![]() |
| RDP Komisi 3 DPRD Samosir terkait air PDAM yang tak mengalir ke rumah warga sekitar Tanjung Bunga dan Siogung-ogung. |
Samosir(DN)
Komisi III DPRD Samosir menyikapi keluhan warga yang merupakan pelanggan PDAM dari Tanjung Bunga dan Siogung-ogung soal air PDAM yang tak kunjung mengalir ke rumah warga. Respon tersebut ditunjukkan dengan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama PDAM Cabang Pangururan dan perwakilan pelanggan, Senin (19/10/2026).
Bendahara Pasaribu juru bicara dari pelanggan dari Desa Tanjung Bunga mengungkapkan kekecewaannya karena sudah lama menjadi pelanggan tapi pasokan air sering macet, bahkan tidak mengalir sama sekali.
"Kami sudah cukup lama bersabar. Kalau memang harus dibawa ke pusat, tolong dikawal sampai ada realisasi," ujar Pasaribu.
Pasaribu meminta dengan kondisi saat ini dimana air dari Simarsasar tidak mengalir ke rumah pelanggan, supaya PDAM mengambil kebijakan dengan meniadakan abudement. "Kami hanya membayar angin, namun tagihan dan abudement tetap berjalan. Mohon PDAM Cabang Pangururan mengambil langkah bijaksana," ujarnya.
Warga berharap hasil RDP benar-benar ditindaklanjuti di lapangan, sehingga air kembali mengalir normal ke rumah-rumah pelanggan.
Dalam forum tersebut, pihak PDAM diminta menjelaskan penyebab gangguan, mulai dari kondisi jaringan pipa, debit sumber air, hingga jadwal perbaikan.
Menanggapi keluhan warga Tanjung Bunga dan Siogung-ogung soal air yang tidak kunjung mengalir, pihak PDAM Cabang Pangururan menyatakan akan membawa persoalan ini ke kantor pusat
Kepala Cabang PDAM Pangururan Rocky Batubara mengaku telah melaporkan kondisi yang dialami para pelanggan di Desa Tanjung Bunga dan Siogung ogung ke PDAM pusat.
Rocky mengatakan, untuk menanggulangi kekurangan debit air, pihaknya berencana membangun jaringan penyedot air dari Danau Toba. "Semoga Pemkab Samosir berkenan menampung anggarannya pada tahun 2027," ujar Rocky.
Pimpinan Komisi III Jonny Sagala, menyarankan supaya PDAM Cabang Pangururan, agar membangun reservoar dengan menampung anggaran di APBD Kabupaten Samosir 2027. "Tadi sudah mendengarkan keluhan dari pelanggan dan PDAM Cabang Pangururan, solusi terbaik untuk menambah debit air, dengan membangun jaringan air seperti mesin pompa penyedot air dari Danau Toba," imbuh Jonny Sagala.
Menurut Jonny, karena PDAM Cabang Pangururan tidak bisa mengambil kebijakan atas keluhan pelanggan soal tagihan air dan abudement sementara air tidak dinikmati pelanggan. Komisi III DPRD Samosir akan segera mengagendakan kunjungan kerja ke PDAM di Medan. "Kami juga mengundang pelanggan air minum dan PDAM untuk bisa hadir dalam kunjungan kerja itu," pinta Jonny.
Sebelumnya, Anggota Komisi III DPRD Samosir, Renaldi Naibaho meminta supaya PDAM memberikan kompensasi kepada pelanggan dimana selama ini air tidak mengalir ke rumahnya, sementara PDAM selalu memungut pembayaran pemakaian air dan abudement tetap berjalan.
"Mohon pimpinan cabang PDAM Pangururan memberikan kompensasi kepada para pelanggan dan apakah semua kondisi ini telah dilaporkan ke PDAM pusat?," tanya Renaldi.
RDP Komisi III DPRD yang dihadiri Gimbet Situmorang, Marco Simbolon dan Juliana Pardede, meminta PDAM segera menyampaikan timeline resmi kapan laporan dibawa dan kapan tindak lanjutnya bisa dirasakan warga.(Red).


