-->

Notification

×

iklan

logog

Iklan

logog

Polri Berhasil Ungkap Pusat Latihan Generasi Muda Jaringan Teroris JI

Minggu, 27 Desember 2020 | 16.15 WIB Last Updated 2020-12-28T14:17:29Z
Pusat latihan generasi muda JI.
Jakarta, DN | Pusat latihan generasi muda jaringan teroris Jamaah Islamiyah (JI) terbongkar. Polri berhasil mengungkap keberadaan anggota muda JI yang dilatih untuk ahli tempur hingga merakit bom.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono menuturkan pusat latihan anggota muda JI ini diketahui keberadaannya di sejumlah lokasi di Jawa Tengah. Salah satu pusat latihan JI yang dibongkar Polri terletak di Desa Gintungan, Bandungan, Semarang, Jawa Tengah.

Bangunan itu terlihat seperti villa yang juga digunakan sebagai tempat istirahat (tidur) para anggota JI. Ada juga halaman luas.

Argo menuturkan, dari rumah-rumah itu, para anggota muda Jamaah Islaqmiyah (JI) dilatih bela diri dan persenjataan hingga simulasi penyerangan pasukan VVIP.

“Generasi muda ini dilatih bela diri penggunaan senjata tajam seperti samurai dan pedang. Termasuk juga menggunakan senjata api dan dilatih menjadi ahli perbengkelan, perakitan bom, ahli tempur, sampai ahli sergap (penyergapan) yang mereka sebut sebagai pasukan khusus dengan seragam khusus,” ujar Argo dalam keterangannya, Sabtu (26/12/2020).

Argo mengatakan proses perekrutan generasi muda ini sudah berjalan mulai tahun 2013 hingga 2018. Tiap angkatan ada 10 sampai 15 orang dari Pulau Jawa dan dari luar Pulau Jawa.

“Total 95 orang yang sudah dilatih dan terlatih,” jelas Argo.

Argo menyebut salah satu pelatihnya adalah teroris Joko Priyono alias Karso. Karso ditunjuk sebagai pelatih oleh Amir atau pimpinan JI Para Wijayanto.

Karso telah ditangkap pada 2019 dan berstatus narapidana dengan masa hukuman 3,8 tahun penjara.

Dalam simulasinya, para anggota muda ini dilatih bergaya militer. Argo mengatakan gaya berlatih anggota muda Jamaah Islamiyah (JI) ini bertujuan untuk membentuk pasukan sesuai arahan pimpinan JI.

“Lokasi ini menjadi tempat pelatihan para generasi muda JI. Mereka dilatih bergaya militer dengan tujuan untuk membentuk pasukan sesuai dengan program yang dibuat oleh pemimpin jaringan ini (JI),” kata Argo.

Argo mengatakan total sudah 7 angkatan sebanyak 96 anggota muda yang dilatih di pusat latihan di Jateng ini. Setelah dilatih, lanjut Argo, pada anggota ini dikirim ke Suriah untuk pelatihan militer hingga merakit bom.

Para anggota muda ini, kata Argo, disiapkan untuk menjadi pimpinan JI.

“Mereka mempersiapkan generasi muda ini dengan tujuan untuk menjadi pemimpin masa depan jaringan ini (JI),” sambung Argo.(DC).
×
Berita Terbaru Update