-->

Notification

×

iklan

Iklan

Pencarian Dihentikan, Keluarga Ikhlaskan Kepergian Korban Tenggelam di Danau Toba

Kamis, 27 Mei 2021 | 20.06 WIB Last Updated 2021-05-27T14:09:47Z
Keluarga korban tabur bunga di lokasi tenggelam.(Sar).
Parapat(DN)
Operasi pencarian korban tenggelam di Danau Toba, tepatnya di Pantai Pasanggrahan Bung Karno Parapat Kabupaten Simalungun pada Sabtu 22/5 sekitar pukul 14.30 Wib, resmi dihentikan hari ini, Kamis 27 Mei 2021.

Kepala Koordinator Pos Dar Danau Toba Octo Albert Tambunan mengatakan, pencarian dihentikan setelah terlebih dahulu berkoordinasi dengan pihak Polri dan Uspika Kecamatan Girsang Sipangan Bolon serta pihak keluarga.

Dijelaskan Octo Albert Tambunan, hingga hari keenam operasi Sar gabungan telah memperluas pencarian dengan melakukan penyelaman di kedalaman 42 meter.

Selain melakukan penyelaman, Tim Sar juga telah memperluas pencarian di permukaan air dengan melakukan penyisiran disepanjang garis pantai.

Hingga pukul 17:00 Wib, pencarian korban atas nama Dodi (22), tak kunjung membuahkan hasil. "Setelah enam hari melakukan pencarian sehingga operasi SAR terpaksa kami tutup, karena sudah tidak efektif lagi dilanjutkan," ujar Octo Albert Tambunan dalam keterangan tertulisnya, 27/5.

Lebih lanjut, kata Octo Albert Tambunan, meski operasi SAR dihentikan, pemantauan dan monitoring masih akan terus dilakukan. Ia berharap kepada warga dan nahkoda kapal, jika menemukan tanda-tanda mayat mengambang, supaya segera mengabarkan ke Kantor SAR Danau Toba di dekat Pelabuhan Fery Ihan Batak Ajibata.

Dikatakan, pihak keluarga juga telah mengikhlaskan kepergian korban. Orang tua korban, Tukijo (62) warga Air Joman Kisaran, Kabupaten Asahan itu pasrah, dan merelakan kepergian anaknya.

Tukijo dan sejumlah kerabat keluarga korban pun, melakukan tabur bunga perpisahan di lokasi kejadian, sekitar 200 meter dari bibir Pantai Danau Toba, Pesanggrahan Bung Karno Parapat, Kelurahan Tigaraja, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun.(red/IS).
×
Berita Terbaru Update