-->

Notification

×

iklan

Iklan

Tersambar Petir di Ladang, Marlin Kudadiri Ditemukan Tak Bernyawa

Sabtu, 06 Maret 2021 | 00.21 WIB Last Updated 2021-03-06T01:02:05Z
Jenazah Marlin Kudadiri saat dievakuasi di RSUD Sidikalang.(globaltipikor).
Dairi(DN)
Seorang warga di Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara ditemukan tak bernyawa setelah tersambar petir di perladangan, Desa Hutarakyat, Jumat (5/3/2021) sore.

Korban bernama Marlin Kudadiri (58) warga Jalan FL Tobing, Kecamatan Sidikalang pertama kali ditemukan warga setelah hujan deras disertai angin kencang. Sewaktu ditemukan kondisi korban mengalami luka gosong pada bagian leher dan punggung.

Oleh warga kejadian tersebut diberitahukan kepada Kepala Desa Hutarakyat dan selanjutnya dilaporkan ke Polsek Sidikalang. Korban kemudian di bawa ke RSUD Sidikalang untuk dilakukan visum.

Kapolres Dairi AKBP Ferio Sano Ginting SIK MH melalui Kapolsek Sidikalang Iptu Sukanto Berutu kepada wartawan mengatakan, hasil pemeriksaan/visum medis dokter RSUD Sidikalang, korban diduga meninggal karena tersambar petir.

“Korban diduga tersambar petir, karena pada bagian leher dan punggung korban ditemukan luka menghitam/gosong,” kata Sukanto.

Pantauan wartawan di RSUD Sidikalang, Isak tangis dan jeritan istri korban pecah saat melihat jasad suaminya terbujur kaku di kamar jenazah RSUD Sidikalang.

“Ohhh.. Tuhan mengapa cepat kali suami ku dipanggil. Kenapa kau pergi tak meninggalkan pesan sama aku, begitu baiknya kau sama aku,” ucap br Silaban saat meratapi jasad suaminya.

Dituturkan br Silaban, kalau kepergian suaminya tidak menunjukan firasat apapun, karena pagi sebelum peristiwa itu terjadi suaminya sempat mengambil gaji pensiun.

“Suami ku pensiunan dari RSUD Sidikalang, kami hanya tinggal berdua karena kami tidak mempunyai anak. Hanya dia teman hidup ku di rumah,” ungkapnya.

Istri korban sebelumnya juga telah melarang suaminya berladang, tetapi suaminya tetap bersikeras karena menurut suaminya biar ada kegiatan.

“Pagi itu suami ku sempat berolahraga dan menyuruh saya menyiapkan bontot untuk makan siang di ladang. Usai mengambil gaji suami ku langsung berangkat ke ladang,” tuturnya.

Usai dilakukan visum, jasad korban dibawa ke rumah duka orang tuanya di Dusun Juma Sianak, Desa Hutararakyat, Kecamatan Sidikalang. Rencananya korban akan dikebumikan pada hari Minggu.(red/tigasisi).
×
Berita Terbaru Update