-->

Notification

×

iklan

Iklan

DPRD Samosir Apresiasi Pengelolaan Sereh Wangi Di Ronggurnihuta

Kamis, 09 Juli 2020 | 13.30 WIB Last Updated 2020-07-09T15:08:10Z
Ketua DPRD dan wakil ketua komisi II saat meninjau pengelolaan sereh wangi di Desa Ronggurnihuta.
Samosir(DN)
Kelompok tani hutan (KTH) di Desa Ronggurnihuta, Kabupaten Samosir mendapatkan suntikan semangat dari dewan setempat, saat meninjau pengelolaan tanaman tumpang sari budidaya sereh wangi di lahan yang dikelola Koperasi Rap Tama Jaya, Kamis, 9 Juli 2020.

Kehadiran Ketua DPRD Samosir, Saut Martua Tamba ST bersama Wakil Ketua Komisi II yang membidangi pertanian, Polma Hasehaton Gurning dan Sorta Siahaan disambut hangat oleh ketua Koperasi Rap Tama Jaya, Pilipus Pandiangan.

Pada kesempatan ini, Ketua DPRD Samosir, Saut Martua Tamba mengapresiasi dan mendukung upaya dan usaha koperasi tersebut untuk meningkatkan pendapatan para anggotanya dengan cara mengelola lahan pertanian.

"Kita harapkan program ini nantinya bisa memperbaiki perekonomian rakyat dan ditingkatkan untuk kemajuan perekonomian anggota koperasi Rap Tama Jaya. Asal untuk kepentingan rakyat banyak pasti kita dukung,” jelas politisi PDI-P itu.
Ketua DPRD Samosir bersama wakil ketua komisi II di lahan yang dikelola Koperasi Rap Tama Jaya.
Ditambahkan Wakil Ketua Komisi II, Polma Hasehaton Gurning, minyak sereh wangi ini bisa digunakan sebagai bahan dasar pembuatan keperluan sehari-hari, seperti parfum, dan lain-lain.

"Sehingga kiranya dapat meningkatkan kesejahteraan hidup petani yang membudidayakan tanaman sereh wangi khususnya, serta menimbulkan multiplier effect pada masyarakat petani,” ujarnya.

Ditambahkan Gurning, jangka waktu pengelolaan lahan seluas 375 hektar tersebut selama 35 tahun. Dirinya berharap pemanfaatan lahan ini dikelola dengan baik.

Politisi Nasdem itu juga berharap agar jangan mencoba-coba menebang satu pohon pun. Karena itu akan beresiko berat nantinya. Dirinya mengajak petani merawat dan menjaga pertumbuhan pohon-pohon tersebut.

"Harapan kami jangan karena sudah ada ijin diberikan kehutanan untuk pemanfaatan lahan, lalu kita tidak menaati perjanjian yang sudah ditetapkan pemerintah," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Koperasi Rap Tama Jaya, Pilipus Pandiangan mengungkapkan jumlah anggota koperasi ini yang ikut pertek sebanyak 152 anggota dengan luas lahan termohon 375 hektar. Sedangkan lahan yang sudah ditanami sereh wangi kurang lebih 150 hektar.
DPRD Samosir berbincang dengan ketua koperasi Rap Tama Jaya.
Adapun alasan kelompok ini tertarik untuk mengembangkan usaha serei wangi, Pilipus menilai tanaman tersebut komoditas yang mudah untuk dikembangkan.

"Tanaman ini tidak membutuhkan modal tinggi, dan bisa tumbuh di bawah tegakan pohon," ungkapnya.

Selain itu, menurutnya, tanaman ini juga mudah ditanam, kedua pasarnya memang bagus karena produk ekspor dan ketiga saat ini Cintronellla (minyak atsiri yang dihasilkan dari tanaman tersebut) sedang dibutuhkan banyak oleh para industri, sehingga harganya terus merangkak naik.(SBS).
×
Berita Terbaru Update