-->

Notification

×

iklan

Iklan

FB-IMG-16165485030001093

KMM Raih Penghargaan dari Kemenkop pada Ajang Indonesia Fund Festival 2021

Selasa, 14 Desember 2021 | 16.42 WIB Last Updated 2021-12-14T14:45:59Z
Ketua KMM Drs Tumbur Naibaho MM saat menerima penghargaan dari Kementerian Koperasi dan UKM RI pada ajang Indonesia Fund Festival 2021 di gedung iNews Tower.
Jakarta(DN)
Koperasi Simpan Pinjam Makmur Mandiri atau KMM kembali mendapat penghargaan dari Kementerian Koperasi dan UKM RI pada ajang Indonesia Fund Festival 2021.

Penghargaan yang diserahkan langsung oleh Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki ini, diterima oleh Ketua KMM Drs Tumbur Naibaho MM, Selasa, 14 Desember 2021 di Jakarta Concert Hall, Gedung iNews Tower, Jakarta.

“Ini semua berkat kerjasama yang baik. Terima kasih kepada seluruh anggota, pengurus sehingga KMM terus bertumbuh dengan baik dan berprestasi di tingkat nasional," ujar ketua koperasi yang berkantor pusat di Bekasi Jawa Barat itu.

Tumbur Naibaho menambahkan, eksistensi KMM yang sudah dicapai saat ini, semakin menumbuhkan semangat untuk menumbuhkembangkan potensi baru.

Dirinya berharap, ke depan, KSP Makmur Mandiri terus bisa bersinergi dalam membangun perekonomian Indonesia ditengah perlambatan ekonomi akibat pandemi Covid-19 yang berkepanjangan.

Adapun Indonesia Fund Festival 2021 ini diselenggarakan oleh Kementerian Koperasi dan UKM melalui LPDB-KUMKM (Lembaga Pengelola dan Bergulir Koperasi dan UMKM) berkolaborasi dengan MNC Group, Orbit Future Academy, dan Siger Innovation Hub.

Ajang ini merupakan solusi pendanaan bagi startup yang siap untuk tumbuh berkembang ke level selanjutnya. Selain hadir sebagai solusi pendanaan, ajang ini juga menghadirkan coaching dan business pitching oleh berbagai ahli bisnis terkemuka.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengapresiasi atas kolaborasi LPDB – KUMKM, MNC Group, Orbit Future Academy dan Siger Innovation Hub.

“Hari ini saya melaunching Indonesia Fund Fest 2021, suatu terobosan untuk menarik investor potensial bagi UMKM yang memiliki potensi usaha untuk ditumbuhkembangkan agar naik kelas. Ini juga menjadi catatan baru lembaran baru inovasi LPDB yang beralih menjadi lembaga venture likes untuk mendukung UMKM dan Koperasi menjadi kekuatan ekonomi nasional,” kata Menteri Teten Masduki saat Opening Ceremony IFF 2021.

Menteri Teten menjelaskan, 97% masyarakat Indonesia bekerja di sektor UMKM,  dimana presentase usaha mikro mencapai 99,6% dan bersifat informal.
Berphoto bersama seusai penyerahan penghargaan.
Untuk itu, pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk mendorong usaha mikro bertransformasi dari informal ke formal, sehingga, mereka punya kesempatan menjalin bisnis, mengakses pembiayaan yang lebih baik termasuk pasar melalui koperasi, dan menciptakan lapangan kerja yang lebih baik.

“Pertama dengan memberikan akses pembiayaan kepada UMKM Yang tidak punya aset, kedua kita ingin menjadikan UMKM agregator untuk masuk ke dalam skala ekonomi,” jelasnya.

Selain itu, Menteri Teten juga mendukung pengembangan green incubator koperasi, sebagai sarana untuk mengembangkan kolaborasi bersama antara koperasi dan UMKM.

Sementara itu, Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) menjelaskan, penyelenggaraan IFF 2021 dalam rangka memfasilitasi para tenant inkubator wirausaha LPDB-KUMKM untuk mendapatkan pembiayaan, dan kerja sama dari investor.

Tak hanya itu, ajang IFF 2021 juga untuk mempromosikan Koperasi dan UMKM agar dapat naik kelas, terhubung dengan ekosistem digital, serta sarana promosi di level regional, dan level internasional.

“Hari ini komitmen tersebut sedikit demi sedikit kita wujudkan dengan kolaborasi bersama dalam penyelenggaraan Indonesia Fund Festival 2021 ini,” kata Supomo.

Supomo menambahkan, penyelenggaraan IFF 2021 juga didukung penuh oleh Orbit Venture Indonesia dalam mempromosikan startup Koperasi dan UMKM agar terkoneksi dengan investor internasional serta menjadi startup kelas dunia.

Adapun penyelenggaraan IFF 2021  diikuti oleh 17 tenant pilihan program wirausaha LPDB-KUMKM dan telah dikurasi melalui Investor Readiness Rate (IRR) oleh Orbit Venture Indonesia.

Supomo menambahkan, LPDB-KUMKM juga terus mengembangkan program inkubator wirausaha melalui kerja sama dengan berbagai lembaga inkubator di seluruh Indonesia.

Tak hanya itu, sesuai arahan MenKopUKM pada tahun 2020, LPDB-KUMKM terus membuat lembaran-lembaran inovasi baru yang salah satunya adanya pembentukan 2 (dua) wings kerja sama dengan inkubator dan pendampingan, dengan tujuan proses bisnis LPDB dapat berubah menjadi venture like model untuk  mendukung core bisnis utama LPDB-KUMKM penyaluran dana bergulir kepada Koperasi.

“Alhamdulillah kedua wings ini sudah mulai berjalan dan mulai menemukan bentuk baru, yang kami sebut dengan Green Incubator,” kata Supomo.

Adapun, Green Incubator adalah model inkubasi oleh Koperasi yang memberikan layanan inkubasi kepada ekosistem mitra atau anggota Koperasi dengan skema closed loop incubation atau open loop incubation.(red).
×
Berita Terbaru Update