-->

Notification

×

iklan

Iklan

FB-IMG-16165485030001093

Diincar Newcastle, Ini Kata Steven Gerrard

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 12.26 WIB Last Updated 2021-10-16T05:26:35Z
Steven Gerrard mengantarkan Rangers juara liga Skotlandia musim lalu.(foto:Getty Images/Ian MacNicol).
London(DN)
Newcastle diakuisisi konsorsium Arab Saudi, Public Investment Fund (PIF), pada 7 Oktober 2021. Perusahaan milik Pangeran Mohammed bin Salman itu membeli The Toon Army dari Mike Ashley seharga 300 juta paun (Rp 5,7 triliun).

PIF bertekad membawa Newcastle menjadi tim top Premier League. Fulus segar pun disiapkan guna mendongkrak performa klub yang bermarkas di St. James Park tersebut.

Salah satu sektor yang mau dibenahi PIF yakni perihal manajer tim. PIF kabarnya siap membayar kompensasi untuk memecat juru taktik Newcastle saat ini, Steve Bruce, sebesar 8 juta paun.

Bruce dinilai gagal membawa Newcastle United bersaing di papan atas Premier League. The Toon Army berjuang di zona degradasi pada awal musim 2021/2022 di bawah asuhan manajer 60 tahun itu.

Berbagai nama pun dirumorkan bakal menggantikan Bruce di Newcastle. Manajer Rangers, Steven Gerrard, masuk menjadi kandidat terkuat.

Gerrard dianggap cocok menggantikan Bruce lantaran keberhasilan dia bersama Rangers. Eks kapten Timnas Inggris itu mengantarkan Rangers menjadi juara invincibles Liga Skotlandia 2020/2021.

Gerrard angkat bicara perihal rumor dirinya bakal membesut Newcastle. Manajer Rangers FC, Steven Gerrard, tidak mengesampingkan rumor yang menyebut namanya masuk ke dalam bursa calon juru taktik Newcastle United.

Disinyalir, Gerrard tampaknya agak tertarik untuk pindah ke St. James Park, dan berbicara banyak mengenai klub berjuluk The Magpies itu.

"Saya pikir ini menarik, apa yang terjadi di Newcastle," kata Gerrard, seperti dikutip Tribal Football, Sabtu 16 Oktober 2021.

"Semua orang yang terhubung dengan ini melihatnya dengan penuh minat. Hal itu untuk melihat bagaimana mereka berkembang," ucapnya.

Kendati tertarik bergabung dengan Newcaslte, Gerrard tak mau terburu-buru mengambil keputusan. Sebab, dia masih menghormati manajer Newcastle saat ini, Steve Bruce.

"Tapi, dari sudut pandang pribadi, saya tidak terlalu terlibat dalam spekulasi. Saya pun berharap yang terbaik untuk Steve Bruce," ujarnya.

"Saya tidak mau bereaksi apa-apa atau terlibat dalam spekulasi apapun, terutama ketika ada seseorang yang sangat saya hormati sedang menduduki jabatan itu," ungkap mantan gelandang Liverpool tersebut.(red/Viva).
×
Berita Terbaru Update