalui channel YouTube LPDB-KUMKM, dan diselenggarakan langsung di Jakarta Concert Hall, Gedung iNews Tower, Jakarta, Selasa, 14/12.

Ajang ini merupakan solusi pendanaan bagi startup yang siap untuk tumbuh berkembang ke level selanjutnya. Selain hadir sebagai solusi pendanaan, ajang ini juga menghadirkan coaching dan business pitching oleh berbagai ahli bisnis terkemuka.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengapresiasi atas kolaborasi LPDB – KUMKM, MNC Group, Orbit Future Academy dan Siger Innovation Hub.

“Hari ini saya melaunching Indonesia Fund Fest 2021, suatu terobosan untuk menarik investor potensial bagi UMKM yang memiliki potensi usaha untuk ditumbuhkembangkan agar naik kelas. Ini juga menjadi catatan baru lembaran baru inovasi LPDB yang beralih menjadi lembaga venture likes untuk mendukung UMKM dan Koperasi menjadi kekuatan ekonomi nasional,” kata Menteri Teten Masduki saat Opening Ceremony IFF 2021.

Menteri Teten menjelaskan, 97% masyarakat Indonesia bekerja di sektor UMKM,  dimana presentase usaha mikro mencapai 99,6% dan bersifat informal.

Untuk itu, pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk mendorong usaha mikro bertransformasi dari informal ke formal, sehingga, mereka punya kesempatan menjalin bisnis, mengakses pembiayaan yang lebih baik termasuk pasar melalui koperasi, dan menciptakan lapangan kerja yang lebih baik.

“Pertama dengan memberikan akses pembiayaan kepada UMKM Yang tidak punya aset, kedua kita ingin menjadikan UMKM agregator untuk masuk ke dalam skala ekonomi,” jelasnya.

Selain itu, Menteri Teten juga mendukung pengembangan green incubator koperasi, sebagai sarana untuk mengembangkan kolaborasi bersama antara koperasi dan UMKM.

Sementara itu, Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) menjelaskan, penyelenggaraan IFF 2021 dalam rangka memfasilitasi para tenant inkubator wirausaha LPDB-KUMKM untuk mendapatkan pembiayaan, dan kerja sama dari investor.

Tak hanya itu, ajang IFF 2021 juga untuk mempromosikan Koperasi dan UMKM agar dapat naik kelas, terhubung dengan ekosistem digital, serta sarana promosi di level regional, dan level internasional.

“Hari ini komitmen tersebut sedikit demi sedikit kita wujudkan dengan kolaborasi bersama dalam penyelenggaraan Indonesia Fund Festival 2021 ini,” kata Supomo.

Supomo menambahkan, penyelenggaraan IFF 2021 juga didukung penuh oleh Orbit Venture Indonesia dalam mempromosikan startup Koperasi dan UMKM agar terkoneksi dengan investor internasional serta menjadi startup kelas dunia.

Adapun penyelenggaraan IFF 2021  diikuti oleh 17 tenant pilihan program wirausaha LPDB-KUMKM dan telah dikurasi melalui Investor Readiness Rate (IRR) oleh Orbit Venture Indonesia.

Supomo menambahkan, LPDB-KUMKM juga terus mengembangkan program inkubator wirausaha melalui kerja sama dengan berbagai lembaga inkubator di seluruh Indonesia.

Tak hanya itu, sesuai arahan MenKopUKM pada tahun 2020, LPDB-KUMKM terus membuat lembaran-lembaran inovasi baru yang salah satunya adanya pembentukan 2 (dua) wings kerja sama dengan inkubator dan pendampingan, dengan tujuan proses bisnis LPDB dapat berubah menjadi venture like model untuk  mendukung core bisnis utama LPDB-KUMKM penyaluran dana bergulir kepada Koperasi.

“Alhamdulillah kedua wings ini sudah mulai berjalan dan mulai menemukan bentuk baru, yang kami sebut dengan Green Incubator,” kata Supomo.

Adapun, Green Incubator adalah model inkubasi oleh Koperasi yang memberikan layanan inkubasi kepada ekosistem mitra atau anggota Koperasi dengan skema closed loop incubation atau open loop incubation.

Adapun green inkubator ini sudah terlaksana di Koperasi Jasa Serikat Talenta Karya di Lampung, dan model close-loop-incubation yang dilakukan oleh Koperasi Al Itifaq di Jawa Barat.

Ilham Habibie, co founder Orbit Ventura Indonesia menambahkan, dengan adanya inkubator baik tipe terbuka maupun yang tertutup, akan sangat membantu perkembangan usaha mikro maupun startup untuk bisa cepat berkembang.

“Startup itu penting, yaitu sikap atau bagaimana kita menerapkan teknologi informasi dan jasa yang kita sediakan untuk masyarakat. Disini termasuk juga perusahaan lama, yang memiliki mentalitas startup,” kata Ilham Habibie.(red/ril).
×
Berita Terbaru Update