-->

Notification

×

iklan

Iklan

Festival Solu Bolon, Melintasi Keajaiban Alam dan Budaya Samosir

Rabu, 15 Mei 2024 | 12.38 WIB Last Updated 2024-05-15T05:38:35Z
Festival Solu Bolon.
Samosir(DN)
Pada 7-8 Juni 2024 mendatang, wajah pinggiran Pantai di Waterfront City Pangururan akan kembali semarak. Tabuhan genderang, teriakan semangat, dan suara dayung yang saling berpacu dipastikan mewarnai arena ini.

Pun dengan peserta yang penuh semangat meski harus berpeluh keringat akan berpacu menuju garis finish, menjadi tontonan yang menarik.

Ya, Pemerintah Kabupaten Samosir melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, kembali menggelar event akbar, Solu Bolon, yang akan memperebutkan total hadiah sebesar Rp100 juta.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Samosir Tetti Naibaho, S.Sos menyampaikan bahwa event Solu Bolon merupakan rangkaian dari Calendar of Events Horas Samosir Fiesta Tahun 2024. “Ini adalah event ke-3 tahun ini, setelah dua event sebelumnya, yakni Opera Batak dan Pertunjukan Seni Budaya, sudah terlaksana dengan sukses,” ujarnya, Rabu, 15/5.

Dikatakan, pada setiap penyelenggaraannya, event Solu Bolon selalu menjadi pusat perhatian bagi masyarakat, atlet dayung dan wisatawan. Selain karena hadiahnya yang cukup besar, event ini juga menggairahkan semangat olahraga di Sumatera Utara, juga menyajikan sebuah pemandangan mahakarya alam yang menakjubkan, dihiasi sentuhan budaya yang original.

Tetti menjelaskan, solu atau perahu adalah bagian dari budaya masyarakat Samosir dan Danau Toba. Tradisi lomba solu ini bukan semata-mata untuk ajang kompetisi, tetapi juga memiliki nilai-nilai historis.

“SOLU” bagi masyarakat kawasan Danau Toba, memiliki akar sejarah yang kuat. Kisah-kisah tentang perahu yang dibuat oleh raja-raja dan masyarakat dan digunakan untuk berlayar di Danau Toba menjadi bagian dari warisan budaya yang disampaikan dari generasi ke generasi. Ini harus terus dilestarikan dan dipelihara dengan baik serta semua orang bisa mengetahui tradisi ini,” jelas Tetti Naibaho.

Lebih lanjut disampaikan, event ini akan diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Sumatera Utara, juga dari provinsi tetangga, seperti Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Barat dan Riau. Tiap tim terdiri dari 14 orang dan akan berlomba di lintasan sepanjang 1.000 m di kawasan Waterfront City Pangururan.

Pada event ini, bukan sekadar perlombaan, namun akan ada hiburan bagi masyarakat, peserta dan wisatawan, seperti pertunjukan Tortor, persembahan lagu dari para penyanyi lokal juga pameran UMKM.

“Jadi, kita bisa simpulkan bahwa event ini adalah event paket lengkap. Para peserta akan memadukan kekompakan dan keuletan untuk meraih kemenangan di bentangan alam yang memikat dan dibarengi pertunjukan warisan leluhur berupa tarian dan nyanyian. Dengan event Solu Bolon ini, kita berharap Samosir bisa selalu menjadi destinasi wisata yang menginspirasi,” ujarnya.

Sebagai informasi tambahan, pendaftaran event ini masih terbuka untuk umum. Bagi yang berminat, silakan mendaftar melalui google form berikut ini https://bit.ly/lombasolubolon (SBS).
×
Berita Terbaru Update