-->

Notification

×

iklan

Iklan

FB-IMG-1761548249303

Sidang Paripurna Istimewa Tandai Hari Jadi ke-22 Kabupaten Samosir

Rabu, 07 Januari 2026 | 15.08 WIB Last Updated 2026-01-09T03:09:43Z
Rapat Paripurna Istimewa DPRD Samosir.

Samosir(DN)

DPRD Kabupaten Samosir menggelar rapat paripurna istimewa dalam rangka Peringatan Hari Jadi ke-22 Kabupaten Samosir, yang jatuh pada Rabu (7/1/2026).


Rapat paripurna dibuka secara resmi oleh Ketua DPRD Samosir, Nasip Simbolon bersama Wakil Ketua, Osvaldo Simbolon, Sarhochel Tamba dan para anggota DPRD Samosir.


Turut hadir Bupati Samosir, Vandiko Timotius Gultom didampingi Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk, Wakapolres Samosir, B. Napitupulu, Kajari Samosir, Satria Irawan, Pabung 0210 TU. G. Sebayang, Sekdakab. Marudut Tua Sitinjak, Para SAB, Para Asisten, pimpinan OPD lain, para camat, Ketua TP PKK Samosir dan pimpinan instansi vertikal.


Sejumlah tokoh turut hadir dalam paripurna tersebut, di antaranya Penjabat Bupati Samosir tahun 2004 Wilmar E. Simanjorang, Wakil Bupati Samosir periode 2016–2021 Juang Sinaga, Ketua DPRD Samosir periode 2014–2019 Rismawati Simarmata, Wakil Ketua DPRD periode 2009–2014 Lundak Sagala, Wakil Ketua DPRD periode 2019–2024 Pantas M. Sinaga, perwakilan pemrakarsa Kabupaten Samosir Robinson Sinaga, tokoh agama, tokoh masyarakat, OKP/Ormas, serta insan pers.


Setelah paripurna dibuka resmi oleh Ketua DPRD Samosir, acara diawali dengan pembacaan sejarah singkat berdirinya Kabupaten Samosir yang dibacakan oleh Asisten Pemerintahan Tunggul Sinaga. 


Dalam kesempatan tersebut, Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menegaskan bahwa Kabupaten Samosir terus berbenah dan membangun di tengah berbagai keterbatasan melalui penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan pembinaan kemasyarakatan.


Vandiko juga menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi ke-22 Kabupaten Samosir dan kepada seluruh masyarakat. “Atas nama pribadi dan atas nama Pemerintah Kabupaten Samosir, saya mengucapkan Dirgahayu Kabupaten Samosir kepada seluruh masyarakat Samosir di manapun berada,” ujarnya.


Bupati Samosir mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momentum hari jadi sebagai sarana refleksi atas apa yang telah, sedang, dan akan dilakukan demi memperkuat komitmen pembangunan daerah. Ia juga mengajak masyarakat untuk mengakhiri polarisasi serta memperkuat sinergi dan kerja sama dalam mewujudkan cita-cita pembentukan Kabupaten Samosir.


“Sebagai masyarakat yang berbudaya dan menjunjung nilai kearifan lokal, mari bersinergi dan bekerja sama untuk mewujudkan Kabupaten Samosir yang unggul, inklusif, dan berkelanjutan,” katanya.


Menurut Vandiko, pembentukan Kabupaten Samosir merupakan sarana untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, peningkatan kinerja aparatur dan partisipasi masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi tantangan zaman.


“Dalam perjalanan 22 tahun ini harus diakui Kabupaten Samosir telah berbenah diri dan terus membangun di tengah berbagai keterbatasan. Ke depan, dukungan dan kinerja maksimal dari seluruh lapisan masyarakat sangat dibutuhkan,” kata Vandiko.


Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pemrakarsa, masyarakat perantau, DPRD, lembaga pemerintah, dan pihak swasta atas dukungan yang telah diberikan selama ini.


Pemrakarsa Kabupaten Samosir, Robinson Sinaga, menegaskan bahwa berdirinya Kabupaten Samosir bukanlah hadiah, melainkan hasil perjuangan masyarakat. Pembentukan kabupaten ini, menurutnya, bertujuan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat yang sebelumnya tertinggal.


Sementara itu, Wakil Bupati Samosir periode 2016–2021, Juang Sinaga menilai peringatan hari jadi menjadi momentum introspeksi bersama bagi pemerintah, DPRD, dan masyarakat. Ia mengapresiasi berbagai kemajuan pembangunan yang telah dirasakan, khususnya di sektor pariwisata, namun ia mengingatkan pentingnya pembangunan ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan dan beradab.


Mantan Penjabat Bupati Samosir, Wilmar E. Simanjorang mengajak masyarakat dan pemerintah tidak hanya bersyukur, tetapi juga berani “melompat” melalui inovasi tanpa merusak alam. Menurutnya, pembangunan Samosir ke depan perlu berpijak pada alam dan budaya, pelayanan manusiawi serta pelayanan publik.


Ketua DPRD Samosir periode 2014–2019, Rismawati Simarmata dalam kesempatan itu menyampaikan keprihatinan atas bencana alam yang terjadi serta mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Ia mengapresiasi sikap Pemkab Samosir yang menolak bantuan CSR yang dinilai berpotensi merusak lingkungan. "Kami mengapresiasi Bupati Samosir yang menolak CSR Perusak lingkungan, namun kita juga harus berbenah memperbaikinya," kata Risma.


Saat menutup paripurna, Ketua DPRD Samosir, Nasip Simbolon menegaskan bahwa peringatan hari jadi tidak semata bersifat seremonial, melainkan harus menjadi momentum evaluasi dan persiapan sumber daya manusia guna mendukung pembangunan berkelanjutan.


“Usia yang semakin dewasa menuntut kerja keras, sinergi, dan persiapan ekstra agar Kabupaten Samosir semakin sejahtera dan bermartabat,” ujarnya.(Red).

×
Berita Terbaru Update