-->

Notification

×

iklan

logog

Iklan

logog

Memilih Pemimpin Yang Miliki Kompetensi Wujudkan Kepentingan Hidup Bersama

Jumat, 04 Desember 2020 | 13.33 WIB Last Updated 2020-12-04T08:33:46Z
Acara seminar kerasulan awam.
Samosir(DN)
Pada Seminar Kerasulan Awam yang dilaksanakan beberapa waktu lalu, Kepala Kantor Urusan International Unika St. Thomas Medan, Fr. Martinus Bogor Lumbanraja CMM menyoroti bagaimana seharusnya keterlibatan awam terlaksana.

Dalam paparannya, Fr. Martinus menjelaskan bahwa landasan konstitusional kerasulan awam APOSTOLICAM ACTUOSITATEM, Dekrit Konsili ini menjelaskan kodrat, ciri dan keanekaan kerasulan awam serta mengungkapkan azas-azas dasar serta instruksi-instruksi pastoral dalam rangka pelaksanaan kerasulan awam yang lebih berhasil guna.

"Konsili melihat peranan kaum awam yang mutlak dalam perutusan Gereja. Kerasulan para awam bersumber pada panggilan Kristen mereka sendiri, tidak boleh absen di dalam Gereja (Hukumnya wajib),” jelas Fr. Martinus, Sabtu, 21 November 2020.

Lebih lanjut Fr. Martinus menjelaskan bahwa awam perlu memilik kompetensi dalam setiap keterlibatan dalam hidup sehari-hari, yakni kompetensi profesional, kompentesi personal, kompetensi sosial, kompetensi spiritual dan kompetensi intusi.

Disamping kompetensi, awam juga harus mempunyai standard moral yang tinggi yaitu sikap perilaku dan peradaban yang menjadi teladan bagi sesamanya. Maka dalam Pilkada Samosir ini, kompetensi untuk mewujudkan Bonum Commne harus menjadi kriteria utama.

Sementara itu, Drs. Alpontus Sinaga, Ketua Pembina FKKS mengatakan bahwa standar moral dan kompetensi itu sangat penting, dan harus ingat dengan baik bahwa dalam pemilu kita tidak memilih yang terbaik, melainkan mencegah (pemimpin, politik cukong) yang terburuk berkuasa.

"Maka rekam jejak, bukti program dan indikator kinerja menjadi tolak ukur bagi para pemilih. Maka sangat baik kalau masyarakat Samosir menjadi pemilih cerdas memilih target terukur, karakter teruji," tuturnya.

Jangan Coba-Coba
Sementara itu, Mangatas A. Gultom S.Ag menambahkan janganlah masyarakat Samosir dijadikan ajang percobaan bagi hawa nafsu politik, hawa nafsu berkuasa segelintir orang, masyarakat Samosir yang dirugikan.

Lebih lanjut Mangatas menjelaskan menjadi bupati, kepala daerah itu butuh jam terbang, pengalaman yang mumpuni baik pengalaman bekerja dan profesional, pengalaman organisasi dan pengalaman sosial politik.

"Kita lihat Jokowi, beliau melalui jalan panjang, tidak tiba tiba saja. Di hadapan kita sudah ada petahana yang mencoba membawa Kabupaten Samosir menuju masyarakat yang sejahtera dan mandiri. Mestinya harus didukung. Ada kinerja, pencapaian yang bisa menjadi tolak ukur," jelasnya kemudian.

Dirinya menyakini bahwa sosok Rapidin bersama Juang telah melakukan yang terbaik. Indikatornya adalah beberapa penghargaan dari Pemerintah Pusat.

"Kalau mereka duduk-duduk makan tidur, penghargaan tidak akan diberikan, atau jatuh dari langit begitu saja. Marilah kita doakan Pilkada berjalan damai. Lawan politik uang  dengan roh kudus dan doa novena," lanjut Mangatas.

"Ta ingot ma Dalihan Na 3, tolu do nahot, dalan ni ngolu ngolu," pungkasnya.(Rel).
×
Berita Terbaru Update