-->

Notification

×

iklan

Iklan

Komisi II DPRD Samosir Studi Tiru Budidaya Ikan Teknologi Bioflock ke Pariaman

Jumat, 13 November 2020 | 14.52 WIB Last Updated 2020-11-13T08:57:22Z
Kunjungan kerja Komisi II DPRD Samosir ke Kota Pariaman.
Samosir(DN)
Dalam rangka mencari alternatif lain dalam budidaya ikan air tawar melalui Teknologi Bioflock atau kolam buatan, Komisi II DPRD Kabupaten Samosir studi tiru ke Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kota Pariaman Propinsi Sumatera Barat, Kamis, 12 November 2020.

Rombongan Komisi II DPRD Kabupaten Samosir ini diterima oleh Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kota Pariaman melalui Kabid Perikanan, Cithra Aditur Bahri bersama jajarannya, di ruang rapat dinas setempat.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Samosir, Polma Hasehaton Gurning kepada Durasi News mengatakan bahwa kunjungan ini selain menjalin silaturahmi juga sharing informasi dengan Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kota Pariaman terkait pengembangan budidaya ikan Teknologi Bioflock atau kolam buatan.

"Selain silaturahmi dengan Pemko Pariaman, kami juga studi tiru tentang pengembangan budidaya ikan Teknologi Bioflock, yang menjadi misi utama kami berkunjung ke Kota Pariaman ini," ujar Politisi Nasdem itu.

Menanggapi itu, Kabid Perikanan, Cithra Aditur Bahri yang mengajak rombongan Komisi II DPRD Samosir itu berkeliling meninjau kolam binaan dinas tersebut, mengatakan bahwa Dinas Perikanan Kota Pariaman terus berinovasi dalam mengembangkan budidaya ikan yang ada didaerahnya.

Setelah mendapatkan DAK dari KKP RI beberapa tahun lalu, dalam pembangunan dan budidaya ikan lele Teknologi Bioflock di Desa Air Santok, dinasnya juga mengembangkan budidaya ikan nila dalam keramba di aliran sungai kecil, yang ada di desa Kampung Gadang Padusunan.

Dalam pengembangannya, petani peternak yang melakukan sistem Bioflok ini, mulai dari bangunan, kolam buatan, benih ikan sampai pakan di bina Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kota Pariaman.

"Budidaya ikan dengan teknologi Bioflock ini sangat menjanjikan prospeknya, karena dengan metode ini, pembenihan bisa padat tebar tinggi dan dapat menghemat pakan buatan sampai 20%, disertai dengan air rator, akan menjadikan metode ini dapat mensuplai oksigen dan sirkulasi air untuk ikan dikolam buatan yang dibuat," ujarnya.

Pada teknologi ini, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Pariaman juga menggunakan dan mengembangkan probiotik (semacam bakteri) yang fungsinya untuk mengolah mikro organism yang ada di kolam, menjadi makanan bagi ikan yang disebarkan.

Walaupun kolamnya kecil, menggunakan terpal yang disebut dengan istilah sistem Bioflok, namun hasilnya per-kolam mampu menghasilkan untung yang lumayan. Hal ini ditandai dengan meningkatnya tiap tahun produksi ikan di Pariaman.

"Hal ini, sangat efisien dan efektif sekali untuk peningkatan ekonomi masyarakat di wilayah pedesaan, sehingga mampu mendongkrak pendapatan hasil dalam pemenuhan kebutuhan keluarga,” singkatnya.

Lebih lanjut dikatakan Kabid Perikanan Pariaman, Cithra Aditur Bahri pengembangan sektor perikanan di Kota Pariaman di kolaborasikan dengan pengembangan sektor pariwisata sesuai dengan potensi daerah.

Seperti kolam-kolam yang tidak memerlukan lahan yang sangat luas dan juga kolam-kolam yang bisa di kombinasaikan dengan konsep agrowisata seperti mina padi, yumina dll.

"Hal ini menjadi multi efek program unggulan water front city, yang berdampak pada hasil perikanan. Dan juga rehabilitasi lingkungan pesisir dan laut untuk mendukung pariwisata dan peningkatan kualitas dan kuantitas sumberdaya perikanan," ulasnya.(SBS).
×
Berita Terbaru Update