-->

Notification

×

iklan

logog

Iklan

logog

Pray For Nanggala, Pembelah Samudra itu Dinyatakan Tenggelam di Palung Laut

Sabtu, 24 April 2021 | 20.13 WIB Last Updated 2021-04-24T15:20:40Z
Flayer berisi ungkapan Pray For Nanggala-402 beredar di lini massa setelah kapal selam milik Indonesia tersebut dinyatakan tenggelam usai hilang kontak sejak Rabu (21/4/2021) sekitar pukul 03.00 WIB. (Sumber: Twitter)
Denpasar(DN)
TNI resmi menyatakan KRI Nanggala 402 tenggelam (subsunk) setelah sebelumnya dinyatakan hilang kontak (submiss). Kapal selam TNI AL itu tenggelam di kedalaman 850 meter di perairan Bali utara.

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono menyatakan Kapal Selam KRI Nanggala 402 yang hilang kontak sejak Rabu (21/4) di perairan Bali, terdeteksi berada di kedalaman 700 hingga 800 meter di bawah permukaan laut.

"Kedalaman yang kita deteksi ada pada kedalaman 850 [meter]," kata Yudo saat menggelar konferensi pers, di Base Ops Lanud Ngurah Rai Bali, Sabtu (24/4/2021).

Kedalaman ini tentu, kata Yudo membuat penyelamatan dan evakuasi cukup sulit dilakukan, selain memang keberadaan yang cukup dalam, penyelamatan juga cukup riskan. "Jadi sangat riskan dan sangat memiliki kesulitan yang tinggi," kata Yudo.

Meski demikian, Yudo menyatakan TNI yang dibantu oleh sejumlah pihak seperti Polri, Basarnas, serta beberapa pasukan dari negara lain akan terus mengupayakan evakuasi. "Dari Polri, Basarnas dan instansi lain juga dari luar negeri," kata Yudo.

Dalam konferensi pers tersebut TNI menyatakan telah menaikkan status pencarian KRI Nanggala 402 dari submiss menuju fase subsunk (submarine sunk). Dengan peningkatan status itu, TNI akan menyiapkan evakuasi medis, sehingga bisa langsung mengevakuasi awak kapal yang ditemukan.

Peningkatan status menjadi subsunk ini diambil setelah mereka menemukan beberapa bukti otentik serpihan barang KRI Nanggala, salah satunya, berbentuk tabung torpedo, tabung air minum, hingga alat salat.

Barang ditemukan di sekitar radius 10 kilometer dari titik pencarian, sementara tidak ada kapal lain melintas di daerah situ. Penemuan beberapa barang tersebut, menurut Yudo, juga mengindikasikan kapal mengalami retakan.

"Dengan demikian dengan adanya bukti otentik diyakini milik Nanggala itu, sehingga saat ini kami isyaratkan untuk menaikkan status dari submiss menuju fase subsunk," kata Yudo.

TNI menyatakan tidak akan menduga-duga kondisi awak kapal selam KRI Nanggala karena tidak ada bukti serpihan apapun dari mereka. "Kami belum bisa memastikan bagaimana mereka, karena belum menemukannya. Jadi tidak bisa menduga seperti apa kondisi mereka," kata Yudo.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengungkapkan rasa kehilangan dan keprihatinan atas kejadian ini. "Kita semua merasa sangat kehilangan dengan kejadian ini. Dan saya ingin sampaikan kepada seluruh awak KRI Nanggala dan prajurit yang on board di KRI Nanggala, saya sebagai Panglima TNI dan atas nama seluruh prajurit dan keluarga besar TNI, menyampaikan rasa prihatin yang mendalam," katanya.

Dia mengajak semua berdoa agar proses pencarian KRI Nanggala-402 bisa berjalan dengan baik. Sebab, bukti-bukti yang kuat masih terus dicari. "Dan kita sama-sama mendoakan upaya proses dari pencarian ini. Terus bisa dilaksanakan dan bisa mendapatkan bukti-bukti yang kuat seperti yang disampaikan oleh bapak KSAL tadi," tuturnya.

Dia meminta doa restu seluruh rakyat Indonesia dalam upaya pencarian KRI Nanggala-402. "Saya mohon doa restunya dari seluruh rakyat Indonesia," imbuhnya.

Sebelumnya, Kapal Selam KRI Nanggala-402 hilang kontak sejak Rabu (21/4/2021). Ada 53 awak kapal di dalam kapal selam yang kini dinyatakan tenggelam tersebut.(red/CNN).
×
Berita Terbaru Update