-->

Notification

×

iklan

Iklan

Covid-19 Melonjak, Bupati Samosir Gelar Konferensi Pers

Jumat, 13 Agustus 2021 | 20.07 WIB Last Updated 2021-08-13T16:11:14Z
Konferensi pers yang pertama kali digelar Bupati Samosir sejak memimpin.
Samosir(DN)
Ditengah kasus penyebaran Covid-19 di Kabupaten Samosir terus bertambah, dimana saat Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom ST dan Drs Martua Sitanggang MM dilantik pada 26 April 2021 masih 209 kasus dan kini data per 11 Agustus sudah mencapai 1430, Pemerintah Kabupaten Samosir menggelar konferensi pers di Aula Kantor Bupati Samosir, Jumat, 13/9.

Dalam konferensi pers yang membahas seputar lonjakan Covid-19 serta progres kinerja 100 hari Bupati dan Wakil Bupati Samosir periode 2021-2024 ini, dihadiri puluhan wartawan yang bertugas di Kabupaten Samosir juga Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom ST didampingi asisten 1 Mangihut Sinaga, asisten 2 Saul Situmorang dan asisten 3 Lemen Manurung.

Membuka acara, Kadis Kominfo Samosir Rohani Bakkara selaku jubir Satgas Penanganan Covid-19, mengatakan per 11 Agustus 2021 masih ada penambahan terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 15 orang, 2 sembuh, dan meninggal 1 orang, serta kasus aktif 285.

Menurutnya, dalam sepekan terakhir ada penurunan angka kasus baru dibandingkan bulan Juli lalu, dimana kasus terkonfirmasi positif aktif Covid-19 waktu itu di Kabupaten Samosir, ada 400an.

Selain menyampaikan informasi penanganan Covid-19 berupa penyekatan, pemberian BLT, Vaksinasi, Rohani Bakkara juga menyampaikan pencapaian Vandiko Timotius Gultom ST dan Drs Martua Sitanggang MM selama 100 hari memimpin Kabupaten Samosir.

"Sejauh ini, dinamika penyekatan oleh Satgas tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan tetap berjalan dengan baik terutama pada pintu-pintu masuk ke Samosir melalui jalur darat dan danau. Kiranya apa yang sudah dilakukan secara ketat pada pintu-pintu masuk dapat mencegah masuknya Covid-19 terutama varian terbaru," ujar Rohani Bakkara.

Usai paparan Kadis Kominfo Samosir, selanjutnya asisten 1 Mangihut Sinaga memoderatori sesi tanya jawab dengan wartawan.

Tanya jawab itu, sejumlah wartawan mempertanyakan mulai dari pembahasan perkembangan Covid-19, masalah pendidikan, kesehatan, perekonomian di bawah kepemimpinan Vandiko Timotius Gultom dan Martua Sitanggang dan sebagainya.

Mangihut Sinaga menyampaikan terkait perampingan organisasi daerah/ SKPD, bahwa dari hasil evaluasi Pemerintah Propinsi Sumatera Utara, bahwa rencana peleburan Dinas Perhubungan dengan Dinas Kominfo harus dikaji. "Dinas Kominfo harus tunggal. Sehingga nanti kami kaji dan laporkan ke Bupati," sebutnya.

Dalam penjelasan capaian program kerja 100 hari, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Mangihut Sinaga menjelaskan bahwa capaian di atas bersifat makro. Namun demikian, ada beberapa OPD dengan capaian di bawah rata-rata.

Mangihut mengambil contoh Dinas Perhubungan dengan capaian 45% yang dikarenakan belum terealisasinya retribusi di tepi jalan. Pada awalnya, kata Mangihut, retribusi ini diserahkan kepada pihak ketiga melalui lelang tetapi setelah dilakukan kajian diputuskan untuk menerapkan pola lama atau sebelumnya. 

Kemudian, Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olah Raga (Budpora) dengan capaian 50.78%. Hal ini terkait dengan cagar budaya yang menurut Mangihut identifikasinya agak rumit. Selain itu, capaian di bawah rata-rata juga ada pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Dinas Kesehatan. Rendahnya capaian ini, kata Mangihut, sekali lagi disebabkan dukungan anggaran dan personil.

Namun demikian, para asisten akan memberikan masukan kepada Bupati/Wakil Bupati Samosir untuk lebih menggenjot bagaimana capaian untuk 6 bulan ke depan, kata Mangihut.

Terkait minimnya serapan anggaran penanganan Covid-19, Asisten Administrasi Umum Lemen Manurung menjelaskan bahwa setelah berkomunikasi dengan Organisasi Perangkat Daerah atau OPD fungsional yang mengampu anggaran untuk penanganan Covid-19, sebenarnya kegiatan telah terlaksana namun tinggal menunggu Surat Pertanggungjawaban (SPJ) dari OPD pelaksana. 

“Secara umum, sumber dana penanganan Covid-19 ini berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Insentif Daerah (DID), dan Dana Alokasi Khusus (DAK),” kata Lemen Manurung. 

Pada akhir sesi tanya jawab, Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom mengatakan bahwa pencapaian belum optimal. “Ini masih 100 hari, ini sebagai awal. Namun kami berjanji akan merealisasikan janji-janji kampanye dalam satu periode,” kata Vandiko.

Turut hadir pada kegiatan itu, para pimpinan OPD terkait, staf khusus Bupati Samosir, dan insan pers.(red).
×
Berita Terbaru Update