-->

Notification

×

iklan

Iklan

IMG-20240404-WA0000

Idap Penyakit Atresia Ani, Ignatius Gultom Butuh Uluran Tangan Untuk Biaya Pengobatan

Jumat, 29 Maret 2024 | 11.53 WIB Last Updated 2024-04-01T05:01:54Z
Ignatius Gultom, pengidap penyakit Atresia Ani.(ist).
Samosir(DN)
Manorang Gultom, orangtua dari Ignatius Gultom, warga Desa Saor Nauli Hatoguan, Kecamatan Palipi Kabupaten Samosir, memohon bantuan dari Pemerintah Kabupaten Samosir, ataupun pihak lainnya untuk pengobatan anaknya yang menderita penyakit atresia ani (anus imperforata).

Ignatius yang memiliki kelainan sejak lahir ini, adalah anak ke-2 dari 6 bersaudara, ia terpaksa harus buang air besar lewat lubang di perutnya, dan ditampung dengan plastik yang ditempel pakai double tip karena keterbatasan biaya. 

Manorang, ayah dari Ignatius, melalui telepon selulernya kepada wartawan, menyampaikan permohonannya kepada Pemkab Samosir maupun pihak lainnya, Kamis, 28/03/2024.

"Bagaimanalah supaya anak saya ini bisa sembuh dan bisa menjalani hidup normal seperti kita ini, kami pihak keluarga mengakui dan terbukti adalah orang miskin," katanya.

Menurut keterangan dari Manorang, Ignatius yang mengalami penyakit yang cukup langkah ini, sejak dia lahir sudah menjalani 4 kali operasi. Tidak hanya kelainan di bagian anus, Ignatius juga mengalami pembocoran di bagian jantung. Tidak hanya itu, sebelum dioperasi, Ignatius juga pernah mengalami kesulitan pada saat buang air kecil, karena dia juga memiliki kelainan di bagian kelamin.

Pada bulan Januari Tahun 2017, kata Manorang, sejak pindah dari Medan ke Samosir, pihak keluarga selalu kesulitan untuk biaya pengobatan anaknya. "Memang kalau untuk biaya perawatan dan biaya operasi ataupun biaya Rumah Sakit, itu adalah BPJS, namun biaya lainnya, seperti penginapan, makan, ongkos dan biaya lainnya tidaklah sedikit. Bahkan 8 bulan terakhir ini, kami sudah menghabiskan sekitar 80 juta," jelasnya.

Ditambahkannya lagi, dalam proses pengobatan anaknya, beberapa bulan terakhir ini, sudah lebih 40 kali harus bolak balik ke Rumah Sakit Adam Malik Medan.

Masih kata Manorang, direncanakan, pada bulan April ini, Ignatius akan menjalani operasi besar, dan kemungkinan akan menjadi operasi yang terakhir, agar bisa hidup normal seperti pada umumnya. Dia juga meminta dukungan dan doa ataupun bantuan lainnya dari semua pihak untuk kelancaran proses operasi anaknya.

Perlu disampaikan, bahwa pihak keluarga sudah pernah menerima bantuan sekitar 60 Juta Rupiah, berkat kerja sama Cogan Sitanggang, pengelola perpustakaan keliling Kabupaten Samosir dengan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Samosir, Jhonson Gultom.

Kata Cogan, pada awalnya dia  mengenal dan mengetahui kondisi Ignatius, pada saat dia bekerja ke sekolahnya. Sejak saat itu, Cogan terus berupaya untuk mengumpulkan dana untuk pengobatan Ignatius, bahkan dia memanfaatkan akun tiktoknya untuk  pengumpulan dana demi kesembuhan anak yang masih berusia 9 tahun ini.

"Ia, sejak saya mengenal Ignatius, saya selalu berupayah untuk mencari dana, saya juga meng-uploadnya di akun tiktok saya, dan dari sana sudah terkumpul lebih 10 juta, dan langsung ditransfer ke rekening orangtuanya," tuturnya.

Atas upaya yang dilakukan Cogan, Manorang sendiri sangat berterima kasih, "Menurut saya, Pak Sitanggang itu adalah malaikat yang dititip Tuhan untuk menolong anak saya ini," katanya. 

Di hari yang berbeda, hal ini pun diceritakan Cogan kepada Roland Sitanggang, Ketua PBB (Pemuda Batak Bersatu) Kabupaten Samosir, dan selanjutnya Roland menyampaikan hal tersebut kepada Bupati Samosir, dan seterusnya Roland bersama Cogan mempertemukan Ignatius beserta keluarga dengan Bupati Samosir yang diwakili Direktur Rumah Sakit, Dr. Iwan Sihaloho.

Iwan pun menyampaikan akan membantu keluarga dalam proses pengobatan Ignatius, apalagi pada saat operasi tahap akhir di bulan April mendatang.(ril).
×
Berita Terbaru Update