-->

Notification

×

iklan

Iklan

FB-IMG-16165485030001093

Kembangkan Wisata Alam, Dispar Samosir Latih Pemandu Arung Jeram

Jumat, 10 Desember 2021 | 12.44 WIB Last Updated 2021-12-10T06:29:36Z
Para peserta pelatihan praktek lapangan di Sungai Siboro-Bonan Dolok.
Samosir(DN)
Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) bidang kepariwisataan di Kabupaten Samosir terus digenjot. Berbagai pelatihan terus dilakukan, salah satunya Pelatihan Pemandu Wisata Arung Jeram, yang dilaksanakan di Hotel Saulina dan praktek lapangan di Sungai Siboro dan Bonan Dolok, Kecamatan Sianjur Mulamula, Selasa-Kamis (7-9 Desember 2021).

Dalam laporannya, Kepala Dinas Pariwisata Dumosch Pandiangan yang diwakili Kepala Seksi Retribusi pada Bidang Pengendalian Usaha Pariwisata menyampaikan bahwa pelatihan ini diikuti 40 peserta, yang diharapkan ke depan dapat mengembangkan pariwisata arung jeram.

Kepala Dinas Pariwisata berharap, para peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh dari narasumber dan dapat menjadi pemandu wisata arung jeram yang profesional.

Diharapkan, para peserta dapat berkolaborasi bersama dalam mengembangkan potensi wisata arung jeram di Samosir.
Kabid Kerjasama dan Kemitraan Dispar Samosir, Togar Siboro memberi pengarahan.
Sementara, arahan dan bimbingan Bupati Samosir yang diwakili Kepala Bidang Kerja Sama dan Kemitraan Pariwisata Togar Siboro mengibaratkan arung jeram seperti perjalanan hidup yang penuh tantangan.

Bupati mengibaratkan arus sungai sebagai sebuah kehidupan, bebatuan diibaratkan hambatan dan perahu serta alat-alat keselamatan merupakan senjata kita dalam berjuang.

“Jika hidup diumpamakan bermain arung jeram dan saat Anda hendak terjun di jeram yang belum pernah Anda ketahui jalurnya, di situlah letak keberanian diuji. Hidup yang sebenarnya adalah ketika Anda berani keluar dari zona nyaman dan mencoba hal baru. Karena petualang sejati bukan diukir dari seberapa sering ia menjelajah, tapi tentang keberanian melawan ketakutan,” ujarnya.

Berdasarkan falsafah arum jeram yang diibaratkan sebagai perjalanan kehidupan, begitulah tantangan ke depan yang akan dihadapi para pemandu wisata arung jeram. Butuh kerja keras untuk bisa menjadi pemandu wisata arung jeram yang profesional.

“Saya berharap kepada seluruh peserta, ke depan dapat serius dalam mengembangkan potensi wisata arung jeram di Kabupaten Samosir, terutama di Sungai Siboro dan Bonan Dolok,” imbaunya.
Berphoto bersama seusai praktek lapangan.
Dengan pelatihan ini diharapkan semakin menumbuhkan semangat kebersamaan, gotong royong, semakin terpanggil untuk melakukan pembersihan sungai dan penerapan Sapta Pesona serta Poda Na Lima di kawasan Sungai Siboro dan Bonan Dolok.

Adapun narasumber yang dihadirkan untuk pelatihan ini, yaitu tim dari Siantar Rafting dan Ancol Rafting dengan materi pengetahuan dasar dan pengenalan arung jeram, pengenalan teknik dasar pemandu wisata arung jeram, pengetahuan dan pengenalan alat keselamatan dan rescue arung jeram, praktek lapangan serta evaluasi.

Seprianus Naibaho, salah seorang narasumber mengatakan bahwa Sungai Siboro dan Bonan Dolok memiliki potensi untuk dilakukannya wisata arung jeram. Dan, untuk mendukung hal tersebut, diharapkan peran aktif masyarakat sekitar dalam membersihkan sungai dan menatanya.

“Jadi, di sini kita tidak sekadar mendapatkan materi. Namun, melalui pelatihan ini, kita diharapkan terpanggil untuk merawat sungai, membersihkan sungai dan menatanya, sehingga jadi medan arung jeram yang bagus."

"Dan, setelah pelatihan, kita masih harus berkomunikasi dan berkolaborasi. Jangan putus di sini agar tercipta pemandu wisata arung jeram yang profesional. Ke depan, diharapkan akan ada paket-paket wisata arung jeram sebagai paket wisata yang baru di Samosir,” ujar Seprianus Naibaho.(red).
×
Berita Terbaru Update