-->

Notification

×

iklan

Iklan

FB-IMG-1761548249303

Perkuat Tata Kelola dan Pelayanan, Ketua KMM Monitoring Kinerja Wilayah Sumbagut 2

Jumat, 28 Agustus 2026 | 18.01 WIB Last Updated 2026-08-28T11:01:03Z
Monitoring Ketua KMM Drs Tumbur Naibaho MM FSAI AAAIJ didampingi istri Jusniar Simbolon ke Wilayah Sumbagut 2.

Samosir(DN)

Tata kelola dan pelayanan yang transparan dan akuntabel akan menciptakan anggota koperasi yang setia dan juga meningkatkan kinerja dalam menggapai target kerja. Komitmen inilah yang senantiasa ditunjukkan Koperasi Simpan Pinjam Makmur Mandiri (KMM) dalam menjalankan usahanya.


Kali ini, Ketua KMM, Drs Tumbur Naibaho MM FSAI AAAIJ didampingi istri, Jusniar Simbolon menggelar monitoring rutin guna memperkuat tata kelola dan pelayanan kepada anggota di Wilayah Sumbagut 2. Kunjungan ini disambut Korwil Sumbagut 2, Lunggu Simarmata bersama staf pengawas wilayah, Iran Persia Naibaho, Dirut PT Karunia Puteri Sejati Makmur Mandiri (SPBU Pangururan), Bintang Hasudungan Sinaga dan 13 manajer KMM di Kabupaten Samosir, Jumat, 28 Agustus 2026 di Ruang Rapat Kantor Cabang Samosir 1.


Ketua KMM, Drs Tumbur Naibaho MM FSAI AAAIJ menuturkan, monitoring ini menjadi bagian dari upaya bersama pengurus pusat dengan cabang dalam memastikan bahwa kehadiran KMM dapat memberikan manfaat nyata bagi anggota serta mendorong peningkatan kinerja di wilayah maupun kantor cabang KMM.


"Dengan evaluasi rutin ini, diharapkan kantor cabang KMM yang ada di Kabupaten Samosir dapat terus meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam menjalankan tugasnya, serta berkontribusi secara optimal dalam mendukung pencapaian target kerja KMM Tahun 2026," ujarnya.


Pada kesempatan itu, Ketua Koperasi yang memiliki 203 kantor cabang yang tersebar di 25 propinsi tersebut, untuk menggencarkan promosi produk-produk simpanan maupun pinjaman KMM. Salah satunya produk baru, Pinjaman Agunan Modal (PAM) KMM.

Produk baru KMM, Pinjaman Agunan Modal (PAM) KMM.

Menurutnya, kehadiran Pinjaman Agunan Modal ini bisa menjadi pilihan untuk membantu kebutuhan usaha anggota. Karena Pinjaman Agunan Modal ini kita rancang untuk mempermudah anggota mendapatkan akses pendanaan atau membutuhkan dana mendadak tanpa mengurangi atau menarik simpanan yang dimiliki di KMM dengan tetap menerima pendapatan bunga bulanan dari tabungan maupun depositonya.


Dikatakan lagi, mencairkan Modal Pokok/Wajib oleh anggota, membutuhkan waktu 14 hari. Karena itu wewenang pengurus, harus terlebih dahulu diajukan ke Kantor Pusat. "Sebagai pilihan, anggota boleh mengajukan Pinjaman Agunan Modal (PAM). Proses cepat, cukup nunggu 30 menit sampai dengan 1 jam saja, karena wewenang menyetujui pinjaman ada di manajer cabang," kata Tumbur Naibaho.


Keuntungan yang ditawarkan produk PAM ini adalah jasa pinjaman yang hanya 1,1  persen per bulan dengan biaya administrasi 5% (sekali hanya saat pencairan). Adapun plafon pinjaman, anggota KMM dapat mengajukan pinjaman maksimal 95% dari Modal Pokok/Wajib/Khusus yang dimiliki anggota.


Sementara itu, Korwil Sumbagut 2, Lunggu Simarmata menambahkan, monitoring Ketua KMM ini dalam rangka memperkuat sinergi antar kantor cabang di Wilayah Sumbagut 2 serta meningkatkan efektivitas pelayanan. Kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk membahas berbagai perkembangan, tantangan, serta langkah strategis dalam optimalisasi pencapaian target kerja.


"Berbagai hal dibahas dalam rapat ini, mulai dari progres target kerja KMM Wilayah Sumbagut 2, hingga penguatan koordinasi antara cabang di Kabupaten Samosir. Melalui monitoring dan evaluasi ini diharapkan semakin memacu kami untuk meningkatkan pelayanan dan tata kelola secara efektif, transparan, dan akuntabel," ungkap Lunggu Simarmata, yang merupakan Manajer KMM Cabang Samosir 1 itu.(SBS).

×
Berita Terbaru Update