-->

Notification

×

iklan

Iklan

FB-IMG-1761548249303

RAT Tahun Buku 2025, Aset KMM Tembus 1,5 Triliun Dengan Anggota Sebanyak 174 Ribu

Kamis, 05 Maret 2026 | 13.32 WIB Last Updated 2026-03-05T07:58:09Z
Laporan Ketua KMM, Drs Tumbur Naibaho MM FSAI pada RAT KMM Tahun Buku 2025.

Bogor(DN)

Koperasi Simpan Pinjam Makmur Mandiri (KMM) semakin menunjukkan kemampuan menata organisasi dan keuangan secara profesional. Hal ini tergambar lewat kinerja KMM sepanjang tahun 2025 yang tetap terjaga dan solid dalam melayani anggota. Pertumbuhan usaha yang terus meningkat ini pun semakin menumbuhkan optimistis KMM akan tumbuh lebih baik ke depan.


Optimisme ini jua yang diungkapkan Ketua KMM, Drs Tumbur Naibaho MM FSAI pada laporan pertanggungjawaban pengurus yang ia sampaikan pada Rapat Anggota Tahunan (RAT) KMM Tahun Buku 2025, yang dihelat di New Karwika Mandiri Hotel dan Resort Cisarua Puncak Bogor, Jawa Barat, Kamis, 5 Maret 2026.


Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Makmur Mandiri Tahun Buku 2025 yang mengangkat tema "Melayani dengan Juara & Sehat, bertumbuh bersama 1.000 Anggota & Modal Usaha 2 M tiap Kantor Cabang," ini resmi dibuka oleh Menteri Koperasi Republik Indonesia melalui sekretarisnya, Ahmad Zabadi, S.H., M.M.

Aset KMM mencapai 1,5 Triliun di Tahun 2025.

RAT tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat dari Kementerian Koperasi. Hadir di antaranya Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi, Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Henra Saragih, Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Panel Barus, Deputi Bidang Pengawasan Koperasi Herbert Siagian, serta Elviandi R.S. selaku Asisten Deputi Pengembangan Produksi.


Perwakilan Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Kementerian Koperasi (LPDB-KUMKM), Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga hadir, di antaranya Dr. Daniar Ahmad Nurdianto, Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengawasan Koperasi Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat.


Turut hadir pula perwakilan  Dinas Koperasi dari Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Serang, Banten, Tangerang, dan Karawang, pengurus Koperasi BMI, perwakilan Forkom KBI, 203 manajer KMM, korwil, staf wilayah, pengurus, pengawas dan penasehat pusat KMM dan sejumlah anggota serta anggota yang menyaksikan melalui siaran langsung YouTube dan Instagram.

5 anak perusahaan KMM turut mencatatkan laba di Tahun 2025.

Ketua KMM, Drs Tumbur Naibaho MM FSAI pada laporannya menyampaikan, tahun 2025 KMM menutup kinerja usaha dengan membukukan sebanyak 174.848 orang anggota, naik 44,61 % dari sebelumnya di tahun 2024 sebanyak 120.907 anggota.


Pertumbuhan anggota ini berimplikasi positif pada kenaikan aset sebesar 11,57% dari Rp 1,353 pada 2024 menjadi Rp 1,510 triliun di tahun 2025. Pada periode sama, besarnya partisipasi anggota terlihat pada kenaikan simpanan sukarela sebesar 5,22% dari Rp925 miliar menjadi Rp973 triliun. Volume usaha di tahun 2025 sebesar 1 triliun lebih.


Untuk SHU KMM mengalami penurunan sebesar 24,17 %, dari 13 miliar di tahun 2024 menjadi 6,3 miliar di tahun 2025. Penurunan itu, jelas Tumbur Naibaho, dikarenakan sejak tahun 2025 KMM telah menerapkan Peraturan Menteri Koperasi dan UKM (Permenkop) Nomor 2 Tahun 2024 tentang Kebijakan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Privat (SAK-EP).

