-->

Notification

×

iklan

Iklan

FB-IMG-1761548249303

Perayaan HPN, Vandiko Gultom Akomodir Permintaan Ketua SMSI Samosir Terkait UKW

Senin, 09 Februari 2026 | 18.27 WIB Last Updated 2026-02-09T11:39:58Z
Perayaan Hari Pers Nasional ke-80 yang digelar wartawan dari berbagai media yang bertugas di Kabupaten Samosir.

Samosir(DN)

Peringatan Hari Pers Nasional di Kabupaten Samosir, digelar di Kezia Beach Desa Siopat Sosor Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Senin (9/2/2026) 


Kegiatan dengan tagline "Tidak ada kebebasan pers tanpa demokrasi. Dan tidak ada demokrasi tanpa kebebasan pers" merupakan kegiatan inisiasi dari wartawan yang bertugas di Samosir. 


Efendy Naibaho ketua Panitia pelaksanaan HPN Ke-80 tingkat Kabupaten Samosir dalam sambutannya menyampaikan bahwa awal peringatan Hari Pers bersamaan berdirinya Organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) 9 Februari 1946 di Surakarta, Jawa Tengah.


"Berjalannya waktu yang lama dan perjuangan yang kuat, Berkat adanya usulan dari Dewan Pers waktu itu pada Pemerintah, tahun 1985, Presiden RI, Soeharto secara sah menetapkan tanggal 9 Februari sebagai Hari Pers Nasional," ucap Efendy Naibaho.


Ketua SMSI Samosir Tetty Naibaho dalam sambutannya menyampaikan bahwa pers, media dibawah naungan Dewan Pers. "Kami berharap jajaran Pemkab Samosir tidak anti pers dan tidak anti kritik. Pers juga ikut membangun Samosir melalui tulisan baik itu berupa kritikan," ujar Tetty. 


Lebih lanjut Tetty menjelaskan bahwa di Samosir belum ada 30 orang wartawan yang bersertifikat. "Kami berharap Pemkab Samosir bisa memfasilitasi Uji Kompetensi Wartawan. Kepada kawan-kawan jurnalis, selamat merayakan Hari Pers. Tetap merdeka dalam berpikir, berani dalam bersuara dan setia kepada kepentingan publik," harap Tetty. 

Ketua DPRD Samosir menyuapi Bendahara SMSI Samosir.

Sementara Nasip Simbolon Ketua DPRD Samosir menyampaikan bahwa media adalah mitra pemerintah mulai dari pusat sampai ke daerah. Media juga sebagai corong pemberitaan kinerja pemerintahan Kabupaten Samosir.


"Kami harapkan dalam penulisan berita secara profesional dan bukan opini. Kami sebagai DPRD juga berfungsi sebagai pengawasan dalam pembangunan yang dilaksanakan pemerintahan kabupaten Samosir. Mendukung pemerintah, bukan berarti tidak mengkritisi," sebut Nasip Simbolon.


Sementara Bupati Samosir Vandiko T. Gultom dalam sambutanya menyampaikan bahwa yang diberitakan para pers adalah benar. "Karena pers yang turun ke lapangan dan yang melihat fakta lapangan. Kami berharap kedepan Pemkab Samosir dan pers dapat bermitra," ucap Bupati Samosir.


Menanggapi usulan Uji Kompetensi Wartawan, Bupati Samosir Vandiko Gultom mengatakan bahwa hal tersebut sangat bermanfaat. "Uji Kompetensi Wartawan itu penting. Guna meningkatkan profesional dalam menjalankan tugas. Mungkin bisa di tahun 2027, tapi kalau memungkinkan di P-APBD tahun ini akan kita usulkan. Kepada Kadis Kominfo untuk berdiskusi dengan pers atau organisasi yang ada," jelas Vandiko. 


Wakil Bupati Samosir Ariston Sidauruk  menyampaikan bahwa pemberitaan yang dilakukan para awak media agar kiranya dapat meningkatkan kemajuan kabupaten Samosir khususnya di sektor pariwisata.


Peringatan HPN tersebut juga dihadiri Ketua Bawaslu Samosir Robinson Simarmata, perwakilan Polres Samosir, Para Asisten, OPD dan Camat Pangururan Robintang Naibaho.(tim).

×
Berita Terbaru Update