-->

Notification

×

iklan

Iklan

GAMKI Samosir: Indonesia Tidak Boleh Kalah Terhadap Aksi Teror

Minggu, 28 Maret 2021 | 18.50 WIB Last Updated 2021-03-28T14:41:06Z
Pengurus DPC GAMKI Kabupaten Samosir beberapa waktu lalu bersama Kapolres Samosir AKBP Josua Tampubolon SH MH.
Samosir(DN)
"Atas dalih apapun, bom bunuh diri yang terjadi siang tadi di depan gerbang Gereja Katedral Makassar, merupakan tindakan yang mencoba merobek Kebinekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. GAMKI Kabupaten Samosir mengutuk keras teror tersebut."

Hal ini disampaikan Ketua DPC Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kabupaten Samosir, Renaldi Naibaho, Minggu, 28 Maret 2021, seraya mengucapkan duka yang mendalam atas jatuhnya korban luka-luka, yang notabene merupakan jemaat yang hendak maupun seusai ibadah.

Menurutnya, para pelaku teror adalah orang yang sudah hilang perikemanusiaannya dan tidak beragama. Renaldi menegaskan aksi teror tidak dibenarkan dan bertentangan dengan Pancasila dan ajaran agama. Jadi apa yang dilakukan para pelaku merupakan tindakan terkutuk.

Untuk itu, GAMKI Samosir meminta kepada aparat keamanan untuk segera menangkap dalang aksi teror tersebut dan membasmi sampai ke akar-akarnya.

Pengusutan kejahatan ini, sambungnya, harus dilakukan semaksimal mungkin. Bukan saja mengungkap dan membawa pelaku melalui mekanisme hukum yang ada, tetapi juga langkah pencegahan dan jaminan tindakan serangan serupa tidak berkelanjutan dan berulang.

"Negara harus hadir untuk memastikan perlindungan, jaminan, penghormatan hak-hak kebebasan beragama, berkeyakinan dan beribadah," tegas Renaldi Naibaho yang juga anggota DPRD Samosir itu.

GAMKI Kabupaten Samosir juga mengajak semua pihak untuk menyatakan perang melawan terorisme. Karena terorisme merupakan kejahatan terhadap negara, agama dan nilai-nilai kemanusiaan sehingga harus menjadi musuh bersama.

"Bangsa Indonesia, tidak boleh sedikitpun kalah oleh semua aksi teror. Semua pihak harus bergandengan tangan dan menyuarakan serta bersatu lawan terorisme," ajaknya.

Indonesia Berduka, Teror Bom di Gereja
Sebelumnya diberitakan, Indonesia kembali berduka. Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan baru saja mengalami kejadian tragis teror bom, Minggu (28/3) pagi sekira pukul 10.30 Wita.

Insiden bom bunuh diri yang terjadi pada Minggu 28 Maret 2021 di Gerbang Gereja Katedral Makassar ini, mengakibatkan puluhan jemaat mengalami luka-luka karena terkena serpihan bom bunuh diri.

Sementara itu, Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono, mengatakan pelaku ledakan bom di depan Gereja Katedral Makassar diduga dua orang. Ada dua orang berboncengan yang ingin masuk ke dalam lokasi gereja tersebut. Namun, dua orang itu ditahan karena kecurigaan dari petugas keamanan gereja.

"Kita mendapatkan informasi ada dua orang yang berboncengan menggunakan sepeda motor matic," ujarnya, Minggu.

"Kemudian terjadi ledakan di depan pintu gerbang Gereja Katedral Makassar," lanjutnya.

Berdasarkan keterangan Argo, kedua pelaku yang mengendarai sepeda motor matic dengan nomor polisi DD 5984 MD itu ingin memasuki pelataran gereja sekitar pukul 10.20 WITA

Di mana kata mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya itu, waktu tersebut bersamaan dengan keluarnya para jemaat dari gereja usai melaksanakan ibadah misa.

"Pada awalnya memang pelaku yang diduga dia akan memasuki pelataran maupun pintu gerbang katedral yang kebetulan jam tersebut sudah selesai dari kegiatan misa," kata Argo.

"Saat jemaat keluar gereja yang jumlahnya tidak full karena protokol kesehatan, keduanya (pelaku) dicegah oleh sekuriti dari gereja tersebut kemudian terjadi ledakan itu," tuturnya menambahkan.

Dari hasil olah TKP awal, pihaknya mendapati satu kendaraan roda dua jenis sepeda motor matic yang digunakan oleh kedua pelaku.
Tidak hanya itu pihaknya juga menemukan beberapa potongan tubuh yang diduga merupakan bagian tubuh dari pelaku pengeboman.

"Dari hasil info di lapangan, ada ditemukan kendaraan yang sudah hancur ada beberapa potongan tubuh yang menjadi fokus penyidik untuk meyakinkan dari potongan tersebut, ada korban dari pihak sekuriti gereja dan dari pihak jemaah," tuturnya.

Saat ini pihak kepolisian juga masih melakukan olah TKP disekitaran gerbang Gereja Katedral Makassar. Hal itu dilakukan guna mengetahui asal kelompok dari kedua pelaku itu serta untuk mengetahui motif dari peristiwa pengeboman ini.

"Ketika nanti sudah melakukan olah TKP ini sehingga kami ketahui untuk jaringannya apa, kami masih dalam penyelidikan, dari barang bukti alat bukti yang dilakukan baru nanti kita tahu jaringan mana," ungkapnya.

Lebih lanjut Argo mengatakan, saat ini terdapat total 14 korban luka akibat ledakan di depan Gereja Katedral Makassar dan dua korban meninggal dunia yang diduga para pelaku.

Keseluruhan korban luka tersebut kata Argo telah dilarikan ke beberapa Rumah Sakit di wilayah Makassar untuk menerima perawatan.(SBS).
×
Berita Terbaru Update