-->

Notification

×

iklan

Iklan

Dalam Kenangan, Misa Arwah 1 Tahun Berpulangnya Mendiang Pastor Frietz

Selasa, 18 Mei 2021 | 20.55 WIB Last Updated 2021-05-19T04:47:21Z
Misa arwah 1 Tahun Berpulangnya mending Pastor Dr. Frietz R. Tambunan.
Medan(DN)
Mengenang 1 tahun berpulangnya mendiang RD. Dr. Frietz R. Tambunan, 12 Mei 2020-12 Mei 2021, paduan suara Credo Medan (paduan suara yang didirikan almarhum) menggelar Misa perayaan ekaristi requiem (misa arwah), di Gereja Katolik Paroki St Perawan Maria yang Dikandung Tanpa Noda, Katedral Keuskupan Agung Medan.

Misa arwah ini dipersembahkan oleh Pastor Kepala Paroki RD. Sesarius Petrus Mau bersama RD. Bernard Sijabat, RD. Eko Sebastian, RD. Blasius Ola Doren, RP. Godlif Sianipar, Ph.D, Sabtu, 15 Mei 2021 pukul 15.00 wib di Gereja Katolik Katedral Keuskupan Agung Medan.

Ketua panitia acara misa arwah yang diketuai oleh Ida Royani Gultom menuturkan bahwa acara ini dihadiri umat atau masyarakat dari berbagai lini. Tidak hanya dari Katedral Medan, tetapi juga dari berbagai stasi, paroki. Selain itu juga hadir tokoh-tokoh masyarakat lainnya, dosen, mahasiswa dan juga sahabat-sahabat beliau.

'Selain dari peringatan ini, akan ada konser mini dan penulisan buku biografi beliau pada bulan Desember mendatang. Harapannya perjalanan beliau selama hidupnya kelak bisa menginspirasi pembaca," ujarnya.

Sementara dalam homilinya, RD. Sesarius Petrus Mau mengutip Injil Yohanes 16:23b-28. Ia berkata pada kesempatan ini, kita mencoba untuk kembali mengenang dan mengingat beliau (almarhum DR. Frietz), serta segala hal-hal baik yang pernah ia tunjukkan, nyatakan dalam hidup.
Misa arwah 1 Tahun Berpulangnya mending Pastor Dr Frietz R Tambunan.
Sesarius mengisahkan sebuah pengalaman semasa bersama almarhum semasa hidupnya. Suatu hari saat masih sama-sama pengurus di Union Keuskupan Agung Medan, cerita Kepala Paroki, bahwa ia pernah disuruh almarhum mengumpulkan KTP para pastor dan imam.

"Setelah saya kumpulkan dan serahkan, yang menarik bagi saya, ketika beliau melihat-lihat KTP ini, dan mengambil KTP saya, ia menunjukkannya kepada saya dan berkata, inilah yang harus sungguh-sungguh harus diperhatikan," kata RD Sesarius.

"Jangan pernah kamu mengubah isi KTP ini, khususnya agamamu dan jabatanmu. Saya sudah terlalu mengurus KTPku dengan jabatan lain. Kamu disini masih tertulis jabatanmu pastor," tambahnya menirukan perkataan almarhum kala itu.
Berdoa dimakamkan mending Pastor Dr Frietz R Tambunan.
Menurutnya, pesan dalam kisah tersebut agar senantiasa mempertahankan jabatan sebagai imam. Dan bahwa sampai akhir hidupnya, Pastor Frietz tetap menyandang identitasnya. Ia adalah anak yang dikasih Allah, ia adalah Putra yang terkasih dari Allah.

"Dan ia mempertahankan identitasnya, jabatannya sebagai imam dan anak yang dikasihi Allah melalui kesetiannya sampai akhir. Ketika ia tetap menjadi imam, menghadapi kesulitan-kesulitan, tantangan, persoalan dan hal-hal lain yang kita sendiri pun, mungkin tidak tahu," tuturnya.

Bagi Kepala Paroki Sesarius, Pastor Frietz R. Tambunan adalah tokoh, pendahulu yang patut dan layak diteladani. Baginya juga, ia adalah pendahulu. Ia telah kembali kehadirat Allah Bapa di Sorga. Dan telah meninggalkan dunia ini.
Berdoa dimakamkan Pastor Dr Frietz R Tambunan seusai misa arwah 1 Tahun Berpulangnya mending.
"Dan saya percaya beliau tidak lagi di api penyucian. Beliau sudah berbahagia di Sorga, karena ia orang baik. Karena ia orang baik sehingga ia dikasihi dan dicintai Allah. Amin," ujar RD. Sesarius Petrus Mau.

Usai Misa yang diisi doa-doa dan lagu pujian kepada Allah, umat lalu menabur bunga dan berdoa di makam almarhum Pastor Frietz R Tambunan yang dimakamkan di Simalingkar B Medan.

Sebelum berpulang, Pastor Dr. Frietz R. Tambunan adalah Rektor Universitas Katolik Santo Thomas Sumatera Utara. Ia adalah Imam Projo KAM kelahiran Sigotom Tapanuli Utara, 15 Desember 1957 lalu, dan tutup usia 62 tahun.(red).
×
Berita Terbaru Update