-->

Notification

×

iklan

Iklan

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Masih Negatif

Selasa, 10 November 2020 | 17.33 WIB Last Updated 2020-11-11T04:23:50Z
Jakarta.(Majalah Peluang).
Jakarta(DN)
Pertumbuhan ekonomi Indonesia masih akan berkontraksi -1,5% di tahun 2020. Prediksi Dana Moneter Internasional (IMF) itu sekaligus merevisi laporan sebelumnya yang menyebut hanya terkontraksi -0,3%. Dari laporan World Economic Outlook (WEO) Oktober 2020 (13/10), IMF memproyeksikan di tahun 2021, pertumbuhan ekonomi Indonesia 6,1%.

Proyeksi tersebut masih berdekatan dengan proyeksi lembaga lainnya seperti World Bank. Versi Kemenko bidang Perekonomian, ekonomi akan tumbuh -1,7% sampai 0,6% tahun ini.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Riza Annisa Pujarama, menilai pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2020 diprediksi masih akan negatif meski tidak sedalam kuartal II-2020.

“Hal ini karena konsumsi masyarakat yang mulai meningkat dengan angka tipis sebab masyarakat masih menahan konsumsi terhadap barang yang tidak primer,” kata Riza.

Aktivitas ekonomi di Indonesia sebetulnya telah menunjukkan perbaikan dengan adanya protokol kesehatan. Hanya saja, tingkat konsumsi masyarakat masih tertahan.

“Konsumsi yang tertahan ini karena adanya ketidakpastian dengan peningkatan kasus Covid-19 sebulan belakangan. Jadi saya kira pertumbuhan ekonomi di tahun 2020 juga akan tertahan,” ujarnya.

Riza memproyeksikan pertumbuhan ekonomi di tahun 2020 pada kisaran -0,53% dengan asumsi penyerapan stimulus pemulihan ekonomi nasional (PEN) bisa mencapai 60% di akhir tahun.

Kemungkinan untuk mencapai pertumbuhan positif di tahun ini tampaknya agak musykil. Sebab, kalau prediksi pemerintah pada kuartal 3-2020 di kisaran -2% tercapai, maka untuk mencapai angka pertumbuhan tahunan di kuartal 4 harus tumbuh di atas 4,3%.

“Pertumbuhan kuartal 4 minimal harus 4,4%. Ini agak sulit dicapai jika stimulus PEN masih belum banyak berubah pada implementasi dan realisasi penyerapan anggaran,” ujarnya lebih lanjut.

Satu langkah terpenting, konsumsi rumah tangga perlu ditingkatkan. Caranya, dengan mendorong kepercayaan dari masyarakat dengan demikian pertumbuhan ekonomi akan tumbuh positif.

Prediksi tak berbeda dikemukakan ekonom CORE, Muhammad Faisal. Ia menilai bahwa di tahun 2020 ini masih akan sulit untuk mencapai pertumbuhan yang positif. Faisal juga memproyeksikan ekonomi Indonesia akan tumbuh -1,5% sampai dengan -3% pada tahun 2020.(MP).
×
Berita Terbaru Update