![]() |
| Anggota DPRD Samosir, Renaldi Naibaho bersama Kepala Desa Tanjung Bunga, Lasper Sitanggang mempraktekkan langsung pengelolaan singkong menjadi tepung. |
Samosir(DN)
Sebagai bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan, serta mendorong pengembangan potensi lokal, anggota DPRD Samosir dari Partai Gerindra, Renaldi Naibaho mengapresiasi launching UMKM Kelompok Gaplek Desa Tanjung Bunga binaan Dinas Koperasi, UMKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Samosir.
Apresiasi tersebut disampaikan legislator Renaldi Naibaho saat menghadiri launching UMKM Kelompok Gaplek Desa Tanjung Bunga yang turut dihadiri Kabid Ekonomi Kreatif, UMKM Dinas Koperasi, UMKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Samosir, Togar Siboro, Kepala Desa Tanjung Bunga, Lasper Sitanggang, para tokoh masyarakat dan para anggota kelompok UMKM, Kamis, 19 Februari 2026 di Dusun 3 Sitaotao Desa Tanjung Bunga, Kecamatan Pangururan.
Menurutnya, Desa Tanjung Bunga khususnya Dusun 3 Sitaotao merupakan salah satu wilayah yang berpotensi besar dalam pengembangan komoditas singkong. Sehingga ia menilai kehadiran UMKM pengolahan singkong menjadi tepung gaplek dan tepung tapioka, ini sangat tepat.
"Dengan produksi singkong menjadi tepung, kami (DPRD Samosir) mendorong masyarakat agar tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi mengolahnya menjadi produk bernilai tambah,” ujar Ketua Fraksi PDIR DPRD Samosir, Renaldi Naibaho.
![]() |
| Masyarakat Dusun 3 Sitaotao Desa Tanjung Bunga mengapresiasi dukungan Anggota DPRD Samosir, Renaldi Naibaho dan Kabid Ekonomi Kreatif, UMKM, Togar Siboro. |
Renaldi menilai, pengembangan industri pengolahan singkong dapat menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi kreatif di pedesaan. “Kalau UMKM pengolahan gaplek nantinya bisa tumbuh dengan baik di Sitaotao ini, dampaknya bukan hanya pada peningkatan pendapatan petani, tapi juga membuka lapangan kerja baru dan memperkuat ketahanan pangan daerah,” jelasnya.
Ia juga menekankan kepada Dinas Koperasi, UMKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Samosir perlunya pendampingan berkelanjutan dan akses pembiayaan yang lebih mudah bagi pelaku UMKM, terutama usaha kreatif yang memiliki potensi berkembang pesat. Selain itu, promosi melalui pameran, platform digital, dan kolaborasi dengan berbagai pihak dinilai perlu terus diperluas.
“Sinergi semua pihak akan mempercepat UMKM kita naik kelas. Pada akhirnya, ini bukan hanya soal usaha, tetapi juga pemberdayaan ekonomi masyarakat,” jelasnya.(red).



