-->

Notification

×

iklan

Iklan

IMG-20240404-WA0000

Persoalan Sampah Tak Kunjung Tuntas, Warga Sekitar Keluhkan Bau Menyengat dari TPA Tele

Selasa, 24 Mei 2022 | 08.24 WIB Last Updated 2022-05-24T05:28:48Z
Anggota DPP KoMPas, Ranto Limbong soroti persoalan sampah di TPA Tele.
Samosir(DN)
Warga Hariara Pintu, Kecamatan Harian Kabupaten Samosir mengeluhkan bau busuk yang berasal dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tele. Bau busuk tercium warga yang bermukim di sekitar TPA dan masyarakat yang bertani.

Serap aspirasi masyarakat, rombongan DPP Dewan Pimpinan Pusat Komunitas Masyarakat dan Perantau Asal Samosir (KoMPas) pun turun langsung meninjau lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di kawasan Areal Penggunaan Lain (APL) di Jalan Batu Napal Desa Hariara Pintu Kecamatan Harian Kabupaten Samosir, Senin (23/5).

Dari sejumlah warga yang ditemui, mengaku resah dengan bau busuk tersebut. Pak Tati Silaban misalnya, ia merasa terganggu dengan bau tersebut. Menurutnya, bau itu telah menggangu aktivitas warga terlebih yang hendak melintas dan beraktivitas ke ladang.

Warga sekitar juga, menyesalkan tindakan Pemkab Samosir yang membuang sampah di jalan pintu masuk, sehingga menimbulkan bau dan kerumunan lalat hijau.

"Akibat lalat hijau beterbangan ke areal perladangan masyarakat, tanaman kami jadi tergantung. Dan harus menambah biaya pertanian untuk membeli racun insektisida," ujarnya.

"Kami memohon kepada Dinas Lingkungan Hidup untuk membuang sampah di lokasi TPA yang sudah digali dan ditimbun serta ditanami pohon," pinta warga.

Salah satu pengurus DPP KoMPas, Ranto Limbong meminta Bupati Samosir untuk serius menangani persoalan sampah ini. "Kami sudah tinjau langsung lokasi TPA, itu tidak layak dan tak pantas," ujar Ranto Limbong.

"Kita sangat sesalkan, hingga saat ini, masalah sampah tak kunjung tertangani dengan baik. Pengelolaan TPA di APL Tele sangat buruk," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samosir Edison Pasaribu yang dikonfirmasi, pihaknya menanggapi menumpuknya sampah di jalan pintu masuk TPA, "Itu sudah kawasan TPA," katanya.

Menurutnya, truk pengangkut selalu menaruh sampah ke ujung TPA, namun saat hujan, truk tidak sanggup sampai ke ujung karena jalan berlumpur, akhirnya dimana yang bisa dibuang langsung dibuang, menunggu alat dari dinas PUTR turun.

"DLH memang berharap agar alat berat excavator bisa turun tiap bulan, sehingga sampah benar-benar bisa teratasi, digeser dari depan jalan masuk," pungkasnya.(ril).
×
Berita Terbaru Update