-->

Notification

×

iklan

Iklan

Usut Penyebab Insiden KMP Ihan Batak, Polres Samosir Turunkan Saksi Ahli

Rabu, 02 Juni 2021 | 00.14 WIB Last Updated 2021-06-02T01:52:02Z
Kapolres Samosir AKBP Josua Tampubolon SH MH saat memimpin olah TKP dan pra rekonstruksi di KMP Ihan Batak.
Samosir(DN)
Teka-teki penyebab putusnya tali sling KMP Ihan Batak yang mengakibatkan ramp door (pintu rampa) kapal roboh dan memakan korban jiwa, masih terus diungkap jajaran personil Polres Samosir.

Pasalnya, sesaat setelah kejadian, Senin sore, 31 Mei 2021 dan dilanjutkan hari ini 1/6, Polres Samosir dibantu Dit Pol Air Polda Sumut, langsung turun ke TKP untuk melakukan penyelidikan. Dan telah melakukan olah TKP serta pra rekonstruksi.

Kapolres Samosir AKBP Josua Tampubolon SH MH mengatakan, dalam pengusutan kejadian ini, pihaknya sudah mempolice line dan olah TKP serta memeriksa sebanyak 7 orang saksi yakni nahkoda maupun ABK KMP Ihan Batak.

Dari hasil penyelidikan sementara, sambung Kapolres Samosir, belum dapat disimpulkan penyebab utama insiden terceburnya mobil dari KMP Ihan Batak saat baru sandar di Dermaga Pelabuhan Ambarita Kecamatan Simanindo tersebut.
"Interogasi kita kepada para saksi, mereka belum maksimal memberikan keterangan terkait peran masing-masing saat kejadian. Sehingga belum bisa memastikan apakah karena human error atau faktor alam," ujar Kapolres Samosir AKBP Josua Tampubolon SH MH, Selasa, 1 Juni 2021.

Untuk pemeriksaan lebih lanjut, Polres Samosir akan segera menurunkan saksi ahli perkapalan ke lokasi kejadian. Dan Polres Samosir juga telah mengamankan rekaman video CCTV yang merekam kondisi kapal saat insiden tersebut terjadi.

"Kita akan datangkan saksi ahli dan akan gelar perkara dalam waktu dekat untuk menentukan penyebab utama kejadian ini," pungkasnya.
Kapolres Samosir AKBP Josua Tampubolon SH MH memimpin olah TKP dan pra rekonstruksi, Selasa, 1 Juni 2021.
Sebelumnya diberitakan, jembatan penghubung ke dermaga (ramp door) milik Kapal Motor Penumpang (KMP) Ihan Batak yang baru sandar di dermaga Pelabuhan Ambarita Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir, mendadak roboh pada Senin, 31 Mei 2021 sekira pukul 15.00 wib.

Satu orang tewas dalam insiden tersebut, yakni Desy Marizdani (32), warga Jalan Gunung Martimbang III no 83 Kelurahan Rantau Laban, Kecamatan Rambutan Kota Tebing Tinggi.

Insiden itu terjadi saat sebuah mobil Avanza BK 1421 QP dari dalam perut kapal akan menyeberang ke jembatan bergerak (moviable bridge) di dermaga tersebut.

Mobil tersebut merupakan satu di antara penumpang barang yang berangkat dari Pelabuhan Ajibata, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba menuju Pelabuhan Ambarita, Kecamatan Simanindo pada pukul 14.00 WIB. 

Informasi di warga sekitaran Pelabuhan Ambarita, saat itu KMP Ihan Batak sedang melakukan bongkar muatan mobil dari dalam kapal.

Saat mobil penumpang satu per satu mulai ke luar dari dalam kapal, tiba-tiba pintu kapal yang juga dipergunakan sebagai jembatan penghubung ke pelabuhan amblas. 

Naas, amblasnya jembatan bertepatan dengan giliran ke luar mobil Avanza BK 1421 QP ditumpangi tiga warga Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara dan satu warga Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara.(red).
×
Berita Terbaru Update