-->

Notification

×

iklan

Iklan

Khawatir Picu Kerumunan, DPRD Samosir Desak Acara Syukuran Bupati Ditunda

Kamis, 29 April 2021 | 15.10 WIB Last Updated 2021-04-29T14:05:15Z
Wakil Ketua II DPRD Samosir, Nasip Simbolon.
Samosir(DN)
Ditengah masih diperpanjangnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala Mikro serta Satgas Covid-19 sedang berjibaku menegakkan protokol kesehatan lewat operasi yustisi, Pemerintah Kabupaten Samosir malah tidak menunjukkan contoh yang baik dalam menjaga situasi kondusif dan aman dari penularan Covid-19.

Pasalnya, besok Jumat, 30 April 2021, Pemerintah Kabupaten Samosir bakal menggelar acara syukuran pelantikan Bupati dan Wakil Bupati dan resepsi di kompleks perkantoran Rianiate Kecamatan Pangururan. Hal ini dikhawatirkan sejumlah masyarakat bakal berpotensi memicu kerumunan.

Pimpinan DPRD melalui Wakil Ketua II, Nasip Simbolon mengatakan bahwa ada beberapa masyarakat yang mengkhawatirkan acara ini bakal memicu kerumunan dan meminta kepada legislatif untuk menyuarakan ke pemerintah daerah agar dilakukan penundaan.

"Dari hasil diskusi pimpinan DPRD dalam menyikapi aspirasi masyarakat tersebut, kami meminta kedewasaan dan kebijaksanaan Pemerintah Kabupaten Samosir untuk tidak menyelenggarakan acara yang berpotensi memicu kerumunan, apapun alasannya," tegas Wakil Ketua II DPRD Samosir, Nasip Simbolon, Kamis, 29 April 2021.

Dirinya juga menegaskan bahwa dalam menangkal sebaran Covid-19, semestinya memang harus dihindari menggelar kegiatan yang bisa memicu kerumunan orang.

Meski undangan dibatasi dan diklaim menerapkan prokes, legislatif menilai kegiatan ini bertolak belakang dengan upaya memutus penyebaraan Covid-19. Terlebih, Satgas penanganan Covid-19 saat ini melarang terjadinya kerumunan orang yang bisa memicu penularan corona.

"Kita menyakini pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Samosir, Vandiko Timotius Gultom dan Martua Sitanggang, sudah sangat dirindukan masyarakat Samosir, khususnya 40 ribuan konstituennya pada Pilkada 2020 lalu," kata politisi PKB itu.

Tentu, sambung Nasip, reaksi spontanitas warga untuk datang ke acara syukuran ini, yang nantinya memicu kerumunan takkan bisa dibendung. Sehingga penundaan pelaksanaan syukuran ini adalah keputusan yang bijak.

Ditambahkan, salah satu faktor utamanya adalah tren kasus Covid-19 di Kabupaten Samosir masih relatif tinggi. Bahkan hingga saat ini belum menunjukkan adanya penurunan kasus.

Sehingga DPRD Samosir mendesak Satgas Covid-19 untuk tegas terhadap hal ini. Agar nantinya acara ini tidak menjadi pemicu meluasnya penularan dan terjadinya lonjakan kasus Covid-19.

Terakhir, selaku partai pengusung Vandiko-Martua, Nasip menambahkan bahwa PKB juga kurang sepakat syukuran ini dilaksanakan, karena tidak begitu mendesak untuk digelar. Sehingga kemungkinan besar PKB tidak akan menghadiri acara syukuran tersebut.

"Kita senang ada syukuran, namun ditunda dululah demi pertimbangan keselamatan bersama dari penularan Covid-19," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Samosir, Rohani Bakara saat dihubungi menyampaikan, acara syukuran pasca pelantikan Bupati Samosir Vandiko Gultom-Martua Sitanggang akan digelar Jumat (30/4) mulai pukul 09.00 Wib, di komplek perkantoran Pemkab Samosir.

Acara akan dimulai dengan ibadah syukur dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes Covid-19), serta membatasi undangan yang hadir.

Terkait permintaan DPRD Samosir untuk menunda acara syukuran pelantikan Bupati-Wakil Bupati Samosir, silahkan menghubungi pak Sekda selaku pimpinan acara ini.

Sekretaris Daerah (Sekda) Samosir Jabiat Sagala, yang diminta komentarnya terkait permintaan DPRD Samosir untuk menunda acara syukuran pelantikan Bupati-Wakil Bupati Samosir, belum menjawab pertanyaan wartawan.(SBS).
×
Berita Terbaru Update