-->

Notification

×

iklan

Iklan

IMG-20240221-170348

Sispamkota: Kotak Suara Dirampok, Unit Reaksi Cepat Polres Samosir Ringkus Pelaku

Sabtu, 09 September 2023 | 16.11 WIB Last Updated 2023-09-09T11:15:20Z
Tim patroli bersama unit reaksi cepat Polres Samosir berhasil meringkus pelaku perampokan kotak suara.
Samosir(DN)
Petugas patroli bersama unit reaksi cepat Polres Samosir berhasil meringkus pelaku perampokan kotak suara.

Hal itu terlihat dalam peragaan Simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) dalam rangka menghadapi situasi kontijensi pada penyelenggaraan Pemilu 2024 di Kabupaten Samosir, di halaman Mapolres Samosir, Sabtu, 9/9.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kapolres Samosir, AKBP Yogie Hardiman, SH, SIK, MH, dan dihadiri PJU dan personel Polres Samosir, termasuk Waka Polres Samosir Kompol Saut Tulus Panggabean, SH, para Kabag, Kasat, Kapolsek, perwira, dan personel lainnya.

Dalam salah satu skenario, diperagakan perampokan kotak suara saat pengangkutan hasil rekapitulasi dari TPS ke PPK. Di tengah jalan tiba-tiba dua orang pelaku menyetop kendaraan yang membawa kotak suara.

Kedua orang tersebut langsung merampok/merampas kotak suara dan langsung pergi. Selanjutnya personil polri menghubungi petugas patroli untuk dilakukan pengejaran, yang selanjutnya bersama unit Reaksi Cepat, pelaku perampokan berhasil ditangkap dan kotak suara dibawa ke PPK.

Kapolres Samosir, AKBP Yogie Hardiman SH SIK MH mengatakan, gladi Sispamkota sebagai bagian dari persiapan menghadapi situasi kontijensi yang mungkin terjadi dalam Pemilu 2024 di wilayah hukum Polres Samosir.

"Kegiatan ini melibatkan Personil Polres Samosir dengan tujuan mempersiapkan personel pengamanan guna mengantisipasi potensi situasi darurat yang dapat timbul sewaktu-waktu," ujarnya.

Dalam gladi Sispamkota, seluruh personel Polres Samosir berperan dalam berbagai skenario yang melibatkan pengamanan TPS, Penanganan tindak pidana pemilu, serta penanganan aksi unjuk rasa.
Pengunjuk rasa beringas, hendak menyandera komisioner KPU.
Mereka memerankan peran sebagai Komisioner KPU, Petugas Bawaslu, KPPS, Massa, dan terlibat dalam simulasi pencurian kotak suara dan pembebasan sandera.

Kegiatan ini dimulai dengan tahapan persiapan Pemilu, seperti pemungutan suara, penetapan hasil pemungutan suara, hingga menghadapi situasi kontinjensi berupa unjuk rasa yang menentang hasil Pemilu 2024 di KPU Kabupaten Samosir.

Dalam salah satu skenario, Polres Samosir menghadapi masyarakat yang tidak terdaftar mencoba memaksa masuk ke TPS untuk mencoblos surat suara dimana masyarakat tersebut tidak memiliki surat undangan, tidak terdaftar di DPT dan tidak dapat menunjukkan KTP.

Namun, dengan penanganan yang tepat, personel Polres Samosir berhasil mengatasi situasi tersebut tanpa konflik dengan menghadirkan KPPS untuk menjelaskan aturan pencoblosan.

Selanjutnya, dalam tahap rekapitulasi hasil suara di tingkat kabupaten, muncul penolakan dari saksi pasangan calon no. Urut 10 yang menganggap terjadi penggelembungan hasil suara.

Karena massa dari pasangan calon no urut 10 merasa keberatan, selanjutnya mengajak seluruh pendukung pasangan pilpres dan pileg untuk melakukan unjuk rasa, mempertanyakan kinerja KPU Kabupaten Samosir.

Dengan spontanitas massa berkumpul (sekitar 30 orang) di depan Kantor KPU melakukan unjuk rasa, namun ditahan oleh personil yang melaksanakan pengamanan di kantor KPU.

Perwira penanggungjawab pengamanan KPU
menghubungi Kabag Ops (Karendal Ops) melalui HT meminta bantuan personil untuk mengamankan Kantor KPU.
Tim negosiator Polres Samosir mencoba menenangkan massa.
Selanjutnya Kabag Ops (Karendal) memerintahkan Kasat Samapta AKP Tito JuardI untuk menurunkan Dalmas Awal bersama Tim Negosiasi menghadang massa dan menyiagakan Dalmas Lanjutan di sekitar lokasi kantor KPU. 

Sesampainya di kantor KPU, Dalmas awal dengan menggunakan tali dalmas dapat menahan massa bersama tim negosiasi yang memberikan himbauan sopan agar massa tidak melakukan aksi yang melawan hukum.

Namun massa semakin beringas dan selanjutnya memaksa untuk masuk ke Kantor KPU dengan mengeluarkan kalimat "Kami tidak percaya KPU, ayo kita sandra Komisioner KPU agar permintaan kita diterima". Dan massa membakar ban di depan Kantor KPU.

Melihat hal tersebut, selanjutnya Danton Dalmas Awal meminta Danton Dalmas Lanjutan memasuki lokasi karena massa sudah semakin banyak dan beringas. Karena situasi yang semakin mencekam, selanjutnya Tim Pengamanan Tertutup mengamankan Komisioner KPU.

Tim Dalmas Lanjutan yang telah tiba di kantor KPU, langsung melakukan dorongan kepada massa dengan tujuan agar massa menjauh dari Kantor KPU dan dilanjutkan tim racun api memadamkan api ban yang dibakar.

Massa semakin mendesak Dalmas Lanjutan dengan cara mendorong, menendang dan sikap berlindung mengamankan dalmas lanjutan.

Tim Tindak selanjutnya mengamankan otak pelaku unras dan massa berhasil dibubarkan dengan desakan dari dalmas lanjutan menggunakan formasi paruh lembing. 

Usai massa berhasil dibubarkan, Dalmas awal dan dalmas lanjutan kembali ke lokasi siaga di Mako Polres dan selanjutnya Personil Pengamanan Kantor KPU siaga di Kantor KPU. 

Seusai gladi, Kapolres Samosir menyampaikan terimakasih atas kerja keras personil selama pelatihan dalmas awal dan dalmas lanjutan hingga sampai pelaksanaan gladi sispamkota saat ini.

"Saya meminta agar gladi dilanjutkan kembali di hari Sabtu depan dengan memasukkan peragaan kegiatan Bawaslu dan Gakkumdu. Kita persiapkan seluruhnya dengan bentuk TPS, Kantor KPU, kotak suara yang benar-benar mirip agar adegan yang kita laksanakan semakin dapat kita rasakan dan tahap demi tahap setiap skenario dapat kita pahami dengan cepat," pungkasnya.(humaspolressamosir).
×
Berita Terbaru Update