-->

Notification

×

iklan

logog

Iklan

logog

Sungai Meluap Karena Hujan Deras, 2 Mobil Hanyut di Tulas

Rabu, 03 Mei 2023 | 13.30 WIB Last Updated 2023-05-03T07:04:59Z
Sungai meluap karena hujan deras di Tulas.
Samosir(DN)
Hujan deras semalam mengakibatkan banjir dan tanah longsor di Tepi Danau Toba tepatnya di Tulas Desa Siboro Kecamatan Sianjur Mula-mula, Kabupaten Samosir, Propinsi Sumatera Utara.

Banjir terjadi akibat sungai yang tak mampu menampung debit air, mengakibatkan sejumlah rumah yang ada di sepanjang bantaran sungai hampir roboh, jembatan rusak, dua mobil dan 1 gilingan jagung turut hanyut terbawa arus.

Polres Samosir bersama BPBD Kabupaten Samosir bergerak cepat melakukan koordinasi terkait bencana alam yang terjadi di wilayah Desa Siboro tersebut. Hari ini, Rabu, 3 Mei 2023, Kapolres Samosir AKBP Yogie Hardiman SH SIK MH langsung turun ke lapangan untuk membantu warga yang terkena dampak bencana.

Salah satu korban bencana, Juita Br Sagala menerangkan, saat itu sekira pukul 00.30 Wib (Rabu 03 Mei 2023), ia mendengar suara arus sungai yang kuat, sehingga melihat keluar rumah.
Kapolres Samosir AKBP Yogie Hardiman SH SIK MH meninjau lokasi bencana alam.
Sesampainya diluar rumah, melihat posisi mobil pick up hitam miliknya sudah posisi miring mengarah ke danau. Selanjutnya ia masuk ke rumah membanguni 4 orang anaknya dan mengajak mereka mengungsi ke rumah mertuanya menggunakan kendaraan roda dua.

"Saat melewati jembatan dekat rumah, saya melihat air sungai sudah melewati batas tengah ketinggian badan alur sungai (3/4 dari badan alur sungai)," ungkapnya.

Selanjutnya, sekira pukul 02.00 Wib ia mengecek lokasi, dan melihat rumahnya sudah roboh dan mobil pickup miliknya sudah tidak berada ditempat.

"Pada saat berangkat menuju rumah mertua, jembatan masih ada dan saat akan kembali ke rumah, melihat tanah yang menghubungkan jembatan sudah amblas ke Danau Toba sehingga tidak bisa lagi melintasi jembatan," tutur Juita.
Kapolres Samosir AKBP Yogie Hardiman SH SIK MH memberi penghiburan kepada korban bencana alam.
Ditambahkan korban lainnya, Jetlin Siboro (Amani Viktor), pada saat kejadian posisinya masih di Kabanjahe, namun rumah ditinggali Antonius Sagala.

Saat berangkat ke Kabanjahe, ungkap Jetlin, ia memarkirkan kendaraannya (dum truck Canter) dan gilingan jagung di pinggir jalan dekat jembatan. Sesampainya di Tulas pukul 06.00 Wib, ia melihat dua buah jembatan sudah rusak dan daratan yang menghubungkan kedua jembatan sudah tidak ada (amblas ke danau).

"Dum truck dan gilingan jagung saya sudah tidak berada di tepi jalan dekat jembatan karena sudah amblas ke Danau Toba," katanya.

Atas musibah ini, Kapolres Samosir, AKBP Yogie Hardiman SH SIK MH yang turun ke lokasi menyerahkan bantuan sosial kepada kedua keluarga yang menjadi korban longsor.

"Kami keluarga besar Polres Samosir turut merasakan kesedihan keluarga, kondisi alam saat ini tidak bisa diprediksi. Saat ini kita sudah berkoordinasi dengan BPBD Samosir terkait hanyutnya dua mobil, kita sedang berupaya melakukan pencarian," ujar Yogie.

"Terlepas dari pada materi yang hilang lebih terpenting keselamatan jiwa. Bantuan ini semoga dapat meringankan ibu dan keluarga. Semoga tetap kuat dan sabar dalam menghadapi kehidupan ini," pungkasnya.

Adapun bantuan sosial yang diserahkan Kapolres Samosir AKBP Yogie Hardiman, SH SIK MH yakni beras ukuran 5 kg sebanyak 10 sak, telor sebanyak 5 krat, mie instan merek indomie sebanyak 5 kardus, sarden sebanyak 5 kaleng dan pop mie sebanyak 5 kardus.(red/PM).
×
Berita Terbaru Update