-->

Notification

×

iklan

Iklan

Polisi Lidik Penyebab Kecelakaan Bus Vs Avanza yang Tewaskan 9 Remaja

Senin, 22 Februari 2021 | 14.58 WIB Last Updated 2021-02-22T08:05:41Z
Laga kambing bus Intra vs Avanza di Tebing Tinggi.
Serdang Bedagai(DN)
Kecelakaan antara mobil Avanza dan bus di Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara menewaskan 9 orang. Penyebab kecelakaan itu diduga karena mobil Avanza mengalami pecah ban.

"Update terakhir dari tim Ditlantas dengan Kasat Lantas, diduga mobil Avanza mengalami pecah ban lalu oleng ke kanan. Bersamaan datang Bus Cv Intra dari arah berlawanan lalu terjadi laka," kata Dirlantas Polda Sumut Kombes Valentino Alfa Tatareda saat dimintai konfirmasi, Senin (22/2/2021).

Valentino mengatakan pihaknya saat ini sedang mencari sopir bus yang terlibat kecelakaan itu. Polisi pun sudah berkoordinasi dengan pengurus busnya.

"Sopir bus sedang dicari dan sudah koordinasi dengan pengurus bus," ujar Valentino.

Valentino berujar polisi saat ini masih berada di lokasi kecelakaan. Polisi tengah menyelidiki penyebab utama kecelakaan. "Penyebab utama sedang dalam lidik. Tim Polda (Sumut) dan Polres masih di TKP," ujar Valentino.

Diberitakan sebelumnya, kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Lintas di Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara (Sumut). Sembilan orang tewas dalam kecelakaan itu.

"Betul, 9 orang meninggal," kata Kanit Laka Polres Tebing Tinggi Iptu Bambang Irawan.

Bambang mengatakan kecelakaan terjadi pada Minggu (21/2) malam. Kecelakaan melibatkan bus dan mobil Avanza. Bambang belum menjelaskan penyebab terjadinya kecelakaan. "Kecelakaannya tadi malam sekitar pukul 20.30 WIB, Intra sama Avanza," ucapnya.

Setelah itu, seluruh korban diketahui merupakan remaja masjid yang tinggal sekampung di Desa Laut Dendang, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang. Mereka terlibat kecelakaan usai menghadiri nikah temannya di Siantar.

"Orang ini ada temannya nikah di Siantar, jadi orang ini berkunjung ke sana. Anak-anak remaja masjid ini ke sana. Jadi perginya hari Sabtu, jadi orang itu pulang hari Minggu (malam Senin)," kata ayah kandung korban Fahrul dan Arjita, Rahmadi, kepada wartawan di rumahnya, Senin (22/2).

Rahmadi menyebutkan, rombongan anaknya itu diduga berselipan dengan salah satu bus dan bertabrakan. Saat berangkat dari Medan, rombongan di dalam mobil Avanza berjumlah 7 orang. Lalu, saat balik, bertambah 2 orang hingga totalnya 9 orang, di mana laki-laki 3 orang dan perempuan 6 orang.

"Kalau anak saya satu sopir yang laki-laki, Fahrul Hanafi (22). (Satunya) lagi perempuan di belakang, Arjita (18)," ujar Rahmadi.(dtc).
×
Berita Terbaru Update