-->

Notification

×

iklan

Iklan

IMG-20220326-WA0052

Atensi Presiden Jokowi, Kawasan Wisata Tomok Segera Ditata

Sabtu, 14 Mei 2022 | 01.03 WIB Last Updated 2022-05-14T05:04:22Z
Kunjungan kerja Presiden Jokowi ke Kabupaten Samosir pada Februari 2022 lalu.
Samosir(DN)
Bupati Samosir Vandiko T. Gultom beserta jajaran mengikuti pembahasan bersama melalui zoom meeting dengan Dirjen Cipta Karya untuk membahas penataan Kawasan Tomok dalam rangka mendukung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba, Jumat (13/5), di ruang kerja bupati.

Rapat yang diinisiasi oleh Direktorat Pengembangan Kawasan Pemukiman (PKP) ini untuk melihat kesiapan lahan kegiatan dalam penataan kawasan Tomok Kabupaten Samosir.

Kasubdit Wilayah I Direktorat Pengembangan Kawasan Pemukiman (PKP), Airin menjelaskan bahwa wilayah Tomok ini merupakan salah satu perintah langsung dari Presiden RI Joko Widodo untuk bisa dilakukan penataan, dan wilayah ini merupakan salah satu prioritas dalam pengembangan KSPN Danau Toba yang mana menjadi salah satu pintu masuk menuju Kabupaten Samosir.

Sementara itu, Bupati Samosir Vandiko Gultom sangat mengapresiasi Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR RI yang telah mendukung upaya percepatan penataan kawasan Tomok sebagai salah satu ikon wisata di Kabupaten Samosir.

Kedepan bupati berharap, semua stakeholder yang terlibat dapat terus berkoordinasi agar setiap permasalahan dapat diselesaikan secara bersama dan penataan Kawasan Tomok bisa direalisasikan.

Secara teknis juga, Kepala Bappeda Kabupaten Samosir Rajoki Simarmata menjelaskan untuk penataan Kawasan Tomok yang mengkonektivitaskan tiga pelabuhan yang ada di Desa Tomok Parsaoran dan Desa Tomok Induk.

Dari hasil pendataan dan komunikasi dengan seluruh masyarakat yang terimbas pada deliniasi kawasan Tomok, ada sebanyak 27 pemilik lahan di Tomok Parsaoran dan 23 pemilik lahan di Desa Tomok Induk. Dari keseluruhan pemilik lahan tersebut sudah memberikan surat pernyataan dan kesediaan yang sudah disampaikan kepada Kementerian PUPR melalui Dirjen Cipta Karya.

Rajoki juga menjelaskan bahwa sampai saat ini kondisi lahan yang menjadi bagian deliniasi Kawasan Tomok sudah clean and clear. Ia juga mengharapkan agar Detail Engineering Design (DED) yang saat ini sedang disusun oleh konsultan dapat segera diselesaikan, agar bisa didiskusikan kembali dengan masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Samosir.

Untuk membahas penataan Kawasan Tomok lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Samosir akan mengadakan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan semua stakeholder yang terlibat, agar penataan Kawasan Tomok ini dapat mengakomodir semua masyarakat yang terdampak, dan penataan ini bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Samosir.(ril).
×
Berita Terbaru Update