![]() |
| KMM Cabang Porsea kenalkan produk KMM ke sekolah-sekolah. |
Porsea(DN)
Bukan hal mudah dalam mengembangkan usaha koperasi di tengah persaingan yang semakin ketat baik dengan sesama koperasi maupun lembaga keuangan lainnya. Ditambah dengan citra miring koperasi.
Kita tak menampik jika di lapangan ada koperasi abal-abal yang merusak citra koperasi. Mulai dari cara penagihan yang kasar sampai suku bunga pinjaman yang mencekik. Akibatnya, anggota atau masyarakat memandang semua koperasi berperilaku sama.
Tak hanya itu, banyak masyarakat yang pernah mengalami kasus investasi bodong, uang simpanan dibawa kabur pengurus, atau mengalami gagal bayar yang membuat trauma sehingga kesannya koperasi menjadi abal-abal. Padahal tidaklah demikian, itu hanya segelintir pihak yang memanfaatkan dan merusak nama koperasi yang benar-benar melaksanakan prinsip dan jati diri koperasi seperti Koperasi Simpan Pinjam Makmur Mandiri.
Oleh karenanya, kedekatan emosional melalui komunikasi maupun sosialisasi yang intens diperlukan agar masyarakat menerima informasi yang utuh tentang cara berkoperasi yang benar. Hal inilah yang berusaha dilakukan Manajer Koperasi Simpan Pinjam Makmur Mandiri (KMM) Cabang Porsea, Hogi Iwan Siringoringo. Meski ditengah tantangan tersebut, tak menyurutkan langkahnya bersama tim untuk terus mengedukasi masyarakat.
Kali ini Manajer KMM Cabang Porsea, Hogi Siringoringo bersama tim mengenalkan produk-produk Koperasi Simpan Pinjam Makmur Mandiri ke sekolah-sekolah yakni, UPTD SD Lumban Holbung, Kecamatan Uluan dan UPTD SD Silamosik I, Kecamatan Porsea Kabupaten Toba.
![]() |
| Promosi KMM Cabang Porsea ke sekolah-sekolah. |
Dalam pemaparannya, Hogi menguraikan profil, legalitas hukum, visi-misi, budaya kerja, hingga perkembangan skala organisasi Koperasi Simpan Pinjam Makmur Mandiri terkini. Dikatakan, KMM merupakan koperasi nasional yang diakui Kemenkop. Hingga per 31 Agustus, KMM memiliki 203 cabang yang tersebar di 25 propinsi dengan anggota sebanyak 168.585 dan aset mencapai 1,4 triliun lebih.
Selain memaparkan perkembangan lembaga, tim manajemen turut mengedukasi masyarakat mengenai ragam produk keuangan, seperti berbagai pilihan simpanan maupun pinjaman yang dimiliki KMM.
"KMM memiliki produk simpanan maupun pinjaman bervariasi yang memudahkan anggota untuk menyimpan dana maupun memanfaatkan layanan pinjaman sesuai dengan keperluan. Misalnya dalam menabung, jika ingin mendapat margin yang lebih tinggi maka dapat memilih Simpanan Berjangka. Namun jika ingin merencanakan pendidikan anak di masa depan dengan nyaman dapat memilih produk Simpanan Berencana Pendidikan dan berbagai produk KMM lainnya," ujar Manajer KMM Cabang Porsea, Selasa, 22 September 2026.
Dikatakan Hogi, sebagai koperasi yang sehat, KMM taat kepada Peraturan Menteri Koperasi dan UKM RI Nomor 8 Tahun 2023 Tentang Usaha Simpan Pinjam Koperasi. Dalam peraturan tersebut diatur batas maksimal suku bunga pinjaman yang boleh ditawarkan koperasi adalah paling tinggi 24% per tahun atau maksimal 2% per bulan. Sementara itu, imbalan atau bunga simpanan yang diberikan kepada anggota dibatasi paling tinggi 9% per tahun. Regulasi ini bertujuan untuk melindungi anggota dari praktik rentenir berkedok koperasi serta memastikan tata kelola koperasi yang sehat.
Ia menambahkan, setiap dana yang disimpan di KSP Makmur Mandiri dijamin aman dan dikelola secara profesional oleh pengurus, manager dan seluruh staff. Sebagai bukti simpanan, diterbitkan sertifikat simpanan yang ditandatangani Ketua/Direksi dan dibubuhi materai/stempel KSP Makmur Mandiri.
"Masyarakat tidak perlu ragu bergabung menjadi anggota Koperasi Simpan Pinjam Makmur Mandiri, karena KMM menjalankan usahanya sesuai peraturan perundangan-undangan perkoperasian, juga merupakan koperasi yang berstatus 'sehat' yang diakui Kementerian Koperasi Republik Indonesia dan koperasi berprestasi di tingkat nasional," pungkasnya.(SBS).



