-->

Notification

×

iklan

Iklan

FB-IMG-1761548249303

Tingkatkan Pelayanan dan Kinerja, Ketua KMM Motivasi Wilayah Sumbagut 2

Senin, 15 Juni 2026 | 22.31 WIB Last Updated 2026-06-15T15:31:00Z
Monitoring Ketua KMM, Drs Tumbur Naibaho MM FSAI ke Wilayah Sumbagut 2.

Samosir(DN)

Ketua Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Makmur Mandiri, Drs Tumbur Naibaho MM FSAI menggelar monitoring kinerja di KMM Wilayah Sumbagut 2. Kunjungan ketua koperasi yang berkantor pusat di Bekasi, Jawa Barat ini, disambut Korwil Sumbagut 2, Lunggu Simarmata bersama staf pengawas wilayah, Iran Persia Naibaho dan 13 manajer cabang KMM yang berada di Kabupaten Samosir, Senin, 15 Juni 2026 di ruang rapat kantor cabang KMM Samosir 1, Kecamatan Pangururan.


Kegiatan monitoring wilayah yang dibarengi dengan pemberian motivasi oleh Ketua KMM, Drs Tumbur Naibaho MM FSAI ini merupakan strategi efektif untuk menjaga kinerja tim di wilayah tetap optimal. Hal ini bertujuan untuk memastikan progres kerja berjalan lancar dan memberikan dorongan moral agar setiap hambatan di lapangan dapat teratasi.


"Monitoring rutin ini menjadi wadah koordinasi dan evaluasi internal dalam memastikan target kerja di KMM Wilayah Sumbagut 2 berjalan efektif, terarah, dan sesuai sasaran," ujar Ketua KMM Drs Tumbur Naibaho MM FSAI.


Dalam kesempatan ini, masing-masing manajer menyampaikan laporan pencapaian, serta memaparkan kendala-kendala yang dihadapi dalam pelayanan kepada anggota.


Suami Jusniar Simbolon itu juga mendorong penguatan kinerja untuk mencapai target kerja 2026. Tumbur juga menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh jajaran di Wilayah Sumbagut 2. Beliau mengajak seluruh jajaran pengurus untuk terus menjaga semangat kerja dan komitmen bersama dalam memberikan pelayanan kepada anggota.


Mari kita senantiasa mengedepankan semangat dan prinsip kerja dengan tetap mengedepankan filosofi budaya kerja KMM dalam melayani anggota, yakni pelayanan yang Juara dan Sehat (Jujur, Amanah, Ramah, Senyum dan Bersahabat)," sebut Tumbur Naibaho.


Sementara itu, Korwil Sumbagut 2, Lunggu Simarmata menuturkan komitmennya bersama para manajer di wilayah Sumbagut 2 untuk terus meningkatkan kinerja. “Masukan dari Ketua KMM menjadi motivasi bagi kami untuk meningkatkan kinerja wilayah Sumbagut 2 agar semakin dipercaya oleh anggota dan masyarakat," ujarnya.


Dijelaskan, saat ini anggota di Sumbagut 2 berjumlah 16.300 orang, dengan Aset Rp 204 M. Pihaknya pun menyampaikan terima kasih atas dukungan anggota khususnya masyarakat Samosir, sehingga KMM Wilayah Sumbagut 2 terus bertumbuh dan semakin dipercaya.


Selain evaluasi kemajuan kinerja wilayah Sumbagut 2, rapat juga membahas penyaluran beasiswa KMM kepada anggota yang berprestasi di sekolahnya, yang rutin disalurkan KMM tiap semester.


Staf Pengawas Wilayah Sumbagut 2, Iran Persia Naibaho mengatakan, adapun siswa yang mendapat penghargaan dari KSP Makmur Mandiri ini, merupakan anggota atau anak-anak anggota berprestasi yang bergabung di tabungan simpanan berencana pendidikan di 13 kantor cabang Wilayah Sumbagut 2.


Dijelaskan, kriteria untuk mendapatkan beasiswa ini, adalah siswa berprestasi di sekolahnya dengan peringkat juara 1-3. Dengan besar penghargaan untuk juara satu Rp 250rb, juara dua Rp 200rb dan juara tiga Rp 150rb.


Untuk menabung di produk simpanan berencana pendidikan, harus terlebih dahulu bergabung menjadi anggota KSP Makmur Mandiri. Cukup hanya membawa Kartu Tanda Penduduk, dan menyetor Simpanan Pokok, Rp 1.000.000 (satu kali saja) serta nantinya Simpanan Wajib Rp 25.000/bulan, sudah menjadi anggota KMM.

Mari bergabung menjadi anggota Koperasi Simpan Pinjam Makmur Mandiri dan nikmati keuntungan yang didapat.

Simpanan Berencana Pendidikan (SBP) ini dirancang untuk mewujudkan impian para orangtua agar putra-putri tercinta meraih sukses di pendidikan tinggi/sarjana. Oleh karena itu sejak dini harus dipersiapkan dana dengan mulai menabung.


"Masa depan terbantu lewat simpanan cuma Rp. 150.000/bulan dengan suku bunga 9,6 setahun, maka dalam tempo 15 tahun dana pendidikan akan terkumpul Rp. 59.935.924. Dana tersebut bisa dipakai untuk melanjutkan kuliah si anak," ungkapnya.


Dijelaskan, besaran simpanan bisa disesuaikan dengan kemampuan anggota dan jangka waktu jatuh tempo juga bisa disesuaikan dengan usia anak. Misalkan usia anak saat ini 2 tahun maka masa simpanan sebaiknya 16 tahun, agar nantinya dana yang disimpan dipergunakan untuk biaya kuliah si anak.(SBS).

×
Berita Terbaru Update