-->

Notification

×

iklan

Iklan

FB-IMG-16165485030001093

Pasar Percontohan Pangururan Jadi Pilot Project Transaksi Digital Berbasis QRIS

Rabu, 15 Desember 2021 | 18.17 WIB Last Updated 2021-12-16T08:58:14Z
Launching transaksi jual beli berbasis QRIS di Pasar Percontohan Pangururan.
Samosir(DN)
Pasar Percontohan Pangururan terpilih menjadi salah satu pasar tradisional di Indonesia sebagai piloting (uji coba) atau pilot project penerapan program nasional, yakni Sehat, Inovatif dan Aman Pakai Quick Response Code Indonesian Standard (SIAP QRIS) Bank Indonesia (BI).

Sebagaimana diketahui, Pasar Percontohan Pangururan merupakan satu dari 51 pasar rakyat yang tersebar di 49 kabupaten/kota di 34 provinsi yang mendapat program ini dari Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Nomor 729/PDN.3/SD/10/2021 tentang Implementasi Digitalisasi Pasar Rakyat.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Samosir, Hotraja Sitanggang pada launching SIAP QRIS di Pasar Percontohan Pangururan, Rabu, 15 Desember 2021.
Dilanjutkan, bulan Oktober lalu, juga telah diluncurkan penggunaan aplikasi pembayaran non tunai berbasis QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) untuk pembayaran retribusi objek wisata dan pasar di Kabupaten Samosir.

Dan kali ini kata Hotraja, untuk mempermudah transaksi pembayaran di pasar tradisional sekaligus meningkatkan digitalisasi keuangan di masa pandemi Covid-19, aplikasi pembayaran non tunai Sehat, Inovasi dan Aman Pakai (SIAP) QRIS, dilaunching.

"Kita patut berbangga, karena Pasar Percontohan Pangururan merupakan satu dari tiga pasar rakyat di Propinsi Sumatera Utara, yang dipilih untuk menjadi pasar piloting SIAP QRIS," tutur Kepala Bapenda Samosir.
Kepala Perwakilan BI Sibolga menyerahkan bantuan fasilitas wifi gratis kepada perwakilan pedagang Pasar Percontohan Pangururan.
Digitalisasi pasar rakyat ini dilaunching oleh Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom ST dan dihadiri oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sibolga, Aswin Kosotali, Pimpinan Bank Sumut yang diwakili, para pimpinan cabang Bank Sumut Pangururan, BNI, Mandiri dan BRI, pedagang, Camat Pangururan, Kepdes Pardomuan 1 serta Kadis Plt Kadis Perhubungan.

Kepala Perwakilan BI Sibolga, Aswin Kosotali, mengatakan SIAP QRIS adalah bentuk inovasi Bank Indonesia dalam rangka mempermudah transaksi jual beli di pasar rakyat. Dengan bertransaksi menggunakan QRIS, maka tidak perlu lagi menyediakan uang kembalian.

"Pasar Percontohan Pangururan dipilih menjadi program percontohan penerapan QRIS di Sumatera Utara untuk bisa ditiru pasar-pasar tradisional lainnya," bebernya.

Sementara itu, Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom ST saat melaunching, mengucapkan terima kasih kepada pihak perbankan khususnya Bank Indonesia yang telah membantu Pemkab Samosir dalam mendigitalisasi transaksi jual beli di Pasar Percontohan Pangururan.

Bupati Samosir juga berharap dukungan pihak perbankan dalam mendigitalisasi perparkiran, hotel dan sebagainya di Kabupaten Samosir. "Semoga kedepan seluruh transaksi bisa non tunai. Hal ini untuk menekan potential lost terkhusus PAD di Kabupaten Samosir," kata Vandiko.
Bupati Samosir melakukan transaksi jual beli di Pasar Percontohan Pangururan dengan aplikasi QRIS.
Kepada pedagang, Bupati Samosir berpesan agar digitalisasi transaksi jual beli di pasar ini dimaknai sebagai motivasi agar para pedagang berani melangkah menuju perdagangan pasar yang tanpa batas.

"Dunia perdagangan hari ini benar-benar terdisrupsi atau berubah secara besar-besaran, maka bapak ibu jangan lagi berpikir hanya sekedar punya lapak, kios atau toko yang besar dan luas. Itu sekarang bukan jaminan, karena hari ini pasar kita adalah seluas dunia. Sudah waktunya kita menuju market place, dimana kita bisa menjual barang dagangan tanpa batas," pungkasnya.

Dalam acara peresmian tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) kepada pedagang berupa fasilitas wifi gratis yang diharapkan dapat memperlancar transaksi non tunai di Pasar Percontohan Pangururan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sibolga Aswin Kosotali juga memberikan piagam penghargaan kepada Pemkab Samosir atas implementasi elektronifikasi transaksi pemerintah daerah terbaik pada pertemuan tahunan Bank Indonesia Sumatera Utara tahun 2021.

Pimpinan PT. Bank Sumut Medan, diwakili Sabar Ginting mengapresiasi langkah yang ditempuh Pemkab Samosir. Dikatakan, hal ini merupakan langkah yang luar biasa karena beberapa daerah yang ada di Sumatera Utara bahkan Indonesia belum bisa menerapkan sistim ini. 

Sabar Ginting mengajak bank lain di Samosir untuk menyukseskan program tersebut serta bertanggung jawab dan mengedukasi masyarakat Samosir. "Berbagai program lanjutan yang akan diterapkan Pemkab Samosir akan tetap kami dukung termasuk program e-parking," katanya.

Perwakilan pedagang, Sasnaek Naibaho menyambut baik digitalisasi transaksi jual beli di Pasar Percontohan Pangururan. "Kami berharap agar SIAP QRIS ini semakin disosialisasikan kepada semua lapisan masyarakat. Dan para pedagang dilatih agar semua benar-benar bisa menerapkannya, sehingga terwujud kemudahan transaksi jual beli di Pasar Percontohan Pangururan," pungkasnya.

Seusai melaunching, Bupati Samosir bersama Kepala Perwakilan BI Sibolga dan para pimpinan cabang perbankan meninjau transaksi digital di Pasar Percontohan Pangururan dengan berbelanja ke kios yang telah menerapkan SIAP QRIS.

Vandiko mendemokan cara mengunakan aplikasi hanya dengan scan kode QRIS yang terpampang pada salah satu kios. Setelah transaksi, uang langsung masuk ke rekening penjual.(SBS).
×
Berita Terbaru Update