-->

Notification

×

iklan

Iklan

Plt Bupati Sidoarjo Meninggal Karena Covid-19, Istrinya Dinyatakan Positif

Minggu, 23 Agustus 2020 | 00.43 WIB Last Updated 2020-08-22T17:43:54Z
Plt Bupati Sidoarjo meninggal dunia.(Photo:detik.com).
Sidoarjo(DN)
Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin atau Cak Nur yang meninggal pada Sabtu, 22 Agustus 2020 sekira pukul 15.10 Wib, dipastikan karena positif COVID-19. Tak hanya itu, istri almarhum Hj Turidatus Salimah kini dinyatakan positif.

Kepala Dinkes Sidoarjo dr Syaf Satriawarman mengatakan ibu tiga anak tersebut saat ini telah menjalani isolasi mandiri di kediamannya. Sebab, istri Cak Nur diketahui berstatus probable atau tanpa ada gejala (OTG).

"Ya karena tidak ada gejala, maka isolasinya di rumah," beber Syaf kepada wartawan, Sabtu (22/8/2020).

"Insyaallah kondisinya aman terpantau dan besok akan kami lakukan penyemprotan semua rumahnya," imbuhnya.

Menurut Syaf, saat ini baru istri Cak Nur yang diketahui positif COVID-19. Sedangkan keluarga lainnya belum diketahui. Untuk itu, pihaknya akan melakukan swab yang akan dilaksanakan hari Senin (24/8/2020).

"(Anak-anaknya) belum. Makanya akan kami lakukan swab pada Senin dan seluruh kontak erat di keluarga semua juga akan diswab. Mulai dari sopir, ajudan, juru masak semuanya," tuturnya.

"Ibu diketahui positif karena swabnya bareng sama bapak (Cak Nur) tadi. Jadi hasilnya swab bapak positif, ibu juga positif," tandas Syaf.

Wakil Bupati Sidoarjo H Nur Ahmad Syaifuddin meninggal dunia. Pria yang juga Plt Bupati Sidoarjo meninggal pukul 15.10 dipastikan karena COVID-19. Sebelumnya pagi tadi pukul 09.00 WIB Nur Ahmad mengeluh sesak nafas.

Dirut RSUD Sidoarjo dr Atok Irawan menceritakan jika pria yang juga Wakil Bupati Sidoarjo mengeluh badan panas dan batuk sepulang dari Jakarta, Rabu (19/8/2020) dan minta diperiksa.

"Memang hari Rabu (19/8) sepulang dari Jakarta saya ditelepon untuk minta foto thorax. Keluhannya kan batuk, panas," beber Atok kepada wartawan saat di Pendopo Bupati Sidoarjo.

Atok menambahkan atas permintaan itu, pihaknya kemudian melanjutkan pemeriksaan paru dengan foto thorax. Pemeriksaan itu dilakukan sekitar pukul 02.00 WIB dan diketahui ada pneumonia di parunya.

Karena hasil tersebut, Atok kemudian menyarankan untuk dilakukan rawat inap di rumah sakit. Tapi, Cak Nur menolak dan hanya minta obat. Sebab sorenya harus menghadiri rapat paripurna.(DN/detik.com).
×
Berita Terbaru Update