-->

Notification

×

iklan

Iklan

Jangan Pernah Putus Asa!

Minggu, 19 Juli 2020 | 21.01 WIB Last Updated 2020-07-19T14:16:52Z
Ilustrasi.(Kompasiana.com).
Ada seorang anak di mana guru di sekolahnya kagum terhadap anak ini. Dia adalah anak yang pandai tetapi punya kelemahan.

Dia gagap kalau berbicara, namun gurunya belum tahu hal ini. Suatu hari, anak itu disuruh membaca pasal-pasal sewaktu upacara bendera. Apa yang terjadi? Kacau!

Dia membacakan dengan suara yang gagap sehingga murid-murid yang lain tertawa semua, guru-guru pun menjadi merah mukanya. Lalu anak ini, ketika turun dari panggung, dia langsung menundukkan kepalanya, betapa hancur hatinya.

Beberapa minggu kemudian dia disuruh lagi di gerejanya untuk berdoa, dia maju di depan papa mamanya, di depan orang-orang banyak, setelah itu, dia berdoa dengan kacau balau.

Roh kudus bisa jadi Yesus, Yesus bisa jadi Bapa dalam doanya; secara teologia, doanya kacau. Dia berdoa dengan perasaan malu. Setelah dia berkata 'amin', dia langsung menundukkan kepalanya lagi.

Dia berkata dalam hatinya: "Cukuplah Tuhan, dua kali pengalaman ini, aku tidak akan pernah seumur hidup tampil lagi!"

Dengan tertunduk, dia cepat-cepat berpaling dari orang-orang dan lari, dia begitu malu. Tetapi begitu dia lari di antara orang banyak, lari ke belakang, tiba-tiba bapanya mengejar dia dan memeluknya dari belakang.

Bapa itu berkata: "Nak, kamu bisa salah, tetapi saya ada di belakangmu, jangan pernah putus asa! Maju terus!" Dia peluk anaknya, dan menangislah anak itu.

Kata-kata bapa ini sampai akhir hidupnya masih diingat oleh dia. Dia tidak pernah lupa akan kata-kata itu, kata-kata yang membuat dia menjadi hamba Tuhan yang luar biasa, namanya Larry Crab.(Suriono Brandoi).

#Tak_Ada_Kata_Mundur_Teruslah_Bertumbuh
×
Berita Terbaru Update