-->

Notification

×

iklan

logog

Iklan

logog

Olah TKP, Polres Samosir Periksa Nahkoda dan ABK KMP Ihan Batak

Senin, 31 Mei 2021 | 21.40 WIB Last Updated 2021-05-31T15:47:16Z
Kapolres Samosir AKBP Josua Tampubolon SH MH turut turun langsung menyelidiki penyebab insiden terceburnya mobil dari KMP Ihan Batak.
Samosir(DN)
Nahkoda dan anak buah kapal (ABK) KMP Ihan Batak diperiksa oleh Polres Samosir saat menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) di Dermaga Pelabuhan Ambarita Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir, Senin malam, 31 Mei 2021.

Kapolres Samosir AKBP Josua Tampubolon SH MH didampingi Wakapolres Kompol Rachmad Affandi SE, Kasat Reskrim AKP Suhartono SH dan Kapolsek Simanindo AKP Tumpal Tobing serta personil turun langsung untuk menyelidiki penyebab insiden terceburnya mobil dari KMP Ihan Batak di Dermaga Pelabuhan Ambarita.

Kapolres Samosir AKBP Josua Tampubolon SH MH mengatakan bahwa pemeriksaan dilakukan guna mendapatkan keterangan dan mengungkap penyebab insiden tersebut.

"Kami baru siap olah TKP. Guna pemeriksaan lebih lanjut, saat ini kami boyong nakhoda dan petugas kapalnya ke Mapolres Samosir," ujar Kapolres Samosir AKBP Josua Tampubolon SH MH.
Kapolres Samosir AKBP Josua Tampubolon SH MH bersama personil melakukan penyelidikan di KMP Ihan Batak.
Sebelumnya diberitakan, Kepolisian Resor (Polres) Samosir tengah melakukan penyelidikan terkait insiden terceburnya mobil dari KMP Ihan Batak di Dermaga Pelabuhan Ambarita Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir, yang mengakibatkan 1 orang penumpang tewas.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Samosir AKBP Josua Tampubolon SH MH saat turun langsung mendatangi TKP dan mengunjungi Puskesmas Ambarita untuk menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Desy Marizdani (32), warga Kota Tebing Tinggi.

"Kami dari Polres Samosir turut berduka cita. Semoga amal ibadah almarhum diterima disisi-Nya. Dan untuk keluarga korban, semoga diberi ketabahan atas musibah yang terjadi,” ucap Kapolres Samosir AKBP Josua Tampubolon SH MH, Senin, 31 Mei 2021.

Mantan Kasubdit II Ditreskrimsus Polda Sumut itu juga telah memerintahkan Kasat Reskrim Polres Samosir dan Kapolsek Simanindo melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.
Kapolres Samosir AKBP Josua Tampubolon SH MH bersama Wakapolres Kompol Rachmad Affandi SE dan Kapolsek Simanindo AKP Tumpal Tobing turun langsung melakukan penyelidikan di Pelabuhan Ambarita.
Jajaran Polres Samosir saat ini telah memasang police line di lokasi kejadian dan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi-saksi yang berada di lokasi kejadian, mengumpulkan dokumen Kapal KMP Ihan Batak dan menyita kapal dan mobil Toyota Avanza BK 1421 QV sebagai barang bukti.

"Mohon doanya agar Polres Samosir dapat bekerja semaksimal mungkin," pungkas Kapolres Samosir AKBP Josua Tampubolon SH MH.

Saat ini korban dan keluarga yang didampingi Kapolres Samosir telah menyeberang menggunakan mobil ambulance dari Pelabuhan Simanindo Samosir ke Pelabuhan Tigaras Simalungun dan lanjut akan dikawal personel Lalu Lintas Polres Samosir ke rumah korban di Tebing Tinggi.

Sebagaimana diketahui, jembatan penghubung ke dermaga (ramp door) milik Kapal Motor Penumpang (KMP) Ihan Batak yang baru sandar di dermaga Pelabuhan Ambarita Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir, mendadak patah pada Senin, 31 Mei 2021 sekira pukul 15.00 wib lewat.

Satu orang tewas dalam insiden tersebut, yakni Desy Marizdani (32), warga Jalan Gunung Martimbang III no 83 Kelurahan Rantau Laban, Kecamatan Rambutan Kota Tebing Tinggi.

Insiden itu terjadi saat sebuah mobil Avanza BK 1421 QP dari dalam perut kapal akan menyeberang ke jembatan bergerak (moviable bridge) di dermaga tersebut.

Mobil tersebut merupakan satu di antara penumpang barang yang berangkat dari Pelabuhan Ajibata, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba menuju Pelabuhan Ambarita, Kecamatan Simanindo pada pukul 14.00 WIB. 
Kapolres Samosir AKBP Josua Tampubolon SH MH menyampaikan duka mendalam atas kepergian korban, sesaat memberangkatkan almarhum ke Kota Tebing Tinggi.
Informasi yang dihimpun dari warga sekitaran Pelabuhan Ambarita, saat itu KMP Ihan Batak sedang melakukan bongkar muatan mobil dari dalam kapal.

Saat mobil penumpang satu per satu mulai ke luar dari dalam kapal, tiba-tiba pintu kapal yang juga dipergunakan sebagai jembatan penghubung ke pelabuhan amblas. 

Naas, amblasnya jembatan bertepatan dengan giliran ke luar mobil Avanza BK 1421 QP ditumpangi tiga warga Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara dan satu warga Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara.

Kejadian ini dibenarkan oleh Plt Kadis Perhubungan Samosir, Sardo Sirumapea. Dikatakan, mobil itu tercebur karena sling ramp door KMP Ihan Batak patah.
Kapolres Samosir AKBP Josua Tampubolon SH MH menyampaikan turut berdukacita kepada keluarga korban.
Sesuai keterangan Kepala BPTD Wil. SUMUT II, GM. ASDP Cab. Sibolga, bersama Kadishub Samosir dan Korsatpel Toba, kapal sudah sandar di dermaga Ambarita dan telah mengeluarkan mobil sebanyak 10 unit.

"Dan tiba-tiba angin kencang dan berputar yang mengakibatkan kapal maju mundur dan mengakibatkan tali tross kapal putus. Setelah kapal maju mundur, ramp door terlepas dari movable brige, sehingga rantai ramp door juga putus," jelasnya.

Ditambahkan Kapolsek Simanindo AKP Tumpal Tobing, di dalam mobil itu ada 4 orang penumpang dan sudah dievakuasi ke Puskesmas Ambarita.

Berikut nama korban dalam mobil yang terperosok ke Danau Toba, yakni : HJ. Farida (72), HJ. Zulkarnain Tanjung (76), Desy Marizdani (Meninggal Dunia).

Mereka semua warga Jalan Gunung Martimbang III no 83 Desa/Kelurahan Rantau Laban, Kecamatan Rambutan Kota Tebing Tinggi. Sementara Neiny Safrina (33) warga Jalan Padang Sidempuan, Pematangsiantar.

"Setelah kejadian, korban dan mobil tersebut segera dievakuasi. Kita masih menyelidiki kejadian ini," pungkasnya.(red).
×
Berita Terbaru Update