![]() |
| Update perkembangan KMM per 30 September di KMM mobile. |
Samosir(DN)
Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan perilaku masyarakat, koperasi dituntut untuk bertransformasi. Jika dulu koperasi identik dengan proses manual dan pencatatan kertas, kini era digital membuka peluang baru untuk meningkatkan pelayanan menjadi lebih cepat, transparan, dan aman. Digitalisasi bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan agar koperasi tetap relevan dan mampu mendukung kebutuhan anggota secara optimal.
Pengurus Koperasi Simpan Pinjam Makmur Mandiri (KMM) menyadari betul disrupsi teknologi ini, sehingga beberapa tahun terakhir terus berbenah dengan menghadirkan KMM Mobile yang terus di modernisasi, sehingga nantinya memudahkan anggota bertransaksi persis seperti menggunakan mobile banking.
Ketua KMM, Drs Tumbur Naibaho MM FSAI AAAIJ menuturkan, melalui KMM mobile anggota dapat mengecek saldo simpanan (pokok, wajib, dan lain-lain), riwayat transaksi, serta status pinjaman secara mandiri dan real time.
"KMM Mobile juga mengupdate perkembangan KMM mulai dari total anggota di 203 cabang, total aset, pinjaman, anggota dan sebagainya yang bisa diakses langsung oleh anggota dari gawai masing-masing. Sehingga kehadiran aplikasi ini semakin meningkatkan transparansi tata kelola KMM dan mengoptimalkan pelayanan kantor cabang kepada anggota," ujar Ketua KMM, Drs Tumbur Naibaho MM FSAI AAAIJ, Sabtu, 24 Oktober 2026.
Dikatakan suami Jusniar Simbolon itu, kehadiran KMM Mobile ini juga memantapkan langkah KMM tetap eksis dan bertumbuh di tengah era disrupsi. Kualitas layanan yang dipadu dengan penerapan tata kelola serta adopsi teknologi digital merupakan kunci utama koperasi ini dapat terus unjuk gigi. Jumlah anggota yang bertambah menjadi bukti valid koperasi ini semakin dipercaya.
Hal ini juga mengukuhkan posisi KSP Makmur Mandiri sebagai koperasi yang teguh dalam melaksanakan tata kelola. Ini terbukti dari keberhasilannya menjadi salah satu koperasi dengan praktik tata kelola terbaik dalam gelaran bergengsi Best Cooperatives Sustainability Award 2026 yang dilaksanakan pada 16 Juli lalu di Kementerian Koperasi, Jakarta.
![]() |
| Pinjaman Agunan Modal KMM |
Penilaian itu didasarkan pada keseriusan koperasi yang dipimpin Tumbur Naibaho dalam mengimplementasikan prinsip-prinsip tata kelola sepeti transparansi dan akuntabilitas. “Bagi KMM tata kelola lebih dari sekadar mandatori dari regulator tetapi menjadi kebutuhan untuk mendukung pertumbuhan usaha berkelanjutan,” ujar Tumbur.
Praktik tata kelola oleh koperasi dengan jaringan kantor cabang di 25 provinsi itu tercermin dari pelaksanaan RAT yang sesuai dengan regulasi yang berlaku dan tepat waktu. Oleh karenanya, tidak mengherankan KMM semakin dipercaya yang dibuktikan dengan anggota yang terus bertambah. Per 30 September 2026, KMM memiliki 167.868 anggota, aset mencapai 1,5 triliun Rupiah.
Kedepan, Tumbur menegaskan komitmennya untuk terus menjaga dan memperkuat kepercayaan anggota, sekaligus memperluas akses pembiayaan yang berdampak nyata bagi kesejahteraan bersama. Bertolak dari kepercayaan inilah KMM menghadirkan pembiayaan yang bermanfaat. Pembiayaan bukan hanya sekadar layanan keuangan, melainkan wujud kepedulian dan dukungan bagi anggota dalam mengembangkan usaha, memenuhi kebutuhan, serta meningkatkan kualitas hidup.
Salah satunya, baru-baru ini KMM meluncurkan produk baru yang dinamai Pinjaman Agunan Modal. Produk ini dirancang untuk mempermudah anggota mendapatkan akses pendanaan atau membutuhkan dana mendadak tanpa mengurangi atau menarik simpanan yang dimiliki di KMM dan malah tetap menerima pendapatan bunga bulanan dari tabungan maupun depositonya.
Keuntungan yang ditawarkan produk PAM ini adalah jasa pinjaman yang hanya 1,1 persen per bulan dengan biaya administrasi 5% (sekali hanya saat pencairan). Adapun plafon pinjaman, anggota KMM dapat mengajukan pinjaman maksimal 95% dari Modal Pokok/Wajib/Khusus yang dimiliki anggota.
Dikatakan Tumbur, saat anggota membutuhkan dana mendesak, pilihan menarik modal pokok/wajib anggota, membutuhkan waktu. Karena pencairan modal pokok/wajib wajib diajukan terlebih dahulu ke kantor pusat sehingga membutuhkan proses. Sebagai pilihan, sambungnya, anggota bisa meminjam di produk Pinjaman Agunan Modal (PAM) yang prosesnya cepat, berkisar 30 menit sampai 1 jam. Karena pencairan pinjaman bisa persetujuan Manajer Cabang.
"Koperasi tidak boleh berhenti sebagai lembaga simpan pinjam. Di tengah kebutuhan ekonomi masyarakat yang terus berkembang, koperasi dituntut membangun ekosistem usaha yang mampu menjawab kebutuhan anggota sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," pungkasnya.(SBS).



