-->

Notification

×

iklan

Iklan

Kapolres Samosir Pimpin Apel Gelar Pasukan Ops Ketupat Toba 2021

Rabu, 05 Mei 2021 | 09.01 WIB Last Updated 2021-05-05T11:22:24Z
Kapolres Samosir AKBP Josua Tampubolon SH MH menyematkan pita operasi kepada personil.
Samosir(DN)
Terhitung mulai tanggal 6 sampai dengan 17 Mei 2021, Polres Samosir resmi menggelar operasi Kepolisian kewilayahan dengan sandi `Ketupat Toba 2021`. Pelaksanaan operasi ditandai dengan penyematan pita operasi dalam apel gelar pasukan yang digelar Polres Samosir.

Dalam apel tersebut, Kapolres Samosir, AKBP Josua Tampubolon SH MH memimpin gelar pasukan Operasi Ketupat Toba 2021 dalam pengamanan perayaan Idul Fitri 1442 Hijriyah di halaman Mapolres Samosir, Rabu, 5 April 2021.
Kapolri Jenderal Drs. Listyo Sigit Prabowo M.Si dalam amanatnya yang dibacakan Kapolres Samosir, AKBP Josua Tampubolon SH MH menyampaikan dalam apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2021 yang diselenggarakan secara serentak di seluruh jajaran Polri mulai tingkat Mabes Polri hingga kesatuan kewilayahan.

Bahwa menginjak tahun 2021, kita telah dihadapkan oleh berbagai permasalahan yang terjadi di Indonesia, baik dari permasalahan penanganan Covid-19, pengamanan tahapan pilkada tahun 2020 yang masih menyisakan beberapa agenda maupun aksi kriminalitas, aksi terorisme hingga bencana alam.

"Alhamdullilah penanganan terhadap permasalahan tersebut dapat berjalan dengan baik meskipun belum dapat dikatakan sempurna, hal ini berkat kerjasama seluruh masyarakat Indonesia dan sinergitas kementrian lembaga terkait,” ucap Kapolres Samosir.
Berphoto bersama seusai apel gelar pasukan.
Pelaksanaan apel gelar pasukan di masa pandemi Covid-19, sambungnya, sebagai bentuk pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat 2021 dalam rangka pengamanan hari raya Idul Fitri 1442 H. Baik dari aspek personel maupun sarana prasarana serta keterlibatan unsur terkait seperti TNI, Pemda, dan Mitra Kamtibmas lainya.

Dikatakan, mengingat masih dalam situasi pandemi Covid-19, keterlibatan pasukan dalam apel kali ini memang sengaja tidak terlalu besar namun diharapkan sudah mewakili semua unsur yang terlibat dalam operasi sehingga kita dapat menilai kesiapsiagaannya.

Masih dalam amanatnya, Listyo Sigit mengatakan bahwa seluruh jajaran telah dipersiapkan, baik dari perkiraan ancaman, cara bertindak dan penggelaran personel, sehingga diharapkan dapat di implementasikan dalam pelaksanaannya.

Hal ini juga untuk memberikan jaminan keamanan dan pelayanan terbaik bagi masyarakat sehingga dapat menjalankan ibadah puasa Ramadhan dan hari raya Idul Fitri 1442 H dengan aman, nyaman dan tertib dan lancar ditengah suasana Pandemi Covid-19.

Menurutnya, tahun 2021 pemerintah memutuskan melarang kegiatan mudik bagi seluruh masyarakat pada tanggal 6 sampai dengan 17 Mei 2021. Ini adalah tahun kedua dimana pemerintah telah mengambil kebijakan untuk melarang warga masyarakat melakukan perjalanan mudik pada libur hari raya Idul Fitri 1442 H.
Kapolres Samosir AKBP Josua Tampubolon SH MH saat mengecek kesiapan personil.
"Kita menyadari bahwa larangan pemerintah ini tidak serta merta dipatuhi masyarakat, sehingga potensi pergerakan orang untuk melakukan perjalanan mudik masih cukup tinggi,” ujar Kapolres Samosir AKBP Josua Tampubolon SH MH membacakan amanat Kapolri.

