-->

Notification

×

iklan

Iklan

7 Kali Gempa Beruntun Landa Samosir Malam ini, Bermagnitudo 3,5

Selasa, 18 Mei 2021 | 20.36 WIB Last Updated 2021-05-18T23:54:29Z
Data sebaran gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Samosir hingga 18 Mei 2021.(BMKG).
Samosir(DN)
Malam ini gempa bumi beruntun sebanyak 7 kali, baru saja kembali melanda Kabupaten Samosir, Selasa (18/5/2021). Kekuatan ketujuh gempa tersebut bervariasi.

Menurut BMKG Regional I Medan, gempa pertama terjadi pada pukul 19.14 WIB bermagnitudo 3,5 dan disusul pada 19.23 WIB dan 19.31 WIB magnitudo 2,7 serta pukul 19.35 WIB magnitudo 2,9. Dan gempa susulan berikutnya terjadi pada pukul 19.47 WIB, 19.50 dan pukul 19.56 WIB.

Dalam unggahan BMKG Regional I Medan menyebut pusat gempa pertama magnitudo 3,5 berada pada koordinat 2.62 Lintang Utara (LU) dan 98.75 Bujur Timur (BT), kedalaman 3 KM, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 5 km Timur Samosir, Sumut.

Selanjutnya gempa pada pukul 19.23 WIB magnitudo 2,7 berada pada koordinat 2.59 Lintang Utara (LU) dan 98.75 Bujur Timur (BT), kedalaman 2 KM, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 6 km Tenggara Samosir, Sumut.

Gempa susulan terjadi pada pukul 19.31 WIB magnitudo 2,7 berada pada koordinat 2.58 Lintang Utara (LU) dan 98.74 Bujur Timur (BT), kedalaman 4 KM, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 6 km Tenggara Samosir, Sumut.

Dan gempa pada pukul 19.35 WIB magnitudo 2,9 berada pada koordinat 2.57 Lintang Utara (LU) dan 98.74 Bujur Timur (BT), kedalaman 2 KM, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 7 km Tenggara Samosir, Sumut.

Selanjutnya pada pukul 19.47 WIB magnitudo 2,4 berada pada koordinat 2.59 Lintang Utara (LU) dan 98.75 Bujur Timur (BT), kedalaman 2 KM, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 6 km Tenggara Samosir, Sumut.

Pada pukul 19.50 WIB magnitudo 2,6 berada pada koordinat 2.59 Lintang Utara (LU) dan 98.73 Bujur Timur (BT), kedalaman 2 KM, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 4 km Tenggara Samosir, Sumut.

Terakhir, gempa pada pukul 19.56 WIB magnitudo 2,4 berada pada koordinat 2.62 Lintang Utara (LU) dan 98.74 Bujur Timur (BT), kedalaman 2 KM, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 4 km Tenggara Samosir, Sumut.

Sebelumnya, BMKG Regional I Medan juga mencatat 3 gempa bumi yang terjadi pada hari yang sama di Kabupaten Samosir. Yakni gempa yang terjadi pada pukul 05.57 WIB magnitudo 2,6 berada pada koordinat 2.62 Lintang Utara (LU) dan 98.74 Bujur Timur (BT), kedalaman 3 KM, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 4 km Timur Samosir, Sumut.

Gempa bumi pada pukul 15.07 WIB magnitudo 2,5 berada pada koordinat 2.56 Lintang Utara (LU) dan 98.75 Bujur Timur (BT), kedalaman 2 KM, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 8 km Tenggara Samosir, Sumut.

Serta disusul gempa pada pukul 15.13 WIB magnitudo 2,5 berada pada koordinat 2.61 Lintang Utara (LU) dan 98.75 Bujur Timur (BT), kedalaman 2 KM, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 5 km Tenggara Samosir, Sumut.

Belum diketahui pasti dampak getaran gempa di lokasi. Namun, BMKG mencatat getaran terasa pada tingkat II skala Mercalli (MMI) di Kabupaten Samosir.

Tingkat II MMI menandakan getaran dirasakan beberapa orang. Selain itu, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Dengan terjadinya 10 gempa hari ini, update gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Samosir sejak 18 Februari-18 Mei 2021, BMKG Regional I Medan mencatat telah ada 173 lebih kejadian gempa.

Beberapa waktu lalu, Staf PGR 1 BMKG Wilayah I Medan Lewi Ristiyono mengatakan, berdasarkan sebaran episenter di kawasan Samosir, gempa yang terjadi merupakan kategori gempa swarm dengan frekuensi berulang dan sangat lokal.

Rentetan gempa bumi ini memiliki magnitudo terkecil 0,8 dengan kedalaman 2 km yang terjadi pada 19 April 2021. Sedangkan magnitudo terbesar mencapai 3,9 yang terjadi pada 15 Maret 2021 dengan kedalaman 5 km.

"Untuk sumber kegempaan di wilayah ini masih kita asumsikan adanya dike swarm yang bersifat paralel yang terbentuk sebagai respons terhadap medan tekanan regional atau radiasi dike swarm yang bersumber dari rekahan yang sudah ada sebelumnya dan bukan dari intrusi magma," kata Lewi.

Dia mengutarakan, kondisi itu memang cukup menarik untuk diteliti. Saat ini BMKG-USK sedang melakukan penelitian dan sudah memasang sensor pada beberapa titik.

Kepada masyarakat, BMKG mengimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id).), atau melalui mobile apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg.(red).
×
Berita Terbaru Update