-->

Notification

×

iklan

Iklan

FB-IMG-16165485030001093

Heboh Isu Bandara Kualanamu Dijual ke Asing, Gubsu Edy Panggil Pengelola

Senin, 29 November 2021 | 10.40 WIB Last Updated 2021-11-29T04:03:04Z
Bandara Internasional Kualanamu, Medan Foto: Shutter Stock.
Medan(DN)
Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi memanggil Direktur PT Angkasa Pura Aviasi, Haris, usai heboh isu Bandara Kualanamu dijual ke perusahaan India. Edy memanggil Haris untuk mendapat penjelasan detail.

Dilansir dari Antara, Senin (29/11/2021), Edy dan Haris di Kantor Dinas BMBK Sumut, Jalan Sakti Lubis, Medan pada Minggu (28/11). Edy meminta semua pihak menyimak penjelasan detail dari Haris.

"Saya minta semua dengarkan omongan beliau. Ramai katanya Kualanamu dijual sama India. Saya pun tak tahu. Jadi langsung saja ke sumber yang utama," ujar Edy.

Direktur PT Angkasa Pura Aviasi, Haris, kemudian menjelaskan soal kerja sama pengelolaan Bandara Kualanamu. Dia mengatakan tak penjualan aset Bandara Kualanamu kepada pihak manapun.

Dia mengatakan Bandara Kualanamu bakal menjadi hub internasional. Atas dasar itulah pihaknya menjalin kerja sama dengan perusahaan India.

"Makanya kita membutuhkan kerja sama dengan GMR Airport yang nanti bisa membawa traffic ke Bandara Kualanamu khususnya penerbangan internasional," katanya.

GMR akan masuk ke dalam kepemilikan saham PT Angkasa Pura Aviasi dengan kepemilikan 49 persen. Menurutnya, Bandara Kualanamu merupakan milik PT Angkasa Pura II.

"Jadi bukan Bandara Kualanamu. Bandara Kualanamu merupakan aset PT Angkasa Pura II," katanya.

"Saya bisa tegaskan dan jaminan bahwa tidak ada aset yang berpindah, semua masih aset Milik PT AP II," sambung Haris.

Dia juga mengatakan tidak ada aset yang berpindah ke GMR. Dia juga menyebut PT AP II tetap memperoleh pendapatan dari berbagai aktivitas di Bandara Kualanamu.

"Jadi sekarang bagaimana itu mentransfer bandara internasional dan domestiknya. Kami harap bapak-bapak semua untuk bisa meluruskan pemberitaan di media, bahwa tidak ada penjualan aset," tuturnya.

Usai mendengarkan penjelasan tersebut, Edy meminta semua pihak menyetop isu Bandara Kualanamu dijual ke asing. Dia kemudian berkelakar kalau orang Sumut jago mengarang cerita.

"Di-counter itu isu, tangkis. Kita kan terlalu pandai ulok (bicara). Dia lupa kalau kita raja ulok," ucapnya.

Sebelumnya, GMR Airports Consortium resmi masuk dalam pengembangan Bandara Internasional Kualanamu. PT AP II akan melakukan kemitraan strategis untuk pengembangan bandara ini selama 25 tahun ke depan.

Skema kemitraan strategis untuk pengembangan bandara ini memiliki nilai investasi kerja sama sekitar USD 6 miliar atau sekitar Rp 85,2 triliun. Termasuk investasi dari mitra strategis sedikitnya Rp 15 triliun.

AP II dan GMR Airports Consortium akan menjadi pemegang saham di joint venture company (JVCo), yakni PT Angkasa Pura Aviasi. Perusahaan tersebut menjadi pengelola Bandara Internasional Kualanamu.

Rinciannya, AP II menguasai mayoritas 51 persen saham di PT Angkasa Pura Aviasi, sementara GMR Airports Consortium sebesar 49 persen.

Meski demikian, AP II menegaskan tak ada penjualan aset Bandara Kualanamu. Kepemilikan Bandara Internasional Kualanamu beserta asetnya 100 persen tetap milik AP II. JVCo disebut hanya akan menyewa aset kepada AP II untuk dikelola selama 25 tahun.(red/dtc).
×
Berita Terbaru Update