-->

Notification

×

iklan

logog

Iklan

logog

Pusuk Buhit Disepakati Sebagai Titik Awal Peradaban Bangso Batak

Senin, 21 Maret 2022 | 06.30 WIB Last Updated 2022-03-21T06:47:31Z
Pusuk Buhit.
Samosir(DN)
Pusuk Buhit disepakati sebagai titik awal peradaban Bangso Batak. Hal ini terungkap pada Forum Group Discussion yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Samosir selama tiga hari, 17 s.d 19 Maret 2022 di Hotel JTS Hotel Parbaba Kecamatan Pangururan.

Acara ini dibuka oleh Bupati Samosir Vandiko T. Gultom diwakilkan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Hotraja Sitanggang didampingi Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Tetty Naibaho.

Adapun FGD ini digelar untuk mendapatkan kesimpulan, rekomendasi dan tindaklanjut penetapan titik awal peradaban batak. Selain itu, FGD ini juga merupakan upaya pengembangan pemajuan kebudayaan di Kabupaten Samosir dengan menggali dan mengemas cerita tentang titik nol peradaban Batak.

"Serta untuk memperkaya informasi tentang titik awal peradaban Batak yang kemudian diharapkan dapat menjadi daya tarik wisata," sebut Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Samosir, Tetty Naibaho.

Dijelaskan Tetty, setelah melalui diskusi yang dinamis dan penuh dengan pertimbangan dan masukan selama tiga hari, ada sejumlah hal yang disepakati dalam FGD tersebut.

"Titik awal peradaban Batak berada di puncak Dolok Pusuk Buhit, sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari keseluruhan kawasan gunung Pusuk Buhit beserta seluruh keragaman geologis (Geo-Diversity), keragaman hayati (Bio-Diversity), dan keragaman budaya (Culture Diversity)," jelasnya.

Selanjutnya, kawasan Pusuk Buhit dibagi menjadi 3 zona yaitu; Zona Sakral (bagian puncak Pusuk Buhit), Zona Penyangga (bagian tengah gunung Pusuk Buhit), Zona pemanfaatan atau pengembangan (bagian kaki gunung Pusuk Buhit).

Menurutnya, penetapan titik awal peradaban Batak diharapkan memperkuat ideologis peradaban Batak, mendukung pengembangan periwisata yang berbasis ramah lingkungan dan pengembangan ekonomi kreatif masyarakat pada masa mendatang.

"Hal-hal yang disepakati, akan dibentuk legalitas formal sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Kiranya pemikiran dan gagasan yang telah disepakati bersama dapat bermanfaat dalam pengembangan budaya, pariwisata dan peningkatan taraf hidup masyarakat Samosir," pungkas Tetty Naibaho.
FGD titik nol peradaban Bangso Batak.
Adapun narasumber dalam FGD Titik Nol Peradaban Bangsa Batak yakni:
1. Pantas Marroha Sinaga (Ketua Majelis Adat dan Budaya Partungkoan Adat Samosir).
2. Prof. Dr. Robert Sibarani, M,Si (Ketua Lembaga Penelitian USU).
3. Pdt.Dr. Elifer Rajagukguk,M.Sc,M.Th,D.Min (Ketua Persekutuan Gereja-Gereja Pantekosta Indonesia).
4. Brigjen (Purn) Bernard Limbong, S.Sos, SH.,MH (Penulis dan Pemerhati budaya Batak).
5. P. Hasudungan Sirait (Penulis-Jurnalis, pemerhati budaya Batak Toba, Pimpinan Redaksi Kalderakita.com).
6. Jekmen Sinulingga, M.Hum (Dosen Prodi Sastra Batak USU).
7 . Manguji Nababan (Kepala Pusat Dokumentasi dan Pengkajian Kebudayaan Batak UniversitasHKBP Nomensen).
8. Prof. Dr. Albiner Siagian, M.Si (Guru besar USU dan Pemerhati Budaya Batak) .
9. Drs. Mangatas Pasaribu, M.Sn (Dosen UNIMED dan Pemerhati Budaya Batak).
10. Thomson HS (Pemerhati dan Penggiat Budaya).
11. J.L.M Siahaan, MCP (Pelukis dan Pemerhati Budaya).
12. Dr. Ketut Wiradnyana, MSi (Balai Arkeologi Sumut) .
13. GJM. Tuah Purba, SP (Pemerhati Budaya) .
14. T.G. Bakkara Op. Sattirea (Perhimpunan Parbaringin Malim Sisingamangaraja).
15. Waldemar Simamora (Penggiat dan Penulis Budaya Batak dari Taput).
16. Rowilman Malau (Tokoh Masyarakat Kabupaten Humbang Hasundutan).
17. Delphi Masdiana Ujung, SH,M.Si ( Politikus dan Pemerhati/Pelaku Budaya).
18. Budi Parlindungan Hutasuhut (Peneliti, Penulis, Konsultan, Dan Jurnalis).
19. Ir. Mangindar Simbolon, MM (Ketua Harian Geopark Kaldera Toba).
20. Batahan Siringoringo, S.E, M.M (Ketua Lembaga Adat dan Budaya Partungkoan Adat Samosir).(SBS).
×
Berita Terbaru Update