-->

Notification

×

iklan

Iklan

FB-IMG-16165485030001093

Pakai Dana Pribadi, Bupati Muda ini Bangun Rumah Warganya

Sabtu, 30 Oktober 2021 | 02.44 WIB Last Updated 2021-10-30T01:47:19Z
Rusmawati berurai air mata atas kebaikan Bupati Tapteng, Bakhtiar Ahmad Sibarani.
Tapteng(DN)
Setelah gagal berkali-kali bertemu dengan Bupati Tapanuli Tengah, Bakhtiar Ahmad Sibarani, Jumat (29/10) petang, perjuangan Rusmawati membuahkan hasil. Dimana orang nomor satu di Tapteng itu berhasil dipeluknya bahkan berkenan mampir ke rumahnya di Desa Aek Horsik, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Timbulnya niat dan keberanian Rusmawati Sibarani (65), untuk bertemu dengan Bupati, didasari kata hati dan keyakinan atas doanya yang selalu dipanjatkan setiap saat. Selain itu juga, mereka sama-sama marga Sibarani.

Dan momen penutupan turnamen bola voli yang digelar Gardanis (organisasi pemuda masyarakat Nias yang ada di Tapteng) di Desa Aek Horsik, Jumat sore, menjadi kesempatan emas bagi Rusmawati, dimana Bupati bersama dengan rombongan SKPD berkenan hadir menutup turnamen itu. 

Dan kehadiran Bupati ke Aek Horsik menjadi momen yang tepat menurut Rusmawati untuk bertemu.

Betul saja, usai menutup kegiatan itu, Rusmawati yang didampingi tetangganya Nilam Naibaho (60), memberanikan diri menemui Bupati sewaktu hendak masuk ke dalam mobilnya. Bupati pun kaget, ada apa gerangan. 

Dengan berurai air mata, istri dari Amir Hamza Sitompul itu, menumpahkan isi hatinya dan juga menceritakan kondisi rumahnya yang sangat memprihatinkan.

Dengan spontan Bupati langsung mengajak ibu lima orang anak itu untuk melihat rumahnya, yang jaraknya tidak jauh dari lokasi acara Gardanis.

Ditemani gerimis dan jalan yang becek, Bupati Bakhtiar jalan bareng dengan Rusmawati menuju kediamannya. 
Tanpa sungkan dan ragu, Bupati langsung duduk di teras rumah panggung yang terbuat dari papan itu.
Setibanya di rumah Rusmawati, rasa haru langsung terpancar dari wajah Bupati. Ayah dari tiga orang anak itu melihat langsung bagaimana kondisi tempat tinggal Rusmawati.

Tanpa sungkan dan ragu, Bupati langsung duduk di teras rumah panggung yang terbuat dari papan itu. Memang kondisi rumah itu cukup memprihatinkan, dimana dinding rumah hanya terbuat dari papan tipis dan beratapkan rumbia. Dan beberapa tiang penyangga rumah sudah busuk mengakibatkan kondisi rumah miring.

Dengan penuh kasih sayang layaknya seorang anak menemui ibunya, Bupati Bakhtiar berkali-kali memeluk Rusmawati. Bupati berjanji akan membangun rumah Rusmawati. 

Sontak ucapan Bupati itu membuat hati Rusmawati beria-ria dan mengucap syukur.

“Masya Allah, terima kasih ya Allah, ini semua karena berkah-Mu ya Allah. Engkau menggerakkan hati Bapakku ini Pak Bupati, mau datang ke rumahku. Terima kasih ya Allah,” ucap Rusmawati berkali-kali.

Pada kesempatan itu pun Bupati memastikan, bahwa besok, Sabtu (30/10) rumah Rusmawati mulai dibangun pakai uang pribadinya.

“Kita bangun pakai uang pribadi kami. Karena kalau pakai APBD masih melalui proses yang panjang. Jadi, besok sudah mulai proses pembangunan dan barang-barang bangunan sudah masuk,” kata Bupati.  

Sementara Rusmawati yang sehari-hari hanya mengambil lidi kelapa untuk dijual menjadi sapu, hanya bisa menangis haru dan memeluk Bupati. Ucapan syukur allamdulillah selalu terucap darinya.

Rusmawati memang sudah lama tinggal di Desa Aek Horsik bersama suaminya yang sudah berusia 70 tahun. Mereka berasal dari Tukka. Kondisi ekonomi kedua lansia ini memang memprihatinkan. Sehari-hari keduanya hanya bisa mengambil lidi kelapa untuk dijadikan sapu, dan dijual seharga Rp3.000/ikat.

Rusmawati memang dikaruniai 5 orang anak, dua perempuan dan tiga laki-laki. Dua orang anaknya pergi merantau, tetapi tidak pernah ada kabar sampai saat ini. Sementara satu orang putranya yang tinggal menemainya di rumah itu mengalami gangguan mental. Dan anaknya yang dua lagi kehidupannya juga memprihatinkan.

Dan sebelum ketemu dengan Bupati petang itu, dia bersama suaminya dan tetangganya Nilam Naibaho terus berdoa dan berdoa, agar kiranya dapat ditemukan dengan Bupati Bakhtiar. 

Pasalnya, sudah berkali-kali mereka menemui Bupati namun selalu gagal. Atas dasar itulah, pertemuan ini menjadi sejarah yang sangat luar biasa bagi keluarga Rusmawati.

Sebelum Bupati meninggalkan rumah Rusmawati, Bupati pun memberikan uang kepada Rusmawati, kepada tetangganya Nilam Naibaho, dan juga warga yang ada di tempat itu.

Sikap dan perhatian Bupati itu pun mendapat pujian dari warga.

“Luar biasa perhatian pak Bupati ini. Semoga niat tulusnya dibalas oleh Allah SWT berlipat ganda. Saya selaku masyarakat yang tinggal di sini merasa haru dan bangga atas sikap dan perhatian Pak Bupati kepada warganya. Memang warga seperti Rusmawati sangat pantas untuk dibantu. Salut buat Pak Bupati kami,” kata salah seorang warga bermaga Harefa.(red/ant).
×
Berita Terbaru Update