-->

Notification

×

iklan

logog

Iklan

logog

Pasca Otopsi, Keluarga Berharap Misteri Kematian Ingat Simandalahi Segera Terjawab

Sabtu, 20 Februari 2021 | 17.25 WIB Last Updated 2021-02-20T12:29:20Z
Polres Samosir membongkar makam jenazah Ingat Simandalahi untuk diotopsi.
Samosir(DN)
Pasca pembongkaran makam (ekhumasi) guna keperluan otopsi yang dilakukan Kepolisian Resor (Polres Samosir) dengan mendatangkan dokter forensik dari Polda Sumatera Utara, pihak keluarga Ingat Simandalahi berharap penyebab kematian almarhum segera terungkap.

“Jika dari hasil otopsi nantinya ditemukan ada tanda-tanda pembunuhan, saya meminta supaya penegak hukum mengungkap kasus ini seterang-terangnya dan seadil-adilnya. Tapi jika tidak ada tanda-tanda pembunuhan, saya ikhlas atas kepergian adik saya."

Hal ini disampaikan abang almarhum Ingat, Antonius Simandalahi di sela-sela mengikuti proses pembongkaran makam korban, Sabtu, 20 Februari 2021 sekira pukul 10.00 wib, di Desa Hasinggaan Kecamatan Sianjur Mulamula Kabupaten Samosir.

Kasus ini bermula saat Ingat Simandalahi bersama RP ditugasi orangtua mempelai laki-laki yang akan menikah (Nai Renol) berangkat ke kota Cane Aceh Tenggara untuk menjumpai pihak keluarga mempelai perempuan (Marsukkun utang), pada Selasa (15/12/20).

Pada saat berangkat RP membonceng korban, akan tetapi di perjalanan, sekitaran antara Desa Hasinggaan-Bonan Dolok, RP menelepon Nai Renol untuk memberitahukan bahwa mereka mendapat musibah di perjalanan tertimpa batu akibat longsoran tebing dan mengatakan ingat telah meninggal dunia.

Sepekan lebih kepergian almarhum, pihak keluarga merasa janggal dan menduga kematian Ingat Simandalahi karena dibunuh. Istri almarhum, Ratna boru Panggabean didampingi abang almarhum, Antonius Simandalahi dan keluarga pun membuat pengaduan ke Polres Samosir pada 28 Desember 2020.

Antonius Simandalahi menuturkan, kecurigaan keluarga muncul setelah 4 hari adiknya dikuburkan. Dia mengaku telah mencek lokasi kejadian tempat korban mengalami musibah yang katanya tertimpa longsoran batu, tetapi di lokasi dia tidak menemukan adanya bukti longsoran.

"Karena kecurigaan inilah, kita dari pihak keluarga korban melaporkan kematian Ingat Simandalahi ke Polres Samosir untuk mengungkap penyebab kematian adik saya,” ungkapnya.

Pasca dilaporkan ke Polres Samosir, telah ada 3 orang saksi yakni bermarga Panjaitan, Simandalahi dan boru Simarmata yang sudah dimintai keterangannya oleh pihak Polres Samosir.

Dan hari ini, Sabtu, 20 Februari, guna memastikan penyebab kematian Ingat Simandalahi, kepolisian membongkar makam jenazah dengan melibatkan dokter forensik dari Polda Sumut.

Gali kubur Ingat Simandalahi ini dipimpin langsung Kapolres Samosir melalui Kasatreskrim, AKP Suhartono bersama tim dokter forensik Polda Sumatera Utara dipimpin Dr.Surjit Singh,SpFM (K). Dan disaksikan pihak keluarga serta masyarakat sekitar.

Sebelum pembongkaran makam dilakukan Kasat Reskrim menyatakan semua pihak harus mendukung proses hukum yang berjalan.

Menurutnya kegiatan ini adalah proses hukum yang harus dihormati bersama dan setelah ini diharapkan semua pihak sama-sama menunggu hasil autopsi.

“Ini adalah proses hukum dan mari kita dukung. Mari kita sama-sama menghormati proses yang berjalan dan menunggu hasil nantinya,” ujar Kasat Reskrim Polres Samosir, AKP Suhartono SH.

Tim forensik melakukan pembongkaran makam dengan menutup lokasi makam dan memasang garis police line di bawah pengamanan pihak kepolisian yang bekerja kurang lebih 2 jam lamanya. Setelah selesai otopsi, jenazah Ingat Simandalahi dimakamkan kembali.(SBS).
×
Berita Terbaru Update