Hasil survei Kementerian Perhubungan terhadap masyarakat apabila pemerintah tidak melarang mudik, maka akan terjadi pergerakan orang melakukan perjalanan mudik sebesar 81 juta orang. Namun apabila pemerintah melarang mudik, masih akan terjadi pergerakan orang sebesar 27,6 juta orang atau 11%.

"Pengalaman tahun lalu, berbagai modus dilakukan masyarakat untuk mengelabui petugas agar dapat lolos sampai di tempat tujuan mudik. Hal ini tentu jadi pembelajaran bagi kita dan lebih utama lagi, begitu tinggi niat serta gigihnya masyarakat agar dapat melakukan perjalanan mudik, sehingga perlu antisipasi dan kesiapan petugas," tegas Kapolres Samosir.

Dalam operasi ketupat 2021, jelas Josua, akan dilaksanakan selama 12 hari, mulai tanggal 6 sampai dengan 17 Mei 2021 dengan mengedepankan kegiatan pencegahan didukung deteksi dini dan penegak hukum dalam pengamanan hari raya Idul Fitri 1442 H dengan tetap menerapkan Protokol Kesehatan.

"Pelaksanan Operasi Ketupat 2021 akan melibatkan 90,592 personel Polri,11.533 personel TNI serta 52.880 personel Instansi terkait lainya yang terdiri Satpol PP, Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan, Pramuka dan Jasa Raharja," tuturnya.
Apel gelar pasukan operasi Ketupat Toba 2021 di Mapolres Samosir.
Jumlah personel tersebut akan ditempatkan pada 333 Pos penyekatan untuk mengantisipasi terhadap warga masyarakat yang masih nekat akan melaksanakan perjalanan mudik yang terdiri 1.536 Pos Pengamanan, 596 Pos Pelayanan dan 180 Pos terpadu.

Untuk itu, diharapkan capaian tersebut dapat terus ditingkatkan dan menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Polri untuk lebih mempersiapkan diri serta memberikan dedikasi dan pengabdian terbaik dalam pelaksanaan operasi ketupat
tahun 2021 ini.

Dalam menghadapi tugas mulia dalam rangka pengamanan Idul Fitri tahun 2021, ada beberapa hal yang ditekankan Kapolri. Yakni, mempersiapkan mental dan fisik, melakukan deteksi dini dengan mengoptimalkan peran fungsi intelijen dan Bhabinkamtibmas.

Selain itu, tingkatkan kepekaan, kewaspadaan dan kesiapsiagaan, mengelar kekuatan Polri pada pos-pos pengamanan dan pelayanan, utamakan keselamatan anggota yang bertugas, waspadai maraknya aksi tawuran antar warga.
Apel gelar pasukan operasi Ketupat Toba 2021.
"Cegah terjadinya aksi balap liar, gandeng Tokoh Agama dan Stakeholder terkait pelaksanaan kegiatan ibadah di bulan Ramadhan dan Idul Fitri. Juga cegah agar masyarakat tidak bermain petasan dan kembang api dan koordinasikan dengan Satgas Covid-19 dan Stakeholder terkait," ujar Kapolres Samosir AKBP Josua Tampubolon SH MH.

Disamping itu, Satgas pangan agar betul-betul memainkan peran untuk membantu pemerintah dalam menjamin ketersediaan bahan pokok dan pengendalian harga. Melaksanakan penegak hukum secara profesional dan proporsional, mengelar peralatan dan berdayakan sarana prasanara Polri.

"Terakhir, jalin kerjasama yang harmonis dan sinergis dengan seluruh instansi terkait dan segenap potensi masyarakat dalam mewujudkan sinergi polisional yang pro aktif untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," pungkas Kapolri.

Hadir dalam gelar pasukan Ops Ketupat Toba 2021, Kapolres Samosir, AKBP Josua Tampubolon SH MH, Danramil 03 Pangururan Kapt Inf. Donald Panjaitan, Wakil Ketua DPRD Samosir, Pantas Marroha Sinaga, Plt Kadis Perhubungan Samosir Sardo Sirumapea, Kadis Kesehatan Dr Nimpan Karo-karo, Kadis Pariwisata Dumosch Pandiangan, Kadis Sosial Paris Manik, Kepala BPBD Mahler Tamba, Plh Kasatpol PP Sahat Situmeang serta sejumlah PJU Polres Samosir.(SBS).
×
Berita Terbaru Update