-->

Notification

×

iklan

Iklan

Gencar Perluas Lini Bisnis, Brand Image KMM Kian Membumi

Senin, 09 November 2020 | 15.13 WIB Last Updated 2020-11-09T09:27:23Z
Kantor pusat KSP Makmur Mandiri di Bekasi.
Bekasi(DN)
Di tengah hempasan Pandemi Covid-19 yang tak kunjung mereda, KSP Makmur Mandiri (KMM) dibawah kepemimpinan Drs. Tumbur Naibaho MM FSAI, semakin eksis dan kreatif dalam memperkuat lini bisnis.

Tak berfokus pada satu sektor, KSP Makmur Mandiri (KMM) memperluas sektor usahanya dengan menggarap bisnis stasiun pengisian bahan bakar (SPBU). "Guna menggenjot pendapatan, kita gencar membidik usaha sektor riil, salah satunya bisnis SPBU," ujar Ketua KMM, Drs Tumbur Naibaho MM FSAI, Senin, 9 November 2020.

Apalagi menurutnya, potensi bisnis SPBU masih terbilang cukup besar. “Bisnis SPBU ini kita yakini dapat menambah pendapatan koperasi untuk meningkatkan kesejahteraan anggota,” ungkap Suami Jusniar Simbolon itu.

Keseriusan menggarap bisnis SPBU tersebut, ditandai dengan mengakuisisi SPBU di Kota Panguruan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Dan pada awal November 2020 resmi mengambil alih manajemen SPBU milik PT Dipa Citra Narpati yang terletak hanya 25 meter dari kantor KMM Cabang Klaten.

"Melalui bisnis pom bensin, selain dapat menambah pundi-pundi, kita harapkan brand image KMM pun ikut terangkat. Sehingga akan semakin menumbuhkan kepercayaan anggota dan masyarakat untuk bergabung bersama kita," tambah Putra 12 Bersaudara ini.

Sebagai koperasi primer nasional dan termasuk salah satu koperasi besar di Indonesia, kepercayaan publik sangat penting bagi KMM. Kini, terdapat 147 kantor cabang yang tersebar di 21 provinsi.
Per 1 November 2020, SPBU di Klaten resmi beralih manajemen ke KMM.
Sementara di Jawa Tengah, terdapat 12 kantor cabang yang meliputi Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Kendal, Kota Pekalongan, Kabupaten Klaten, Kabupaten Tegal, Kabupaten Purbalinga, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Sragen dan Kabupaten Brebes.

Perluasan usaha di sektor riil khususnya dalam pengelolaan SPBU ini juga diimbangi dengan peningkatan infrastruktur teknologi digital untuk mendukung layanan prima kepada anggota. Digitalisasi yang tengah berjalan diyakini dapat menggenjot daya saing dan menggairahkan semangat anggota dalam berkoperasi.

"Digitalisasi merupakan upaya strategis KMM untuk merespons perkembangan dan kebutuhan anggota terhadap layanan yang lebih cepat, aman, dan nyaman. Ini sejalan dengan arahan pemerintah agar koperasi mengadopsi teknologi digital," tuturnya.

Makmur Mandiri Mobile merupakan wujud nyata dari komitmen KMM untuk beradaptasi dalam ekosistem digital. Aplikasi itu memiliki fitur yang beragam, antara lain penyetoran simpanan maupun pinjaman, permohonan pinjaman, pengajuan menjadi anggota, pembelian pulsa, token, membayar asuransi dan fitur lainnya.

Kehadiran Makmur Mandiri Mobile diyakini dapat memberi pengalaman baru bagi anggota. Prestise anggota pun ikut terangkat karena kini layanan koperasi sudah sejajar dengan lembaga keuangan lain seperti perbankan. Hal itu dapat menjadi magnet untuk menarik masyarakat bergabung bersama KMM.

Kehadiran aplikasi digital seperti Makmur Mandiri Mobile sejak beberapa bulan lalu itu sangat relevan di tengah situasi pandemi Covid-19 yang belum mereda dimana minat masyarakat terhadap layanan non tunai semakin meningkat.

Perluasan sektor usaha dengan merambah bisnis SPBU dan digitalisasi yang terus digenjot merupakan bagian dari komitmen koperasi yang didirikan oleh 25 orang pendiri pada 22 Juni 2009 ini. “Komitmen membantu sesama tetap menjadi semangat dasar KMM dalam menjalankan aktivitas usaha,” ungkap Tumbur.(SBS).
×
Berita Terbaru Update