-->

Notification

×

iklan

Iklan

IMG-20220326-WA0052

4 Kali Gempa Susulan Terjadi di Nias Selatan

Senin, 14 Maret 2022 | 10.48 WIB Last Updated 2022-03-14T08:50:31Z
Foto: Ilustrasi gempa bumi (iStock)
Nias(DN)
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati melaporkan telah terjadi empat (4) kali gempa susulan di wilayah Pantai Selatan, Nias Selatan, Sumatera Utara. Aktivitas ini menyusul gempa utama dengan magnitudo (M) 6,7 pada pukul 04.09 waktu setempat.

"Sejak pagi tadi hingga pukul 06.20 WIB, BMKG memonitor terjadi empat aktivitas gempa susulan dengan magnitudo terbesar 6,0. Ini cukup besar," ungkapnya dalam konferensi pers daring, Senin (14/3/2022).

Untuk itu ia mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Dia juga meminta masyarakat menghindari bangunan yang telah retak atau rusak akibat gempa.

"Pastikan atau periksa bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa atau pun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum Anda kembali ke rumah," pesannya.

Sebelumnya, BMKG melaporkan terjadi gempa bumi tektonik di wilayah Pantai Selatan, Nias Selatan, Sumatera Utara hari ini pukul 04.09 waktu setempat. Hasil analisis menunjukkan, gempa ini memiliki parameter magnitudo 6,7.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 0,71 derajat lintang selatan dan 98,50 derajat bujur timur atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 6 kilometer arah selatan Hibala, Nias Selatan, Sumatera Utara. Kedalaman pusat gempa 25 kilometer dari permukaan bumi.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman pusat gempanya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng atau yang dikenal dengan nama megathrust," jelas Dwikorita.

Hasil analisis sumber menunjukkan bahwa gempa yang terjadi memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault. Gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Padang, Siberut, Nias Selatan, dan Gunung Sitoli dengan skala intensitas IV MMI yaitu dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah.

"Dari hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini meskipun lokasinya ada di dasar laut tetapi tidak berpotensi tsunami," kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo.(red/BeritaSatu).
×
Berita Terbaru Update