-->

Notification

×

iklan

logog

Iklan

logog

Pulang Studi Banding, Para Kepala Desa di Samosir Disambut Spanduk Sindiran

Jumat, 26 November 2021 | 05.59 WIB Last Updated 2021-11-26T06:01:13Z
Spanduk sindiran kepada para Kepala Desa yang studi banding ke Bali kala pandemi Covid-19 masih terus menghantui.
Samosir(DN)
Studi banding Kepala Desa (Kades) se-Kabupaten Samosir ke Propinsi Bali, mendapat sorotan pelbagai kalangan. Studi banding tersebut, dinilai tidak peka terhadap kesulitan rakyat di tengah masa pandemi Covid 19.

Selain itu, kondisi saat ini masih terjadi pandemi virus corona. Dimana daerah tujuan para kades tersebut hingga saat ini masih dinyatakan sebagai daerah yang belum terbebas dari virus tersebut.

Kekecewaan itu dilampiaskan sejumlah kalangan dengan memasang spanduk sindiran kepada para Kepala Desa yang baru saja usai melakukan studi banding di Provinsi Bali, terpasang di beberapa titik di Kota Pangururan, Samosir, Sumatera Utara, Kamis (25/11).

Terdapat tiga spanduk yang mencuri perhatian masyarakat tersebut. Diantaranya terletak di simpang empat Pangururan, simpang Perkantoran DPRD Samosir dan Terminal Pangururan.

"Selamat Datang Para Kepala Desa se-Samosir Atas Kunjungannya Dari Bali Yang Dibiayai Uang Rakyat."

Sebelumnya Kepala Dinas PPAMD Samosir, Amon Sormin, menjelaskan bimbingan teknis (bimtek) dan studi banding kepala desa ke Bali adalah program peningkatan kapasitas kepala desa yang dananya bersumber dari dana desa.

“Kegiatan ini adalah inisiatif dari kepala desa melalui APDESI,” jelasnya.

Saat ini sudah berangkat sebanyak 42 kepala desa, yang berasal dari kecamatan Simanindo, Harian, Sianjur Mulamula, Onan Runggu, Palipi dan Sitio-tio.

“Adapun tujuannya adalah peningkatan kapasitas pengelolaan pembangunan di desa, sekaligus studi banding ke dua desa yang mengelola pertanian dan pariwisata di Desa Pancasari Kabupaten Buleleng dan Desa Bongkasa Pertiwi Kabupaten Badung,” ujarnya.(SBS).
×
Berita Terbaru Update