Pemerintah mempercayakan KMM dalam mensukseskan pemulihan ekonomi dengan dana mencapai 430 Miliar Rupiah.

"SHU KMM tahun 2025 ini mencapai 20 Miliar, tetapi karena KMM telah menerapkan Peraturan Menteri Koperasi dan UKM (Permenkop) Nomor 2 Tahun 2024, sehingga SHU yang bisa dibagikan ke anggota sebanyak 6,3 Miliar. Sedangkan sisanya 13,7 Miliar akan dibagikan pada RAT Tahun Buku mendatang," ungkap Ketua KMM, Drs Tumbur Naibaho MM FSAI.


Dalam RAT itu, Ketua KMM, Drs Tumbur Naibaho MM FSAI mengumumkan bahwa kantor cabang KMM berjumlah 203 Cabang tersebar di 25 Provinsi di Indonesia. Terbanyak di Provinsi Jawa Barat dengan 70 kantor, Sumatera Utara 46 kantor, Banten 18 kantor, Jawa Tengah 14 kantor, Riau 9 kantor, Jawa Timur 8 kantor, Kepulauan Riau 7 kantor, Bali 5 Kantor, Lampung 4 kantor, dan DKI Jakarta 3.


Selanjutnya, di DI.Yogyakarta, Provinsi Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan, masing-masing 2 kantor. Serta Provinsi Jambi, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Bengkulu, Bangka Belitung, NTB, NTT, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara, masing-masing ada 1 kantor.

Daftar sebaran 203 cabang KMM di 25 Propinsi se-Indonesia.

Tumbur Naibaho juga menjelaskan, bahwa saat ini KMM memiliki 5 anak perusahaan yang aktif dan telah menghasilkan keuntungan. Diantaranya, PT Karunia Putri Sejati, mengelola SPBU Pangururan Kabupaten Samosir, PT Dipa Citra Narpati, mengelola SPBU di Kabupaten Klaten Jawa Tengah, PT Mobilindo Makmur Mandiri, PT Tunas Makmur Mandiri dan PT Tao Toba Makmur Mandiri. Asset dari ke 5 PT tersebut pada tahun 2025 mencapai Rp 184 Miliar dengan laba mencapai Rp 2,3 Miliar.


Selain itu, Koperasi Makmur Mandiri turut serta berperan dalam mensukseskan program Pemerintah dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional di masa Covid-19. Sebagai Mitra Pemerintah melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Kementerian Koperasi UKM, KSP Makmur Mandiri dipercaya menyalurkan dana untuk modal usaha produktif para anggota dengan total dana 2020-2025 sebesar Rp 430.000.000.000,-.


Keberhasilan KMM mencatat kinerja usaha yang terus bertumbuh ini, kata Tumbur tidak lepas dari kinerja baik para pengurus KMM mulai dari pemasaran, hingga pengurus pusat. Hasil baik KMM pada 2025 ini juga tidak lepas dari partisipasi anggota yang bersinergi dengan kinerja ciamik para karyawan.


"Kami pengurus KMM, mengucapkan terimakasih atas dukungan anggota yang sebesar-besarnya sehingga dari tahun ke tahun KMM terus bertumbuh dan juga terima kasih atas dedikasi para karyawan yang terus meningkat kinerja," sebut Ketua KMM Drs Tumbur Naibaho MM dalam sambutannya.


Pada kesempatan itu, KMM memberikan apresiasi kepada 57 Manajer Kantor Cabang yang sukses mencetak pencapaian SHU di atas 500 juta, 11 diantaranya mencapai SHU di atas Rp1 hingga Rp2 miliar.


"Pada kesempatan hai ini kami juga menyampaikan terima kasih banyak kepada Pemerintah melalui LPDB Kemenkop yang telah mempercayakan KMM untuk penyaluran dana pemerintah guna meningkatkan modal usaha yang disalurkan kepada anggota KMM," ungkapnya.(SBS).

×
Berita Terbaru Update