-->

Notification

×

iklan

Iklan

Pembayaran Retribusi Masuk ke 18 Objek Wisata di Samosir Sudah Bisa Nontunai

Jumat, 01 Oktober 2021 | 13.49 WIB Last Updated 2021-10-01T14:03:12Z
Bupati Samosir saat mendemokan cara penggunaan pemungutan retribusi menggunakan aplikasi QRIS.
Samosir(DN)
Pembelian tiket atau karcis masuk ke objek wisata di Kabupaten Samosir kini sudah bisa dilakukan secara nontunai dengan QRIS (Quick Response Code Indonesia Standard) milik Bank Indonesia.

Hal ini ditandai dengan dilaunchingnya aplikasi pembayaran nontunai menggunakan QRIS dengan aplikasi QREN Kabupaten Samosir, Jumat, 1 Oktober 2021 di Aula Kantor Bupati Samosir.

Aplikasi tersebut dilaunching langsung oleh Bupati Samosir Vandiko T. Gultom ST dan dihadiri Kepala Kantor Perwakilan (KPW) Bank Indonesia (BI) Sibolga Aswin Kosotali, Kepala Cabang Bank Sumut Pangururan Adi Nixon Marbun, pimpinan OPD, petugas retribusi objek wisata dan Pasar Percontohan Pangururan.

Penerapan sistem pembayaran nontunai di objek wisata ini diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Samosir melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) bekerjasama dengan Bank Indonesia dan Bank Sumut.
Kepala Bapenda Samosir, Hotraja Sitanggang dalam laporannya mengatakan bahwa program teknologi pembayaran nontunai berbasis QRIS dengan aplikasi QREN untuk pembayaran retribusi pasar dan retribusi tempat rekreasi dan olahraga ini, akan mulai diterapkan di 18 objek wisata di Kabupaten Samosir dan di Pasar Percontohan Pangururan.

"Dengan penerapan QRIS tersebut, wisatawan yang akan masuk bisa membayar tiket masuk menggunakan semua aplikasi pembayaran digital melalui ponsel sehingga lebih praktis dan aman," jelas Hotraja.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan BI Sibolga Aswin Kosotali mengatakan, penerapan QRIS sebagai salah satu opsi pembayaran nontunai di objek wisata di Kabupaten Samosir dapat menjadi percontohan bagi obyek wisata lain di kawasan Danau Toba.

"QRIS merupakan kanal pembayaran kekinian yang aman dan sesuai protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19. Wisatawan tidak perlu bersentuhan langsung dengan uang nontunai sehingga meminimalkan kontak dengan orang lain," ujarnya.

"Kabupaten Samosir yang merupakan bagian dari destinasi pariwisata super prioritas diharapkan mampu menjadi role model bagi daerah lain dalam hal memperluas implementasi percepatan transaksi digital dan transparansi keuangan daerah," tambahnya.

Ditambahkan Kepala Cabang Bank Sumut Pangururan Adi Nixon Marbun, kolaborasi bersama Pemkab Samosir dalam pengembangan teknologi QRIS ini merupakan wujud Bank Sumut sebagai pengelola kas daerah Kabupaten Samosir turut bertanggungjawab dalam mensukseskan program pengelolaan keuangan daerah berbasis digital.

"Bank Sumut siap bekerjasama dalam melaksanakan pengelolaan keuangan daerah berbasis digital guna mewujudkan program Elektronifikasi Transaksi Pemerintah (ETP) sekaligus untuk meningkatkan potensi PAD di Kabupaten Samosir," sebutnya.

Berphoto bersama seusai launching QRIS. 
Sementara itu, Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom ST, menyampaikan bahwa sekaitan dengan modernisasi pelayanan dengan teknologi informasi, Pemkab Samosir secara bertahap telah meluncurkan sejumlah aplikasi yang diawali dengan menyasar pelayanan publik seperti perijinan, kependudukan, perencanaan dan lain-lain.

"Dalam rangka peningkatan PAD, kita sudah memiliki sejumlah aplikasi yang Puji Tuhan, hari ini sudah dapat berjalan dengan maksimal. Diantaranya E-PBB untuk pembayaran pajak bumi dan bangunan, E-BPHTB untuk pembayaran bea perolehan hak atas tanah dan bangunan, E-Sewa Tanah milik Pemkab Samosir," kata Bupati Samosir.

Saat ini, lanjutnya, sedang dikembangkan Sistem Informasi Pendapatan Daerah (SIMPATDA) yang akan memfasilitasi pembayaran pajak hotel, restoran, hiburan, pajak mineral bukan logam dan batuan, pajak reklame dan lain-lainnya.

"Selain dari pajak, sumber pendapatan daerah Kabupaten Samosir yang diyakini akan menjadi primadona kita hari ini dan di masa depan adalah retribusi tempat rekreasi dan olahraga yang meliputi karcis semua objek wisata serta retribusi dari pasar," sebut Vandiko.

Menurut Bupati, kedua retribusi ini telah terbukti bertumbuh cukup pesat dan diyakini akan terus berkembang seiring dengan perkembangan pariwisata dan perdagangan, sebagai impact dari pembangunan infrastruktur yang cukup serta dampak dari kawasan strategis pariwisata nasional Danau Toba.

Pihaknya bersyukur atas launching fasilitas pembayaran secara elektronik dengan menggunakan single barcode berbasis QRIS. Selain kecepatan, kemudahan, murah dan aman, penggunaan teknologi ini juga sangat ramah lingkungan karena meminimalisir penggunaan kertas dan plastik.

"Dan yang terpenting adalah sistem pembayaran online ini dapat membantu meningkatkan protokol kesehatan. Karena mengurangi kontak fisik antara pedagang, serta antar pengunjung objek wisata dengan petugas," terang Bupati Samosir.

Terakhir, Vandiko berharap segera setelah launching ini, semua bentuk pembayaran tunai di Kabupaten Samosir akan dilakukan dengan sistem barcode sesuai dengan instruksi presiden nomor 10 tahun 2016 tentang implementasi transaksi nontunai dalam rangka aksi pencegahan dan pemberantasan korupsi.

"Ini sekaligus penekanan saya kepada semua OPD yang mengelola pajak dan retribusi dan semua pungutan lainnya dari masyarakat. Mari gali potensi PAD secara maksimal dan tingkatkan sinergitas dengan semua pihak terkait, sehingga proporsi PAD terhadap total APBD meningkat dan optimal untuk mendorong kemandirian daerah," pungkasnya.

Seusai melaunching QRIS, acara dilanjutkan dengan penandatanganan Nota Kesepakatan antara Pemkab Samosir dan PT. Bank Sumut, dan penyerahan secara simbolis barcode QRIS oleh Bupati Samosir kepada petugas pemungut retribusi Pasar Pangururan dan petugas retribusi Objek Wisata, sekaligus bupati mendemokan pembayaran aplikasi QRIS kepada petugas retribusi pariwisata.(SBS).
×
Berita Terbaru Update