-->

Notification

×

iklan

Iklan

FB-IMG-16165485030001093

Berkat di Awal Tahun, KMM Kembali Dipercaya LPDB-KUMKM Menyalurkan Dana Bergulir

Jumat, 07 Januari 2022 | 14.28 WIB Last Updated 2022-01-07T11:34:40Z
Ketua KMM saat menerima penyaluran dana bergulir dari LPDB-KUMKM Kementerian Koperasi dan UKM RI.
Bekasi(DN)
Berkat di awal tahun 2022 dirasakan Koperasi Simpan Pinjam Makmur Mandiri (KMM). Pasalnya, Kementerian Koperasi dan UKM melalui satker Lembaga Pengelola Dana Bergulir-Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) kembali mempercayai KMM dalam penyaluran dana bergulir dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional.

Jika tahun 2021 lalu KMM dipercaya menyalurkan sebesar Rp 150 miliar, di awal tahun 2022 ini KMM kembali menerima pinjaman modal kerja sebesar Rp 50 Miliar.

Sehingga dana pemerintah yang digulirkan melalui KMM selama 2021-2022 menjadi Rp 200 Miliar. Jumlah modal kerja ini merupakan terbesar diantara koperasi lainnya yang bermitra dengan LPDB-KUMKM.

Penyaluran dana bergulir kepada KMM ini dilangsungkan di Kantor LPDB-KUMKM Kementerian Koperasi dan UKM RI dengan mengundang Dewan Pengurus dan Pengawas KSP Makmur Mandiri serta notaris, yang disaksikan Direktur Bisnis LBDB dengan Ketua KMM, Drs Tumbur Naibaho MM, Kamis, 6 Januari 2022.

Ketua KMM, Drs Tumbur Naibaho MM menyampaikan dana dari LPDB-KUMKM pada pertengahan tahun lalu yang disalurkan dalam Pinjaman Modal Usaha Mandiri (MURI). Pinjaman itu dikhususkan untuk anggota yang terdampak pandemi Covid-19 agar usahanya dapat bangkit kembali. 

"Pinjaman MURI ini sangat bermanfaat karena dapat digunakan oleh anggota terdampak untuk membangkitkan usaha dari hantaman pandemi," ujar Suami Jusniar Simbolon itu.
Berphoto bersama seusai penyerahan dana bergulir.
Menilik pandemi yang belum benar-benar usai, lanjutnya, skema pinjaman ini masih dibutuhkan oleh anggota. Apalagi di segmen mikro kecil yang paling merasakan dampak dari pembatasan-pembatasan yang dilakukan untuk mencegah penularan virus corona.

Agar semakin banyak anggota yang terlayani, KMM menjawab tuntutan itu dengan menambah jumlah kantor layanan di berbagai daerah. Karena itu ekspansi terus digenjot koperasi yang telah memiliki 170 kantor cabang yang tersebar di 23 propinsi se-Indonesia.

Perluasan jaringan kantor cabang ini menandakan komitmen yang kuat dari KMM untuk terus tumbuh bersama anggota. Selain itu, penambahan kantor cabang juga ditujukan untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja.

Saat ini, jumlah karyawan KMM sebanyak 1.400 orang karyawan dan ditargetkan meningkat menjadi 1.600 orang sejalan dengan penambahan kantor cabang tersebut.

Jurus lain untuk menggenjot aset adalah mengerek nilai penyaluran pinjaman. Pada 2022, KMM menargetkan penyaluran pinjaman sebesar Rp1,2 triliun. Pasar utamanya tetap berasal dari kelompok karyawan maupun pelaku usaha mikro kecil yang potensial.

Dengan dukungan tenaga pemasaran yang andal, target penyaluran pinjaman diyakini akan tercapai. Di tengah amukan pandemi Covid-19 pada tahun lalu saja, pinjaman KMM tetap bisa tumbuh. Apalagi dengan kondisi pandemi yang menurun, pinjaman akan semakin deras mengalir.

"Mari bergabung menjadi anggota Koperasi Simpan Pinjam Makmur Mandiri. Hubungi Kantor Pusat KMM di Kota Bekasi Jabar, atau 170 kantor cabang yang tersebar di 23 Provinsi di Indonesia. KMM, dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota," pungkas Putra 12 Bersaudara tersebut.(SBS).
×
Berita Terbaru Update