-->

Notification

×

iklan

Iklan

Jelang Ramadhan, Harga Daging Sapi Naik di Kota Medan

Sabtu, 10 April 2021 | 09.45 WIB Last Updated 2021-04-10T04:47:55Z
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi saat meninjau Pasar Sei Sikambing.
MEDAN(DN)
Menjelang bulan suci Ramadhan, harga kebutuhan pokok di Kota Medan mulai merangkak naik. Berdasarkan penelusuran Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi ke pedagang, harga komoditas yang melebihi harga ambang jual diantaranya  daging sapi yang sudah menyentuh kisaran harga Rp130 ribu/kg. Padahal biasanya harga jualnya sekitar Rp120 ribu/kg.

"Alasan mereka harga kenaikan ini klasik, mereka bilang harga ternak naik. Jadi kita pantau bukan hanya di hilir namun di hulu pun kita pantau," kata Gubsu Edy bersama Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Sumut Nawal Lubis saat meninjau Pasar Sei Sikambing, Medan, Jumat (9/4).

Tujuannya untuk memastikan harga dan pasokan bahan pokok tetap stabil menjelang Ramadhan 1442 H mendatang.

Turut serta dalam peninjauan tersebut Wakil Walikota Medan Aulia Rachman, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumut Riadil Akhir Lubis, Perwakilan BI Sumut, dan PD Pasar Kota Medan, serta lainnya.

"Kebiasan di tempat kita, kalau menjelang hari hari besar langsung harga itu naik, padahal saya sudah tahu, itu belum naik sesuai kebutuhan yang ada. Saya ikuti benar ini pertumbuhan ekonomi harus seimbang. Dan saya pastikan harga saat ini masih sesuai, namun masih ada juga komoditas yang diambang atas harga," ucap Edy Rahmayadi.

Dijelaskan Edy, selain daging sapi, komoditas yang mulai merangkak naik ada pada bawang merah, cabai merah, bawang putih serta telur ayam. Menurut Edy Rahmayadi, kecurangan kenaikan harga ini masih sama modus seperti yang lalu.

Usai sidak, Edy Rahmayadi kemudian meminta pada Pemko Medan terutama PD Pasar untuk dapat memantau harga dan memastikan harga komoditas dapat terkendali. Hal ini juga dilakukan untuk meminimalisir terjadinya deflasi di Sumut nantinya.

"Apabila uang di Sumut ini berkurang lantas harga produk ini tinggi, ini jadi deflasi kita nanti. Standarnya yakni 1%-3%. Saya minta ikuti perkembangan ini dan media dapat juga memantau harga, sehingga harga berjalan seimbang," pintanya dan melanjutkan kegiatan lainnya.(red/ril kominfo Sumut).
×
Berita Terbaru Update