-->

Notification

×

iklan

Iklan

Petani Tadah Hujan Gagal Panen, Komisi II DPRD Samosir Minta Pemkab Bangun Irigasi

Kamis, 23 April 2020 | 16.00 WIB Last Updated 2020-04-23T09:43:12Z
Komisi II DPRD Samosir saat terjun ke lapangan melihat kondisi padi petani yang gagal panen karena kemarau.
Samosir(DN)
Dampak musim kemarau beberapa bulan terakhir ini menggoreskan pilu bagi sejumlah petani tadah hujan di Desa Palipi, Kecamatan Palipi, Kabupaten Samosir.

Pasalnya, memasuki masa panen, tapi yang tampak dalam raut wajah para petani bukanlah kegembiraan karena panen telah tiba tetapi tanaman padi mereka gagal panen.

DPRD Samosir melalui Komisi II yang membidangi pertanian saat melakukan monitoring ke Desa Palipi, Rabu, 22 April 2020 melihat langsung kondisi tanaman padi para petani itu.

Amanat di lapangan, monitoring yang dipimpin langsung ketua komisi II, Pardon Me Lumban Raja bersama Wakil Ketua, Polma Hasehaton Gurning, dan Suhanto Sitanggang, Haposan Sidauruk serta Sorta Siahaan. Dan didampingi Dinas Pertanian melalui PPL ini, tampak padi petani menguning seperti siap untuk dipanen.

Akan tetapi, kuningnya padi tersebut, bukanlah karena jelang panen. Melainkan bulir-bulir padi itu sudah kering, kosong tanpa isi. Sehingga tanaman para petani kali ini gagal total.

Kepada wartawan, Wakil Ketua Komisi II, Polma Hasehaton Gurning menuturkan, setidaknya ada sekitar 20 hektar tanaman padi petani tadah hujan di Desa Palipi yang gagal panen gara-gara kemarau.

Atas kondisi kurang menyenangkan yang menimpa banyak petani ini, Politisi Nasdem tersebut menanggapi serius. Ia mengaku prihatin terhadap musibah yang merugikan para petani tersebut dan meminta kepada pemerintah untuk segera turun tangan.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Samosir, Polma Hasehaton Gurning saat menyaksikan langsung tanaman padi petani yang gagal panen.
"Banyak tantangan petani, mulai dari minimnya ketersediaan irigasi air ke sawah hingga resiko banyak terkena serangan berbagai jenis hama yang mengancam gagal panen. Kalau tidak ada perhatian serius dari pemerintah bukan tidak mungkin jumlah mereka akan terus berkurang," jelas Polma Hasehaton Gurning.

Menurutnya, kehadiran pemerintah mulai dari memberikan pendampingan hingga sarana dan prasarana pertanian yang modern akan sangat membantu. Tidak hanya mengurangi resiko gagal panen akan tetapi lebih dari itu mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen.

Diterangkan Ketua Fraksi Nasdem itu, kendala para petani tadah hujan di Palipi ini karena tidak adanya jaringan irigasi maupun pompanisasi, sehingga kedepan, dirinya bersama Komisi II DPRD Samosir akan mendorong Pemkab Samosir agar segera dibangun.

"Kita minta Pemkab Samosir membangun irigasi atau pompanisasi. Karena memang lokasi tersebut cocok untuk menjadi persawahan. Namun tanaman padi mereka sering gagal panen karena musim yang tidak menentu," ujarnya.

Sembari menunggu pembangunan tersebut, dirinya meminta para petani menyiasati dengan menanam tanaman lain yang tidak membutuhkan asupan air yang banyak. Seperti tanaman jagung atau bawang.

"Mengingat musim yang tidak menentu, sementara irigasi tidak ada, kita harapkan para petani di Palipi tetap bertani dengan mengganti tanaman padi dengan tanaman yang lain," pungkasnya.(SBS).
×
Berita Terbaru Update